Aplikasi yang Paling Banyak Di Unduh - IDS Digital College

10 Aplikasi yang Paling Banyak Dicari dan Diunduh 2021

aplikasi

Aplikasi yang paling banyak di unduh pada tahun 2021 adalah Tik Tok. Aplikasi fenomenal tersebut kini mengalami puncak kejayaannya.

Tik Tok merupakan aplikasi berbagi video pendek dan menjadi yang paling banyak diunduh pada di kuartal pertama 2021. Aplikasi ini tidak hanya diunduh melalui Google Play saja, namun juga melalui App Store.

Laporan ini didapat langsung dari Lembaga riset pasar Sensor Tower mengenai aplikasi yang paling  banyak diunduh pada September 2021. Dilansir dari sensortower.com, Tik Tok berhasil meraih lebih dari 59 juta unduhan pada periode September 2021.

Lembaga ini merilis bahwa Doujin (nama lain Tik Tok di China) mendapat unduhan terbesar sebesar 16 persen. Kemudian disusul dengan negara Amerika sebesar 12 persen.

Meski menghadapi beberapa pemblokiran atau larangan di sejumlah negara, namun aplikasi ini tetap menjadi aplikasi paling terfavorit dan paling banyak diunduh di seluruh dunia.

Mengutip dari Social Media Today yang dilansir dari merdeka.com, selama dua tahun belakangan Tik Tok menjadi aplikasi paling banyak dicari dan diunduh para pengguna smartphone.

Tentu saja beberapa aplikasi lainnya seperti Facebook dan Instagram tetap diunduh oleh pengguna lainnya. Akan tetapi aplikasi ini menempati posisi kedua dibawah Tik Tok. Dalam perbulannya, pengguna aktif Tik Tok jauh lebih banyak dibanding Facebook maupun Instagram.

Social Media Today memprediksi bila tren unduhan Tik Tok terus melonjak, bukan tidak mungkin aplikasi Facebook dan Instagram akan mengalami kritis, cepat atau lambat.

Berikut Daftar Aplikasi yang Paling Banyak Diunduh

  • Tik Tok

aplikasi penghasil uang tiktok

Tik Tok menempati posisi pertama yang paling banyak diunduh. Tik Tok merupakan salah satu aplikasi jejaring sosial dan platform video music. Dimana para pengguna bisa mengubah, mengedit dan berbagi klip video dengan berbagai filter yang disertai musik.

Melalui aplikasi ini, para pengguna bisa membuat video kreatif dan unik dan bisa dengan cepat dibagi ke teman di berbagai negara.

  • Facebook

Facebook

Aplikasi kedua yang paling banyak diunduh adalah Facebook. Aplikasi biru ini merupakan situs jejaring sosial, dimana pengguna dapat mengunggah beragam informasi mengenai dirinya.

Selain itu, para pengguna Facebook juga dapat mengupload foto dan membuat album. Tersedia menu status yang bisa digunakan untuk merangkai kata-kata. Status tersebut dapat dikomentari oleh pengguna lainnya.

  • Instagram

Instagram bukan lagi pendatang baru di dunia sosial media. Aplikasi entertainment sekaligus bisnis ini malah makin eksis semenjak menghadirkan fitur-fitur terbarunya. Kini, orang-orang semakin melek akan dunia teknologi. Nggak hanya sekedar menggunakan, tapi juga banyak yang mulai mempelajari hal berbau mobile apps development. Konten terkait teknologi informasi juga mudah dijumpai. Tak heran jika orang-orang khususnya anak muda, mulai melirik jurusan Teknik Informatika sebagai pilihan studi agar dapat berkarir di dunia digital. Jika kamu ingin bergelut di bidang ini, update soal tren teknologi itu perlu. Seperti, fitur Reels milik Instagram yang lagi populer belakangan ini. Kabarnya, Reels mulai menampilkan iklan, lho. Benarkah itu? Reels Bakal Menampilkan Iklan Dilansir dari iNews, Instagram kini mulai menyisipkan iklan di Reels, sebuah fitur yang mirip dengan TikTok. Nantinya, iklan yang ditampilkan bakal serupa dengan konten reguler yang mencakup satu layar penuh, berulang, dan berdurasi 30 detik, dan tampil di antara klip lainnya. Namun, konten berbayar ini dapat diidentifikasi melalui ciri-cirinya. Iklan yang muncul dapat dilihat dengan tag kecil bertuliskan “disponsori” yang ada di bawah nama akun pengiklan, seperti dikutip dari The Verge Telah Melakukan Uji Coba di Beberapa Negara Sebelumnya, Instagram telah menguji iklan secara terbatas di Australia, Brasil, Jerman, dan India pada april. Tapi, belum ada hal yang mengejutkan tentang iklan yang hadir lebih banyak di dalam aplikasi Instagram. Sebab, perusahaan hanya ingin mengubah format baru ini menjadi salah satu sumber pendapatan. Bahkan, Facebook yang juga merupakan bagian dari Instagram mengatakan bahwa minggu ini akan membawa iklan ke aplikasi Oculus Quest. Pertumbuhan Reels Masih Belum Memuaskan Bagi kamu yang belum kenal Reels, fitur ini adalah buatan dari Instagram yang mirip dengan TikTok dan baru diluncurkan pada bulan Agustus tahun 2020 lalu. Namun, Instagram masih belum berbagi informasi detail terkait cara format baru ini akan bekerja. Adam Mosseri, sebagai atasan dari Instagram menyatakan bahwa format ini telah mengalami pertumbuhan. Namun nyatanya, Instagram masih belum merasa puas dengan pertumbuhan yang ada. Saat ini, fitur Reels telah tersedia di lebih dari 80 negara. Buat kamu yang rajin mantengin sosmed pasti udah nggak asing dengan yang namanya Reels. Konten Reels yang bervariatif membuat para penggunanya betah untuk main Instagram. Terlepas dari itu, dunia digital akan terus berkembang dan terus bermunculan aplikasi-aplikasi lain dengan segudang fitur. Apakah kamu tertarik untuk tau lebih dalam tentang bidang ini? Semua hal berbau teknologi dan mobile apps development bisa kamu pelajari di jurusan Teknik Informatika IDS Digital College, lho. Yuk, cek website-nya untuk informasi lainnya, ya!

Instgram merupakan aplikasi ketiga yang paling banyak diinstall oleh para pengguna. Aplikasi ini merupakan sosial media berbasis gambar. Para pengguna membagikan foto dan video mereka secara online. Sama seperti Facebook, para pengguna lainnya bisa menyukai dan mengomentari foto yang diunggah.

  • Telegram

telegram

Menempati posisi keempat, Telegram menjadi aplikasi yang ramai diperbincangkan saat ini. Telegram merupakan aplikasi pesan, dimana para pengguna bisa mengirim dokumen, foto, audio dan video.

Para pengguna telegram bisa membuat channel (grup) sendiri baik bersifat publik maupun private. Dengan jumlah pengguna berkapasitas 200.000 orang.

  • Whatsapp

Penggunaan WhatsApp untuk keperluan bisnis sudah menjadi hal umum. Kabarnya pihak WhatsApp juga sedang menguji fitur baru berupa pencarian bisnis. Kini, berbisnis di bidang startup makin digandrungi. Prospek kerja Teknik Informatika di bidang ini pun terbuka lebar karena banyak perusahaan yang membutuhkan profesi seperti Developer hingga Software Engineer. Saking tingginya peminat, banyak juga yang kerja sambil kuliah jurusan Teknik Informatika untuk berkarir di dunia IT. Dengan kuliah sambil kerja, kamu bisa menambah ilmu sekaligus mengasah skill. Salah satu yang membuat sebuah perusahaan startup bisa bertahan yaitu dengan terus berinovasi, seperti yang dilakukan WhatsApp. Lalu, bagaimana dengan fitur terbarunya? Fitur Pencarian Bisnis di WhatsApp Pengujian fitur pencarian bisnis di WhatsApp masih dilakukan secara terbatas di Sao Paulo, Brasil. Uji coba tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh Bos WhatsApp Will Cathcart di akun Twitternya, yang mengunggah tautan ke berita Reuters soal fitur tersebut. "Ini akan membantu Anda menemukan dan mengontak bisnis lokal, seperti coffee shop, florist, toko baju, dan lain-lain di lingkungan Anda," tulis Cathcart. Tetap Mengedepankan Privasi Nantinya, WhatsApp akan menampilkan bisnis yang bisa diurut berdasarkan kategorinya seperti toko baju, makanan dan minuman, atau restoran. Pengguna bisa memilih kategori yang diinginkan sebelum mengontak pemilik usaha tersebut. “Seperti yang kami lakukan di WhatsApp, kami membangun ini dengan cara yang privat: kami tidak akan mencatat lokasi Anda atau bisnis apa yang Anda jelajahi," klaim Cathcart dalam cuitannya. Peran Penting E-Commerce dalam Layanan WhatsApp Dikutip dari The Verge, Reuters melaporkan bahwa uji coba fitur pencarian bisnis di Sao Paulo akan melibatkan ribuan bisnis di wilayah tersebut. Meski dikenal sebagai layanan perpesanan milik Facebook, e-commerce juga jadi bagian penting dalam penawaran WhatsApp selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan pada bulan Oktober lalu, terdapat lebih dari 175 juta orang di seluruh dunia menggunakan layanan mereka untuk mengirim pesan ke akun bisnis setiap hari. Indonesia Masuk Jadi Negara Kandidat Peluncuran Fitur Kemunculan startup di Indonesia memberikan prospek kerja Teknik informatika yang menjanjikan. Sehingga banyak dari mahasiswa jurusan Teknik Informatika yang kerja sambil kuliah agar nantinya bisa terjun secara profesional di industri digital. Ramainya pertumbuhan startup ini juga berpengaruh pada penggunaan WhatsApp bisnis di tanah air. Hal ini membuat pihak WhatsApp menawarkan fitur untuk usaha kecil seperti dukungan katalog produk dan keranjang belanja sejak tahun 2018 lalu. Di Brasil dan India juga mulai ditawarkan fitur pembayaran dalam aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pembelian langsung dari sebuah usaha. Vice President of Business Messaging Facebook Matt Idema mengatakan, dalam jangka panjang, iklan diharapkan menjadi bagian dari model bisnis WhatsApp "dalam beberapa bentuk atau lainnya." Meski uji coba tersebut masih terbatas, Idema menyatakan bahwa India dan Indonesia jadi dua negara kandidat untuk memperluas fitur tersebut di masa mendatang. Inovasi yang dilakukan WhatsApp dapat dijadikan acuan bagi startup lainnya agar bisa bertahan. Kamu yang tertarik untuk berkarir di dunia startup bisa belajar bagaimana cara mengembangkan startup dengan kuliah di IDS Digital College. Dengan prospek kerja Teknik Informatika yang kian menjanjikan, kamu dapat mewujudkan impian untuk berprofesi menjadi Developer, Software Engineer, Business Intelligence Developer, dan masih banyak lagi! Apalagi, kamu bisa kerja sambil kuliah untuk mengasah skill.

Menyusul Telegram, Whatsapp menempati posisi kelima. Aplikasi ini merupakan aplikasi bertukar pesan. Dilansir dari Whatsapp.com, lebih dari 2 miliar orang dan 180 negara menggunakan aplikasi ini.

  • Zoom Cloud Meetings

zoom

Posisi keenam disabet oleh aplikasi Zoom Cloud Meetings. Sejak pandemi ini, semua kegiatan termasuk pekerjaan telah beralih secara online. Aplikasi Zoom sebagai aplikasi komunikasi via video, menjadi alternatif untuk saling terhubung satu sama lain. Para peserta bisa membuat schedule sendiri, serta memaparkan materi secara daring.

  • MX Takatak

mx takatak

Aplikasi yang paling banyak diunduh ketujuh adalah MX Takatak. Aplikasi ini merupakan aplikasi jejaring sosial yang terinspirasi oleh Tik Tok. Para pengguna bisa menonton video singkat pada platform ini.

  • Snapchat

snapchat

Aplikasi Snapchat merupakan aplikasi kedelapan yang paling banyak diunduh. Aplikasi yang memiliki Bitmoji sebagai akun profil sosial media.

  • Facebook Messenger

facebook messenger

Facebook Messenger adalah aplikasi kesembilan yang paling banyak dicari oleh pengguna. Facebook Messenger memiliki lebih dari 1,3 miliar pengguna. Aplikasi ini merupakan aplikasi berkirim pesan. Para pengguna bisa mengoperasikan aplikasi ini tanpa harus memiliki akun Facebook terlebih dahulu.

  • CapCut

cupcut

Aplikasi yang paling banyak diunduh adalah CapCut. Aplikasi edit video ini tersedia di Android dan iOS. Para konten video bisa menggunakan aplikasi ini untuk membuat video mereka lebih menarik lagi.

Posted in: News



    error

    Enjoy this blog? Please spread the word :)

    WhatsApp chat