5 Alasan Kenapa Bisnis Aplikasi Seluler Sering Gagal - IDS Digital College

5 Alasan Kenapa Bisnis Aplikasi Seluler Sering Gagal

Dari semua aplikasi seluler yang ada di pasar saat ini, lebih dari setengahnya harus diganti atau ditulis ulang dalam dua tahun kedepan. Menyoroti statistik ini ada proses yang sangat kompleks, sumber daya, dan permasalahan yang menyebabkan kurangnya tingkat keberhasilan dari aplikasi seluler. Setelah mendengar cerita dari ratusan pengembang aplikasi seluler, berikut adalah lima alasan utama mengapa sebagian besar aplikasi seluler sering disebut gagal. Membuat aplikasi seluler yang rumit Situs web bisnis dan aplikasi web bekerja dengan cara yang sama - pengguna masuk, menavigasi beberapa halaman, menemukan halaman yang mereka cari dan mengakses / memanipulasi data untuk melakukan tugas yang diinginkan. Aplikasi seluler sangat berbeda, mereka dibuat dengan tugas terbatas dan memungkinkan pengguna untuk melakukan tugas ini dengan cepat dengan navigasi yang minimal. Aplikasi seluler harus sederhana. Jadi kalau kamu membangun aplikasi seluler seperti situs web, kamu akan gagal. Meremehkan sumber daya Menurut Forrester Research, membuat aplikasi seluler perusahaan membutuhkan biaya sekitar $250.000 dalam waktu satu tahun. Dalam waktu satu tahun, menemukan pengembang seluler berkualitas bukanlah tugas yang mudah. Pengembang aplikasi seluler saat ini lebih memilih pasar yang banyak diminati dan mereka sering memilih proyek yang ingin mereka kerjakan. Sayangnya, untuk melakukan perombakan menjadi mobile dari situs web perusahaan yang berorientasi bisnis tidak semenarik aplikasi startup. Risiko keamanan Salah satu bagian terberat dari proses pembuatan aplikasi seluler adalah membuat akses publik API yang memberi konsumen akses ke data dan fungsi aplikasi. Proses ini biasanya memakan waktu 12-24 bulan. Setiap kali pengembang berurusan dengan izin akses dan mengekspos tujuan bisnis, mereka menanggung resiko besar yang semakin kompleks . Semakin banyak kamu dapat membuat tanpa mengeksposnya melalui API, semakin banyak pula solusi yang akan didapatkan. Unduhan aplikasi rendah Seringnya, pengembang aplikasi menghabiskan banyak waktu dan uang untuk membuat aplikasi seluler dengan jumlah pengguna yang sangat sedikit. SAP menemukan bahwa lebih dari 75% aplikasi seluler diunduh sekali, lalu tidak pernah digunakan lagi. Sangat penting untuk mengumpulkan feedback dari pengguna dan memperhatikan kegiatan pengguna setelah aplikasi diluncurkan. Semakin sering kamu merilis pembaruan, semakin tinggi rating yang diberikan user terhadap aplikasi yang kamu buat. Pemasaran aplikasi seluler sulit Pengembangan aplikasi seluler mahal, dan memakan waktu. Mendapatkan eksposur di industri lebih dari pesaingmu bukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan banyak investasi. Iklan CPC di jaringan iklan terkenal biasanya merupakan langkah pertama yang akan diambil oleh pengembang aplikasi baru. Tapi ada juga aplikasi yang memilih untuk beriklan di media cetak seperti majalah. Jika anggaran memungkinkan, mereka membuat iklan di jaringan tv yang sedang populer. Jadi untuk kamu yang ingin memulai membuat atau sedang mengembangkan aplikasi seluler, kamu bisa ambil Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. FYI, Prospek Kerja Teknik Informatika di masa depan sangat terbuka luas. Info pendaftaran tentang Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College bisa kamu lihat di halaman website https://ids.ac.id/.

Dari semua aplikasi seluler yang ada di pasar saat ini, lebih dari setengahnya harus diganti atau ditulis ulang dalam dua tahun kedepan. Menyoroti statistik ini ada proses yang sangat kompleks, sumber daya, dan permasalahan yang menyebabkan kurangnya tingkat keberhasilan dari aplikasi seluler. Setelah mendengar cerita dari ratusan pengembang aplikasi seluler, berikut adalah lima alasan utama mengapa sebagian besar aplikasi seluler sering disebut gagal.

1. Membuat aplikasi seluler yang rumit

Situs web bisnis dan aplikasi web bekerja dengan cara yang sama – pengguna masuk, menavigasi beberapa halaman, menemukan halaman yang mereka cari dan mengakses / memanipulasi data untuk melakukan tugas yang diinginkan. Aplikasi seluler sangat berbeda, mereka dibuat dengan tugas terbatas dan memungkinkan pengguna untuk melakukan tugas ini dengan cepat dengan navigasi yang minimal. Aplikasi seluler harus sederhana. Jadi kalau kamu membangun aplikasi seluler seperti situs web, kamu akan gagal.

2. Meremehkan sumber daya

Menurut Forrester Research, membuat aplikasi seluler perusahaan membutuhkan biaya sekitar $250.000  dalam waktu satu tahun. Dalam waktu satu tahun, menemukan pengembang seluler berkualitas bukanlah tugas yang mudah. Pengembang aplikasi seluler saat ini lebih memilih pasar yang banyak diminati dan mereka sering memilih proyek yang ingin mereka kerjakan. Sayangnya, untuk melakukan perombakan menjadi mobile dari situs web perusahaan yang berorientasi bisnis tidak semenarik aplikasi startup.

3. Risiko keamanan

Salah satu bagian terberat dari proses pembuatan aplikasi seluler adalah membuat akses publik API yang memberi konsumen akses ke data dan fungsi aplikasi. Proses ini biasanya memakan waktu 12-24 bulan. Setiap kali pengembang berurusan dengan izin akses dan mengekspos tujuan bisnis, mereka menanggung resiko besar yang semakin kompleks . Semakin banyak kamu dapat membuat tanpa mengeksposnya melalui API, semakin banyak pula solusi yang akan didapatkan.

4. Unduhan aplikasi rendah

Seringnya, pengembang aplikasi menghabiskan banyak waktu dan uang untuk membuat aplikasi seluler dengan jumlah pengguna yang sangat sedikit. SAP menemukan bahwa lebih dari 75% aplikasi seluler diunduh sekali, lalu tidak pernah digunakan lagi. Sangat penting untuk mengumpulkan feedback dari pengguna dan memperhatikan kegiatan pengguna setelah aplikasi diluncurkan. Semakin sering kamu merilis pembaruan, semakin tinggi rating yang diberikan user terhadap aplikasi yang kamu buat.

Baca Juga:  Yuk, Cari Tahu Tentang BeliFitt, Aplikasi Hidup Sehat Buatan Anak Bangsa!

5. Pemasaran aplikasi seluler sulit

Pengembangan aplikasi seluler mahal, dan memakan waktu. Mendapatkan eksposur di industri lebih dari pesaingmu bukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan banyak investasi. Iklan CPC di jaringan iklan terkenal biasanya merupakan langkah pertama yang akan diambil oleh pengembang aplikasi baru. Tapi ada juga aplikasi yang memilih untuk beriklan di media cetak seperti majalah. Jika anggaran memungkinkan, mereka membuat iklan di jaringan tv yang sedang populer. 

Jadi untuk kamu yang ingin memulai membuat atau sedang mengembangkan aplikasi seluler, kamu bisa ambil Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. FYI, Prospek Kerja Teknik Informatika di masa depan sangat terbuka luas. Info pendaftaran tentang Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College bisa kamu lihat di halaman website https://ids.ac.id/.

Posted in: News



    error

    Enjoy this blog? Please spread the word :)

    WhatsApp chat