Bahaya Bocornya Data Pasien Covid 19, Dan Pentingnya Edukasi Cyber Security - IDS Digital College

Bahaya Bocornya Data Pasien Covid 19, Dan Pentingnya Edukasi Cyber Security

Di negara-negara seluruh dunia mungkin sudah banyak yang terkena virus Covid 19, dan mungkin banyak yang sudah meninggal dunia dan banyak yang sembuh. 

Virus Covid 19 ini memang sangat membahayakan banyak orang, dari balita hinga orang lanjut usia yang mungkin sangat rentan tertular virus ini.

Setiap Negara pasti mempunyai data pasien yang terkena virus Covid 19. Data pasien yang terkena virus Covid 19 ini harus dijaga dengan baik karena bahaya jika datanya bocor. 

Membahas tentang bahaya bocornya data virus Covid 19, kita sangat membutuhkan Cyber Security . Kita terlebih dahulu harus mengetahui apa itu cyber security? Cyber security adalah teknologi, proses dan praktik yang dirancang untuk melindungi jaringan, komputer, program dan data dari serangan, kerusakan atau akses yang tidak sah. 

Cyber security juga disebut sebagai upaya untuk melindungi informasi dari adanya cyber attack. Cyber attack dalam operasi informasi adalah semua jenis tindakan yang sengaja dilakukan untuk mengganggu kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersedian (availability) informasi.

Semua Perusahaan yang bertransformasi dari data berbasis digital sangat dianjurkan untuk memperhatikan dan menggunakan cyber security dalam menyimpan, mengakses dan mengambil informasi penting.

Melindungi informasi dan data merupakan kebutuhan sebagian besar perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh dunia karena data merupakan aset berharga dari suatu perusahaan dan bisa menjadi masalah di kemudian hari apabila data tersebut jatuh ke tangan orang yang tidak berhak.

Dan apa sih manfaat cyber security itu? Manfaat dari cyber security yaitu untuk menjaga dan mencegah penyalahgunaan akses maupun pemanfaatan data dalam sistem Teknologi Informasi dari seseorang yang tidak memiliki hak untuk mengakses maupun memanfaatkan data dalam sistem tersebut.

Selain itu, dengan adanya cyber security, reputasi dari perusahaan tetap terjaga, khususnya yang berhubungan dengan pihak pengguna jasa perusahaan tersebut. 

Kasus pencurian data pribadi diduga kembali terjadi di Indonesia. Peretas bernama akun Database Shopping mengklaim memiliki lebih dari 200.000 data pribadi dari database pasien Covid-19.

Adapun data yang dihimpun adalah data sensitif termasuk nama, nomor telepon, alamat, hasil test PCR, dan lokasi tempat pasien dirawat. 

Data tersebut dijual olehnya secara terbuka di Raid Forums, yaitu situs yang digunakan oleh hacker untuk menjual data pengguna Tokopedia beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, bahwa dugaan kasus kebocoran data ini bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia.

Ahli IT sekaligus Dosen Ilmu Komputer Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Rosihan Ari Yuana menyebutkan sejumlah kemungkinan penyebab kebocoran data dari sebuah sistem atau aplikasi.

“Sebenarnya jika data yang bocor dari sebuah sistem atau aplikasi itu, penyebabnya ada beberapa hal,” kata Rosi saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/6/2020).

Kemungkinan penyebab yang pertama adalah celah keamanan yang lemah dari sisi servernya.

“Bisa jadi disebabkan sistem atau firewall server yang lemah. Ini yang teledor dari seorang admin server atau network,” jelasnya.

Kedua adalah kemungkinan adanya celah dari keamanan di sisi software, dimana bug yang ada di aplikasi atau software dijadikan hacker atau cracker untuk masuk dan merusak hingga mencuri data.

“Ini tanggung jawab software engineer dan programmer-nya,” sambungnya.

Menurutnya, kemungkinan kebocoran data pada kasus ini juga berasal dari dua celah tersebut. “Iya hanya dari dua celah itu saja. Tapi celah yang mana perlu penyelidikan lebih lanjut. Bisa jadi satu celah atau bahkan dua-duanya,” katanya.

Rosi menyebut bahwa beberapa kasus pencurian data yang terjadi di Indonesia mengindikasikan sangat lemahnya pemahaman tentang keamanan sistem atau aplikasi yang dikembangkan. 

“Meskipun tidak ada sistem di dunia yang 100 persen aman, tapi paling tidak dengan pemahaman security yang baik bisa menekan angka kebobolan data,” ujar Rosi.

Adapun pemahaman keamanan yang dimaksud adalah terkait pemahaman teknik-teknik security, bagaimana menangkal serangan hacker atau cracker untuk masuk ke sistem.

“Jadi, seorang pengembang sistem atau aplikasi hendaknya memahami pula teknik bagaimana mencegah hacker atau cracker bisa masuk ke sistem yang dibuatnya. Jadi, tidak asal buat saja,” jelasnya.

Rosi menyebut perlunya pengujian keandalan aplikasi yang dibuat melalui berbagai cara.

“Bahkan harusnya setelah aplikasi atau sistem itu selesai dibuat, kalau perlu menyewa hacker untuk mencoba membobol. Ini bagian dari testing, untuk menguji seberapa andal aplikasinya,” tambahnya.

Menurutnya, hal ini biasa dilakukan di luar negeri, misalnya untuk aplikasi atau sistem di korporasi-korporasi.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat