Huawei Resmi Buka Pusat Keamanan Siber dan Perlindungan Privasi Terbesar - IDS Digital College

Huawei Resmi Buka Pusat Keamanan Siber dan Perlindungan Privasi Terbesar

Keamanan siber telah menjadi salah satu faktor yang harus diantisipasi oleh semua kalangan di era Internet of Things yang serba terhubung dan memiliki konektivitas tanpa kenal batas-batas negara. Keamanan siber menjadi semakin penting untuk dipahami di tengah makin cepatnya transformasi digital di semua sektor dan makin gencarnya produktivitas masyarakat berbasis koneksi internet yang meningkat pesat akibat pandemi Covid-19. Huawei resmi membuka pusat transparansi keamanan siber global dan perlindungan privasi atau Global Cyber Security and Privacy Protection Transparency Center terbesarnya di Tiongkok. Ken Hu, Rotating Chairman Huawei mengatakan, keamanan siber menjadi salah satu hal yang sangat penting saat ini. "Keamanan siber lebih penting dari sebelumnya. Sebagai sebuah industri, kita perlu bekerja sama, berbagi praktik terbaik, dan membangun kemampuan kolektif kita dalam tata kelola, standar, teknologi, dan verifikasi. Kita perlu memberi alasan kepada masyarakat umum dan regulator untuk mempercayai keamanan produk. dan layanan yang mereka gunakan setiap hari. Bersama-sama, kita dapat mencapai keseimbangan yang tepat antara keamanan dan pembangunan di dunia yang semakin digital." kata Ken Hu, Rotating Chairman Huawei, pada pembukaan pusat Dongguan. Dilanjutkan Ken, pihaknya juga perlu meningkatkan kepercayaan regulator kepada publik secara umum terhadap keamanan siber pada sebuah produk dan jasa layanan yang mereka gunakan setiap harinya. "Bersama-sama, kami akan mencari cara untuk menyeimbangkan keamanan dan pembangunan di era digital yang semakin terus berkembang," terang dia. Global Cyber Security and Privacy Protection Transparency Center ini dirancang untuk mendemonstrasikan solusi dan berbagi pengalaman, memfasilitasi komunikasi dan inovasi bersama, serta mendukung pengujian dan verifikasi keamanan. Dan akan terbuka untuk regulator, organisasi pengujian pihak ketiga independen, dan organisasi standar, serta untuk para pelanggan, mitra, dan pemasok Huawei. Pada acara tersebut, Huawei juga merilis Product Security Baseline, puncak dari pengalaman lebih dari satu dekade dalam manajemen keamanan produk, yang menggabungkan berbagai peraturan eksternal, standar teknis, dan persyaratan peraturan. Baseline, bersama dengan mekanisme tata kelola Huawei lainnya, membantu memastikan kualitas, keamanan, dan kepercayaan produk perusahaan. Selama bertahun-tahun, Huawei telah membangun lebih dari 1.500 jaringan yang menghubungkan lebih dari tiga miliar orang di 170 negara dan wilayah. Tak satupun dari jaringan ini pernah mengalami insiden keamanan besar. Dengan adanya pusat keamanan siber yang dibuat oleh Huawei ini, diharapkan masyarakat jadi lebih aware terhadap cyber security Indonesia. Tertarik untuk belajar tentang keamanan siber? Kamu bisa ambil Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. Cek website-nya untuk bergabung, ya!

Keamanan siber telah menjadi salah satu faktor yang harus diantisipasi oleh semua kalangan di era Internet of Things yang serba terhubung dan memiliki konektivitas tanpa kenal batas-batas negara. 

Keamanan siber menjadi semakin penting untuk dipahami di tengah makin cepatnya transformasi digital di semua sektor dan makin gencarnya produktivitas masyarakat berbasis koneksi internet yang meningkat pesat akibat pandemi Covid-19.

Huawei resmi membuka pusat transparansi keamanan siber global dan perlindungan privasi atau Global Cyber Security and Privacy Protection Transparency Center terbesarnya di Tiongkok. Ken Hu, Rotating Chairman Huawei mengatakan, keamanan siber menjadi salah satu hal yang sangat penting saat ini.

“Keamanan siber lebih penting dari sebelumnya. Sebagai sebuah industri, kita perlu bekerja sama, berbagi praktik terbaik, dan membangun kemampuan kolektif kita dalam tata kelola, standar, teknologi, dan verifikasi. Kita perlu memberi alasan kepada masyarakat umum dan regulator untuk mempercayai keamanan produk. dan layanan yang mereka gunakan setiap hari. Bersama-sama, kita dapat mencapai keseimbangan yang tepat antara keamanan dan pembangunan di dunia yang semakin digital.” kata Ken Hu, Rotating Chairman Huawei, pada pembukaan pusat Dongguan. 

 Baca Juga: Serangan Siber Menggunakan AI Makin Mengancam

Dilanjutkan Ken, pihaknya juga perlu meningkatkan kepercayaan regulator kepada publik secara umum terhadap keamanan siber pada sebuah produk dan jasa layanan yang mereka gunakan setiap harinya.

“Bersama-sama, kami akan mencari cara untuk menyeimbangkan keamanan dan pembangunan di era digital yang semakin terus berkembang,” terang dia.

Global Cyber Security and Privacy Protection Transparency Center ini dirancang untuk mendemonstrasikan solusi dan berbagi pengalaman, memfasilitasi komunikasi dan inovasi bersama, serta mendukung pengujian dan verifikasi keamanan. Dan akan terbuka untuk regulator, organisasi pengujian pihak ketiga independen, dan organisasi standar, serta untuk para pelanggan, mitra, dan pemasok Huawei.

Pada acara tersebut, Huawei juga merilis Product Security Baseline, puncak dari pengalaman lebih dari satu dekade dalam manajemen keamanan produk, yang menggabungkan berbagai peraturan eksternal, standar teknis, dan persyaratan peraturan. Baseline, bersama dengan mekanisme tata kelola Huawei lainnya, membantu memastikan kualitas, keamanan, dan kepercayaan produk perusahaan. Selama bertahun-tahun, Huawei telah membangun lebih dari 1.500 jaringan yang menghubungkan lebih dari tiga miliar orang di 170 negara dan wilayah. Tak satupun dari jaringan ini pernah mengalami insiden keamanan besar. 

Dengan adanya pusat keamanan siber yang dibuat oleh Huawei ini, diharapkan masyarakat jadi lebih aware terhadap cyber security Indonesia. Tertarik untuk belajar tentang keamanan siber? Kamu bisa ambil Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. Cek website-nya untuk bergabung, ya!

Posted in: News



    error

    Enjoy this blog? Please spread the word :)

    WhatsApp chat