Hyperscale Computing, Evolusi Kunci Dunia IT di Abad 21 - IDS Digital College

Hyperscale Computing, Evolusi Kunci Dunia IT di Abad 21

Apakah kamu pernah mendengar tentang hyperscale computing? Jika belum, maka inilah saat tepat bagi kamu untuk memahami makna dari hyperscale computing yang diramalkan akan menjadi “the next big thing” dalam dunia IT. So, kalo kamu ngaku anak IT, read till the end!

 

Apa Itu hyperscale computing? 

Menurut techopedia.com, hyperscale computing mengacu pada fasilitas dan penyediaan yang diperlukan dalam lingkungan komputasi terdistribusi untuk menskalakan secara efisien dari beberapa server ke ribuan server. hyperscale computing biasanya digunakan dalam lingkungan big data dan cloud computing. Umumnya hyperscale computing terhubung ke platform seperti Apache Hadoop.

 

Desain struktural hyperscale computing seringkali berbeda dari komputasi konvensional. Dalam desain hyperscale computing, terdapat high-grade computing constructs, seperti yang biasanya ditemukan dalam sistem blade. Hyperscale menyukai desain produk yang sangat hemat biaya. Tingkat investasi yang minimal pada perangkat keras ini mempermudah pendanaan kebutuhan sistem perangkat lunak.

 

Ada banyak perusahaan yang dinamakan “hyperscalers” seperti Google, Facebook, dan Amazon yang membuat banyak effort untuk mendominasi industri public cloud dan cloud services. Namun tidak hanya itu, mereka juga berusaha untuk melebarkan bisniskan ke banyak aspek yang lain.

 

Perubahan yang Signifikan Pada Dunia IT 

Kabarnya abad ke-21 kali ini akan ada perubahan yang sangat signifikan dalam dunia komputerisasi. Dilansir dari semiengineering.com, hal ini sudah diprediksi dalam IEE Spectrum edisi Januari 2001. Di dalamnya berisi artikel dari Joseph Bordogna yang berjudul “The 21st Century Engineer”, dimana Joseph mengidentifikasi lima kemampuan yang membentuk masa depan dunia engineering. Kelima hal itu adalah terascale, nanoscale, complexity, cognition dan holism. 

 

Terascale ini akan membawa tiga kali lipat hal yang berada di luar tujuan umum dan akses general tentang computing capabilities. Tahun 2001 adalah tahun dimana toko Apple pertama kali dibuka, peluncuran MAC OS X dan Windows XP, rolis pertama Microsoft XBOX dan iTunes. Dua puluh tahun kemudian, kita memiliki ketersediaan computing berbasis cloud yang bisa diskalakan

 

Nanoscale, jika berbicara tentang hal ini berarti nanoscale akan membawa kita pada 3x lipat ukuran lebih kecil dibanding ukuran kebanyakan perangkat buatan manusia saat ini. Apa maksudnya? Maksudnya adalah teknik “more than moore” yang memungkinkan kita untuk terus tumbuh dalam kompleksitas. Joseph merujuk dalam artikelnya bahwa kompleksitas itu menuju pada titik dimana komponen sistem tidak pernah benar-benar terkunci pada tempatnya, namun juga tidak pernah dissolve dalam turbulensi

 

Holisme adalah sebuah konsep yang menyebutkan bahwa suatu entitas lebih besar dari sekedar jumlah bagian-bagiannya. Joseph menyimpulkan tentang ciri khas engineer modern saat ini adalah tentang kemampuan mereka untuk melihat hubungan antara komponen yang tampaknya berbeda, dan mengintegrasikannya dengan cara yang melebihi jumlah kapasitas masing-masing.

 

Orang-orang berargumen bahwa disiplin ilmu semakin saling terhubung, software dan hardware, electrical dan mechanical dan lainnya. Engineers yang bisa memahami dan menjadi expert dalam bidang ini masih jarang. Sebaliknya, komunikasi dan interfaces antara tool dan penggunaan abstraksi telah menjadi sentral dan akan menjadi lebih penting lagi di masa mendatang.

 

Sementara itu angka absolut yang telah kita raih selama dua dekade terakhir ini mungkin bisa diperdebatkan, secara terarah dan semua pertimbangan yang telah dilakukan akan dicap sebagai hal yang akurat. “Scale” atau skala itu sendiri adalah kuncinya, dan akan menarik untuk melihat perkembangannya dalam dunia hyperscale ini.

 

Meskipun persyaratan dan banyak hal yang akan terus berubah, namun mengingat bagaimana kita telah melewati banyak tantangan selama beberapa dekade ini, rasanya kutipan dari William Gibson pada tahun 2003 berlaku untuk keadaan saat ini. Gibson mengatakan jika “Masa depan sudah ada di sini, hanya saja tidak terdistribusi secara merata!”

Mari kita tunggu masa depan yang menakjubkan lewat tangan engineering-engineering berbakat di dunia ini. Jika kamu tertarik dengan dunia engineering, kamu bisa bergabung dengan IDS Digital College, dimana kamu bisa kuliah sambil kerja, mempelajari tentang software engineering bersama para profesional.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat