Mantan Software Engineer Google Tuduh YouTube Menghilangkan Jumlah “Dislike” Video Joe Biden, Kenapa? - IDS Digital College

Mantan Software Engineer Google Tuduh YouTube Menghilangkan Jumlah “Dislike” Video Joe Biden, Kenapa?

Ada banyak video dengan konten menarik yang bisa ditemukan di YouTube. Nah, kamu pasti juga menjumpai fitur like dan dislike pada kolom bagian bawah video. Nggak jarang, jumlahnya bisa memicu kontroversi, apalagi kalau total dislike lebih banyak dari like. Kejadian tersebut juga ditemukan di sebuah video yang menampilkan Presiden AS Joe Biden. Dari hasil penyelidikan seorang software engineer, YouTube dituduh menghilangkan jumlah dislike di video tersebut. Berikut kelanjutan beritanya. 

 

Dihapus Lebih dari Setengah

Zach Vorhies, mantan software engineer senior di Google dan YouTube menyatakan diri sebagai pelapor. Ia melakukan penyelidikan sendiri bahwa YouTube menghilangkan jumlah dislike pada video Joe Biden. Awalnya, video yang diunggah atau di streaming dari channel resmi YouTube pemerintah Gedung Putih tersebut mendapatkan like sebanyak 1,9 ribu dan dislike sejumlah 11 ribu. Setelah beberapa saat, menampilkan 2,4 ribu like dan 4,8 ribu dislike di video yang sama serta mengurangi jumlah dislike lebih dari setengahnya. 

 

Memposting Bukti di Twitter 

 

Vorhies mempostingnya di Twitter dan tidak ada yang membantah pernyataannya. Bahkan, pihak dari Twitter sendiri tidak melabeli tweet tersebut sebagai informasi yang salah. Dilansir dari Mediapost, tweet tersebut menerima 2,7 ribu retweet, 425 komentar, dan 4,5 ribu suka. 

 

Tweet yang dibuat oleh Vorhies akhirnya memicu followers di beberapa platform, termasuk Gab.com. Platform itu merupakan tempat bagi TexasVet memposting gambar serupa dari Sekretaris Pers Jen Psaki pada hari Rabu pukul 03:11 kemudian pada pukul 07:31. Sebelumnya, jumlah like sebanyak 1,8 ribu dan dislike sebesar 10 ribu. Namun pada pukul 07:31, menunjukkan 2,5 like dan 3,1 ribu dislike dengan memotongnya lebih dari dua pertiga.  

 

Penting untuk dicatat, Vorhies juga pernah membocorkan dokumen ke grup lain bernama Project Veritas dan menjadi anti-vaxxer (vaksin) yang berkomitmen serta promotor dari QAnon. Tahun lalu, ia juga menyusun rencana untuk mempromosikan “Plandemic”, sepasang video teori konspirasi tahun 2020 yang diproduksi oleh Mikki Willis dan diklaim Wikipedia karena mempromosikan informasi salah soal pandemi COVID-19.

 

Dikonfirmasi oleh YouTube

YouTube mencatat kebijakan dan sistem yang diterapkan buat memastikan kalau keterlibatannya adalah asli dan metrik penipuan dihapus. Berdasarkan dokumennya, terkadang bisa saja like atau dislike berasal dari spam dan saat itu juga mereka hapus. Penghapusan tersebut memang sesuai dengan YouTube dan proses dimulai sejak video tersebut diupload serta terus memastikan bahwa semua metrik valid. Nah, kejadian seperti ini sering terjadi dan bisa menimbulkan masalah. 

 

Sebuah artikel di tahun 2019, The Verge pernah menyebutkan tentang “Dislike mobs”, pada YouTube untuk mengulas pemboman yang berdampak negatif pada produk atau layanan. Metrik keterlibatan pada video diperbarui secara berkala untuk memperlihatkan keterlibatan organik. Prosesnya dimulai setelah streaming dimulai dan berlanjut hingga beberapa jam. 

 

Kasus ini bukan satu-satunya yang terjadi di platform media sosial. Masih banyak masalah lain yang terus timbul. Kalau kamu tertarik sama dunia software, bisa banget untuk nambah wawasan lewat program S1 Software Engineer dari IDS Digital College. Yuk, buruan daftar!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat