Mengetahui Prospek & Perkembangan Bisnis Edutech di Masa PSBB - IDS Digital College

Mengetahui Prospek & Perkembangan Bisnis Edutech di Masa PSBB

Pandemi Covid-19 yang kian merebak memberikan efek di berbagai sektor ekonomi. Terlebih, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Skala Besar-Besaran (PSBB). Tentu membuat aktivitas masyarakat terutama di bidang bisnis terhambat.

 

Aktivitas perekonomian yang tersendat secara otomatis membuat pelaku bisnis melakukan efisiensi untuk menekan kerugian. Namun, kondisi seperti ini justru memberikan dampak positif di sektor edutech. Edutech semakin diminati dan bahkan dianggap sebagai pengganti proses belajar bagi para pelajar di berbagai tingkat.

 

Pertumbuhan Edutech Meningkat

Salah satu langkah untuk menekan penyebaran virus Covid-19 tidak hanya dengan menutup tempat hiburan dan fasilitas umum, tapi juga membuat aktivitas di sekolah berhenti sementara. Lebih dari 530.000 sekolah di Indonesia ditutup hingga keadaan membaik.

 

Edutech yang menyediakan layanan pendidikan sebagai aktivitas belajar di rumah dinilai memiliki potensi menjanjikan. Terdapat sekitar 68 juta siswa dari tingkat pra-sekolah hingga perguruan tinggi membutuhkan teknologi untuk aktivitas belajar. Pertumbuhan sektor edutech pun melambung tinggi dan meluas.

 

Kucuran Dana dari Investor yang Besar

Investor dari berbagai negara kembali mengucurkan dana untuk sektor edutech dan melambungkan beberapa startup bahkan hingga melewati nilai valuasi 1 miliar dollar AS, setelah terjadi jeda pembiayaan pada bulan Maret lalu.

 

Investor sengaja fokus pada entitas yang memasarkan alat dan layanan langsung ke konsumen (DTC) dan bukan ke institusi. Tiga sektor edutech yang memperoleh investasi paling besar adalah bimbingan belajar online, bantuan dan aplikasi digital, serta edutainment.

 

Kurniawan Tjoetiar, Legal Partner Grant Thornton Indonesia menyampaikan pesan kepada para investor untuk mempertimbangkan risiko yang dapat menyertai seperti regulasi, siklus pendanaan dan bagaimana entitas bersaing dengan kompetitor meskipun edutech dirasa sangat menjanjikan.

 

Tercatat pada Juni 2020, sudah terdapat 44 pemain edutech di Indonesia dan diperkirakan akan terus bertambah. Beberapa yang cukup populer di masyarakat, diantaranya Quipper, Zenius, Ruangguru, IndonesiaX, Cakap, dan masih banyak lagi.

 

Pendanaan Jadi Kunci Untuk Edutech Terus Bertahan

Grant Thornton Indonesia dalam Business Resilience Wheel menyatakan pada kuartal I 2020 juga disebutkan pentingnya opsi pendanaan sebagai salah satu strategi bertahan perusahaan di masa pandemi.

 

Hal tersebut tampaknya telah dijalankan dengan cukup baik oleh para pelaku edutech, terlihat dari sejumlah investasi besar yang telah berhasil disuntikkan ke sektor ini dan menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum akselerasi serta ajang pembuktian bahwa investasi tersebut dibenamkan pada sektor yang tepat.

 

Meski begitu, dari sisi entitas edutech juga perlu memiliki dan menjalankan strategi bertahan dengan menekan biaya, menghadirkan kualitas pengajar yang baik, serta memberikan hasil yang berdampak. Beberapa hal tersebut menjadi kunci untuk menentukan mana dari sejumlah edutech yang ada bisa bertahan dalam jangka panjang seiring pertumbuhan juga semakin matangnya pasar edutech, jelas Kurniawan.

 

Para pelajar di Indonesia yang terpaksa harus belajar di rumah masing-masing membuat tingginya minat terhadap industri edutech. Meski dinilai menjanjikan bagi investor untuk saat ini, pelaku edutech harus tetap bertanggung jawab untuk memastikan seluruh pelajar bisa mendapatkan akses terhadap pendidikan yang berkualitas melalui teknologi.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat