Meningkatnya Tren IPO di Kalangan Startup Buat BEI Gelar Karpet Hijau - IDS Digital College

Meningkatnya Tren IPO di Kalangan Startup Buat BEI Gelar Karpet Hijau

Dalam rangka memaksimalkan manfaat pasar modal sebagai rumah pertumbuhan (House of Growth) untuk perkembangan bisnis, Bursa Efek Jakarta (BEI) terus berupaya untuk memberikan dorongan kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Termasuk perusahaan startup dan teknologi di Indonesia untuk melantai di bursa. 

 

I Gede Nyoman Yetna selaku Direktur Penilaian Perusahaan BEI mengatakan jika dengan beberapa program, peraturan dan kebijakan yang dimiliki oleh BEI seperti IDX Incubator dan Papan Akselerasi membuat mereka optimis tentang meningkatnya tren IPO pada startup maupun perusahaan yang bergerak di bidang teknologi di tahun ini. 

 

“Hal tersebut juga terbukti dengan banyaknya kesempatan diskusi terkait IPO dengan para founders startup maupun dengan investor startup seperti private equity dan modal ventura,” jelas Nyoman. 

 

Nyoman juga menambahkan jika saat ini IDX incubator juga mempunyai program road to IPO bagi perusahaan startup yang ingin mempersiapkan IPO. Terdapat 42 perusahaan yang telah mengikuti program ini dan empat perusahaan diantaranya sedang dalam tahap persiapan IPO.

 

“Telah terdapat tiga perusahaan startup binaan IDX Incubator yang telah IPO, dimana perusahaan terkini yang telah IPO adalah CASH (2000),” lanjutnya. 

 

IPO (initial Public Offering) dianalogikan sebagai “Blank Check Company” dalam Special Purpose Acquisition Company (SPAC). Namun untuk di Indonesia sendiri belum memiliki skema seperti itu. Untuk IPO melalui SPAC sendiri merupakan pendirian entitas yang tidak memiliki kegiatan operasi komersial. Karena didirikan secara khusus untuk melakukan merger, akuisisi aset, pembelian saham atau aktivitas apapun yang berhubungan dengan penggabungan usaha antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya. 

 

Nyoman menjelaskan jika SPAC didirikan oleh sponsor yang merupakan pihak individu atau perusahaan yang telah memiliki pengalaman dan reputasi. Dimana SPAC mampu untuk melakukan identifikasi, verifikasi, dan menyelesaikan proses penggabungan usaha dengan perusahaan yang ditargetkan untuk menjadikan perusahaan tersebut menjadi perusahaan publik. 

 

“Pada saat ini di Indonesia belum ada skema investasi melalui pendirian perusahaan serupa SPAC, sehingga kamu belum dapat memberikan informasi mengenai tren IPO perusahaan melalui aksi merger dengan SPAC,” jelas Nyoman.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat