PATEN BARU DALAM KONSOL PS5, DAPAT MEMBACA EMOSI PEMAIN - IDS Digital College

PATEN BARU DALAM KONSOL PS5, DAPAT MEMBACA EMOSI PEMAIN

PlayStation 5 atau PS 5 sejatinya baru akan dirilis pada musim liburan 2020 di Amerika Serikat. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Sony dalam situs resminya. Dikutip dari TechRadar, waktu musim liburan di negeri Paman Sam sekitar bulan Oktober-Desember 2020.Playstation 5 atau PS 5 sejatinya baru akan dirilis pada musim liburan 2020 di Amerika Serikat. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Sony dalam situs resminya. Dikutip dari TechRadar, waktu musim liburan di negeri Paman Sam sekitar bulan Oktober-Desember 2020.

Pada Pembuatan game konsol generasi terbarunya, Sony Interactive Entertainment menambahkan fitur kecerdasan buatan yang dapat membaca emosi pemain. Hal ini diketahui karena paten yang telah didaftarkan oleh perusahaan game tersebut.

Dilaporkan bahwa Sony mendaftarkan paten sebuah fitur bernama Dynamic Music Creation in Gaming. Artinya, fitur ini akan berkaitan dengan kemampuan di aspek audio. Sebelumnya PlayStation 5 sendiri dilaporkan bakal menyajikan kualitas 3D audio dari konsol generasi terbaru demi pengalaman bermain lebih immersive.

Tidak banyak penjelasan dari Sony mengenai fitur membaca emosi pemain dan kepribadian pemain. Sony hanya menggambarkan bahwa kecerdasan buatan dapat membaca emosi dan kepribadian pemain. 

Sony akan membuat sebuah komposer yang menyusun musik dengan mengenali beberapa indikator, misalnya karakter dalam game, kegiatan di dalam game, lokasi, kemudian kepribadian gamer. Kemudian teknologi tersebut akan mengolah data yang dikumpulkan.

Pihak Sony Mengklaim bahwa mereka akan menghubungkan teknologi ini dengan akun media sosial sehingga bisa membaca kepribadian gamer. Mereka juga bakal menyematkan teknologi biometrik yang menjadi sensor untuk membaca kondisi tubuh sang gamer.

Dilansir laman Tech Radar, Kamis (28/5/2020), para insinyur berencana menganalisis berton-ton musik populer untuk mengubah musik, yang merangsang emosi menjadi sains. Meskipun tidak tahu kapan “Compositional Engine” ini akan dianggap layak, tetapi bisa dipastikan itu akan bekerja pada PlayStation 5 sebagai upaya Sony untuk membedakan konsol dari Xbox Series X.

Sony ingin menyesuaikan soundtrack berdasarkan siapa pemain, dengan kriteria spesifik seperti muda, tua, lelaki, perempuan, introvert, dan ekstrovert. Pemain dapat memilih untuk memberikan data media sosial mereka kepada Sony untuk analisis kepribadian dan perilaku.

Pemain juga dapat menggunakan “perangkat biometrik” untuk memberikan data seperti aktivitas electrodermal, denyut nadi dan pernapasan, suhu tubuh, tekanan darah, hingga aktivitas gelombang otak.

Untuk melacak informasi tersebut, para insinyur mendaftar beberapa perangkat biometrik potensial yang dapat melacak data pengguna, seperti kamera termal atau IR, pelacak aktivitas yang dapat dipakai, atau jam tangan pintar dengan bio-sensing.

Dari sana, sistem akan mengambil data tubuh pemain dan menyesuaikan soundtrack agar sesuai. Sebagai contoh, jika karakter pemain mati setelah melawan bos yang angkuh dan PlayStation 5 bisa merasakan detak jantung pemain yang meningkat, ini akan ditafsirkan sebagai frustasi dan akan menyesuaikan soundtrack game.

Mengenai spesifikasi, PS5 tiba dengan GPU costum dari AMD, yakni Zen 2 disertai RDNA yang berkemampuan hingga 10,28 teraflops. Masih spesifikasi kunci, CPU dari konsol gaming itu tersusun atas 8 core dengan clock 3,5GHz.

Tidak hanya itu PS5 juga memiliki RAM GDDR6 sebesar 16GB dan SSD 825GB. Dengan SSD tadi, Sony menjanjikan waktu pemuatan game play yang super cepat.

Mengenai harga, kabar sebelumnya menyebutkan perangkat PS5 bisa saja dijual lebih tinggi dari pendahulunya, yaitu di kisaran Rp 4 jutaan. Sony diprediksi akan menjual konsol gaming di harga USD 450 atau sekitar Rp6,1 jutaan. Bahkan, ada kemungkinan harga jual bisa lebih tinggi, yaitu mencapai Rp 6,8 juta saat penjualan perdananya.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat