Pengertian dan Cara Membuat Pitch Deck yang Menarik - IDS Digital College

Pengertian dan Cara Membuat Pitch Deck yang Menarik

Pitch deck adalah sebuah presentasi singkat yang menjelaskan gambaran umum mengenai rencana bisnismu. Dengan bantuan tersebut, kamu bisa menjelaskan seperti apa produkmu kepada calon investor dan membuat mereka tertarik memberikan pendanaan untuk bisnismu.

Pitch deck biasanya dibuat menggunakan berbagai macam tools umum seperti PowerPoint, KeyNote, atau Prezi. Tak hanya untuk menjelaskan rencana bisnis, pitch deck juga bisa kamu gunakan saat bertemu dengan perusahaan lain untuk bekerja sama atau orang yang akan menjadi calon Co-Founder.

Buku pitch (atau pitch deck), juga disebut Memorandum Informasi Rahasia, adalah presentasi pemasaran (tata letak informasi) yang digunakan oleh bank investasi, pengusaha, firma keuangan perusahaan, broker bisnis, dan perantara M&A lainnya yang memberikan nasihat tentang penjualan atau pelepasan saham atau aset bisnis. 

Ini terdiri dari pengaturan dan analisis yang cermat dari pertimbangan investasi bisnis klien dan disajikan kepada investor dan calon investor dengan maksud memberikan mereka informasi yang diperlukan bagi mereka untuk membuat keputusan untuk membeli atau berinvestasi dalam bisnis klien. 

Ada banyak kontributor untuk buku pitch perantara. Dalam sebuah bank investasi, kontributor dapat mencakup siapa saja dari analis hingga associate, wakil presiden atau bahkan direktur pelaksana. Lihat Analis Keuangan Investment Banking. 

Bidang-bidang utama yang dicakup dalam buku lapangan tipikal meliputi informasi tentang sorotan investasi, angka-angka keuangan utama, pelanggan inti perusahaan dan diversifikasi basis pelanggan, hambatan untuk masuk ke pesaing, kemampuan dan rencana untuk mencapai proyeksi masa depan, peluang pertumbuhan di masa depan, kekuatan tim manajemen, skalabilitas operasi, peluang di pasar eksternal dan risiko yang diketahui, belum lagi penyangkalan. 

Sebagai contoh, daftar isi atau garis besar akan membuka buku pitch untuk diskusi. Nama, jabatan, dan departemen menyajikan deskripsi manajemen dari tim kesepakatan dan kontributor lain dalam kekayaan sumber daya internal perusahaan. 

“Tinjauan umum”, “persyaratan pembiayaan (seperti Capex yang memuaskan dan penganggaran modal)”, dan akhirnya sebagaimana disebutkan deskripsi tentang alam semesta perusahaan, “analisis perusahaan yang dapat dibandingkan” adalah semua elemen penting untuk pitch deck perbankan investasi. 

Buku pitch dapat menggunakan analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman). “Comps”, atau Analisis Perusahaan Sebanding juga dapat disajikan. Dalam sebuah comp, sebuah bank investasi menyajikan perrincian spesifik industri, tren, makro dan ekonomi mikro dan analisis khusus perusahaan, yang mendukung alasan untuk penilaian tertentu. (Comp memiliki arti alternatif: Ini digunakan sebagai kode untuk “harga komparatif” atau kelipatan pendapatan di mana bisnis serupa telah terjual).

Konglomerat perbankan investasi layanan lengkap, a.k.a. Bulge Bracket bank, bersaing untuk memenangkan bisnis klien yang sudah mapan sebagai pemimpin atau co-manager sebuah sindikat. Jika suatu perusahaan kurang mapan, perusahaan, dan bukan bank investasi, cenderung melakukan upaya untuk mengamankan hubungan. 

Undang-Undang Sekuritas Amerika Serikat tahun 1933 Buku pitch juga digunakan oleh bank investasi untuk memasarkan diri mereka kepada klien potensial. Ini memberi bank kesempatan untuk menunjukkan dan membuktikan mengapa klien harus mengajar mereka alih-alih pesaing.

Buku pitch tidak menjadi bingung dengan buku informasi publik (“PIB”), yang merupakan sumber daya internal bagi bankir investasi untuk mengumpulkan informasi transaksional dan historis pada perusahaan tertentu. 

Ada beberapa jenis buku pitch, dari buku pitch umum yang menyediakan tinjauan umum dari sebuah perusahaan ke buku-buku pitch yang dirancang untuk menyajikan perusahaan terbaik kepada mitra layanan potensial atau, dalam M&A, kepada investor.

Sekarang kita harus mengetahui bagaimana cara membuatnya. Pitch deck yang kamu buat tentu harus singkat, jelas, dan menarik, karena akan menentukan progress bisnismu ke depannya. Berikut adalah cara membuat pitch deck yang baik untuk presentasimu.

1. Buatlah pitch deck dengan 10 – 12 slide presentasi

Kembali pada pengertiannya, pitch deck adalah presentasi singkat yang menjelaskan gambaran umum untuk rencana bisnismu. Jadi, investor sebenarnya hanya ingin melihat garis besar dari produk yang sedang kamu buat.

Jika kamu membuatnya terlalu panjang, tentu akan membuat investor bosan dan tidak tertarik. Jadi, tunjukkanlah secara jelas siapakah kamu dan mengapa mereka harus memberikan pendanaan untuk bisnismu.

2. Cantumkan nama Founder dan tim

Dalam membangun bisnis yang baik, dibutuhkan orang-orang terbaik agar bisnis tersebut bisa berhasil sesuai target.

Tunjukkan pada investor, siapa saja orang-orang yang akan terlibat dalam bisnis ini dan jelaskan posisi mereka masing-masing. 

Jika kamu sudah memiliki tim yang kuat, investor akan percaya bahwa bisnis ini dibangun dengan rencana yang matang.

3. Berikan gambaran contoh produk

Pada bagian ini berisi seluruh screenshot atau gambar produkmu termasuk logo dan nama produk. Jabarkan seperti apa binismu kurang dari 10 kalimat.

Tunjukkan pada investor bagaimana cara kerja produk kamu dan berikan beberapa contohnya. 

Tampilkan slide tersebut semenarik mungkin karena bagaimanapun juga yang kamu jual adalah sebuah “produk”.

4. Beri informasi potensi pasar

Setelah kamu menjelaskan seperti apa bisnis dan produkmu, saatnya kamu menjelaskan bagaimana pontesi pasar yang tersedia untuknya. Seberapa besar pasar yang ada juga akan menentukan apakah investor akan mendanai bisnis yang kamu buat. 

Pada slide ini, kamu harus memberikan grafik yang menguraikan pertumbuhan pasar di masa lalu dan pertumbuhan potensial pasar di masa depan. 

Jadi, investor dapat menghitung ROI (return on investment) dan potensi pada investasi mereka. Pastikan juga kamu menyertakan sumber dari data tersebut agar meyakinkan para investor bahwa bisnismu memiliki potensi yang besar.

5. Jelaskan tentang pesaing bisnismu

Cara membuat pitch desk selanjutnya yang perlu kamu perhatikan adalah mengutarakan tentang pesaing dalam bisnis yang kamu geluti. 

Pada bagian ini, kamu harus bisa menjelaskan siapa saja pesaingmu dan apa kelebihan bisnis yang kamu miliki ketimbang mereka. 

Bila perlu kamu juga dapat menjelaskan strategi yang mungkin dilakukan untuk mengambil market dari pesaing tersebut. 

6. Jelaskan risiko yang mungkin terjadi

Membangun bisnis tentu penuh dengan risiko. Jelaskan kepada para investor risiko apa saja yang bisa terjadi pada bisnismu dan sertakan dengan solusi jika risiko itu terjadi. 

Hal ini penting untuk meyakinkan para investor bahwa mereka tidak akan sia-sia dalam berinvestasi pada bisnis yang akan kamu buat.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat