Perangi Penjual Obat Palsu, E-commerce Shopee dan Tokopedia Bakal Blokir Pemilik Lapak - IDS Digital College

Perangi Penjual Obat Palsu, E-commerce Shopee dan Tokopedia Bakal Blokir Pemilik Lapak

E-commerce tidak hanya digunakan untuk memenuhi hasrat ingin berbelanja saja, tapi juga kebutuhan lain termasuk berbelanja obat khususnya di masa pandemi Covid-19. Kamu pasti tau kalau Shopee dan Tokopedia menjadi dua e-commerce yang paling banyak digunakan. Namun, ada banyak penjual obat palsu yang beredar di platform tersebut. Hal ini tentu bisa membahayakan masyarakat. Lalu, tindakan apa yang dilakukan oleh Shopee dan Tokopedia dalam kasus ini? Melibatkan Kepolisian Dua e-commerce baik Shopee dan Tokopedia menindaklanjuti kasus penjual obat dan vitamin palsu di platform mereka dengan melibatkan kepolisian. Dilansir dari Infokomputer.com, "Kami tidak segan melibatkan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi penjual yang terindikasi kuat memperdagangkan produk obat/vitamin palsu, terlebih karena berkaitan dengan keamanan dan kesehatan publik," kata Head of Public Affairs, Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, dalam keterangan resminya. Shopee mendapatkan laporan melalui media sosial adanya toko yang terindikasi mencetak label kemasan obat sendiri. Platform akhirnya menurunkan produk tersebut dan menyelidiki kasus ini, termasuk bukti keaslian dari pembeli. "Jika terindikasi kuat melakukan pemalsuan, kami akan melanjutkan dengan pemblokiran toko dan bekerjasama dengan pihak berwenang. Shopee berkomitmen untuk terus memberikan layanan belanja yang aman dan nyaman bagi pengguna kami," kata Radynal. Shopee telah memiliki tim internal untuk memantau sekaligus moderasi produk yang masuk platform tersebut agar sesuai dengan regulasi yang berlaku. Mereka juga menegaskan bahwa setiap penjual wajib mematuhi aturan dan tunduk pada hukum. "Kami berharap para penjual produk kesehatan ikut mengambil bagian dalam percepatan pemulihan kesehatan masyarakat dengan memperhatikan regulasi yang berlaku. Di masa yang sulit ini, semua pihak harus bekerja sama, baik penjual, pembeli, Shopee, maupun aparat pemerintahan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," kata Radynal. Pihak Shopee meminta pengguna untuk memperhatikan kemasan obat dan membaca ulasan sebelum membeli. Jika ditemukan kecurigaan, sebaiknya jangan selesaikan pesanan dan melaporkan produk tersebut ke platform. Toko Penjual Dipaksa Tutup oleh Tokopedia Tokopedia menyatakan bahwa mereka siap mengambil langkah hukum terhadap para penjual produk kesehatan seperti vitamin, obat-obatan, atau pun alat oxymeter yang menjual produk palsu lewat platform mereka kepada polisi. Selain karena melanggar ketentuan, aktivitas itu juga merugikan masyarakat. “Tidak hanya ditutup tokonya, penjual yang terbukti melanggar bisa dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Kami terus bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memproses penjual-penjual seperti ini,” ujar VP of Legal Tokopedia Trisula Dewantara. Tokopedia menindak dengan menutup lapak milik oknum yang tidak bertanggung jawab jika terdapat bukti nyata dari pelanggaran penjualan produk palsu atau yang mengandung penipuan. Tokopedia juga menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran, pengiriman, promosi, serta iklan penjualan obat dan makanan di bisa berjalan maksimal serta mampu melindungi konsumen dengan lebih baik. Tips Menghindari Penipuan Online Agar terhindar dari penipuan, masyarakat diimbau untuk mempelajari review dari pembeli sebelumnya secara seksama saat hendak bertransaksi. Lebih amannya lagi, pengguna Tokopedia juga bisa mengunjungi Tokopedia Peduli Sehat untuk mendapatkan produk-produk kesehatan yang sudah terkurasi. Jika produk yang sudah dibeli dan yang sampai tidak sesuai, maka bisa melakukan “retur produk”. “Jangan klik tombol ‘Selesai’ jika produk yang diperoleh tidak sesuai atau terindikasi palsu. Segera laporkan transaksi tersebut dengan klik ‘Komplain’ dan sertakan bukti seperti foto atau video ketika barang diterima. Tim kami akan membantu menindaklanjutinya sesuai prosedur,” kata Trisula. Kehati-hatian sangat diperlukan ketika berselancar di internet. Agar terhindar dari berbagai kejahatan lainnya, akan lebih baik bagi pengguna untuk turut meningkatkan keamanan perangkatnya. Cyber security sudah menjadi kebutuhan di zaman serba online seperti sekarang ini. Semua itu bisa dipelajari dengan kuliah jurusan Cyber Security Indonesia di IDS Digital College. Kunjungi website-nya untuk informasi lebih lanjut, ya!

E-commerce tidak hanya digunakan untuk memenuhi hasrat ingin berbelanja saja, tapi juga kebutuhan lain termasuk berbelanja obat khususnya di masa pandemi Covid-19. Kamu pasti tau kalau Shopee dan Tokopedia menjadi dua e-commerce yang paling banyak digunakan. Namun, ada banyak penjual obat palsu yang beredar di platform tersebut. Hal ini tentu bisa membahayakan masyarakat. Lalu, tindakan apa yang dilakukan oleh Shopee dan Tokopedia dalam kasus ini?

Melibatkan Kepolisian

Dua e-commerce baik Shopee dan Tokopedia menindaklanjuti kasus penjual obat dan vitamin palsu di platform mereka dengan melibatkan kepolisian. Dilansir dari Infokomputer.com, “Kami tidak segan melibatkan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi penjual yang terindikasi kuat memperdagangkan produk obat/vitamin palsu, terlebih karena berkaitan dengan keamanan dan kesehatan publik,” kata Head of Public Affairs, Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, dalam keterangan resminya.

Shopee mendapatkan laporan melalui media sosial adanya toko yang terindikasi mencetak label kemasan obat sendiri. Platform akhirnya menurunkan produk tersebut dan menyelidiki kasus ini, termasuk bukti keaslian dari pembeli.

“Jika terindikasi kuat melakukan pemalsuan, kami akan melanjutkan dengan pemblokiran toko dan bekerjasama dengan pihak berwenang. Shopee berkomitmen untuk terus memberikan layanan belanja yang aman dan nyaman bagi pengguna kami,” kata Radynal.

Shopee telah memiliki tim internal untuk memantau sekaligus moderasi produk yang masuk platform tersebut agar sesuai dengan regulasi yang berlaku. Mereka juga menegaskan bahwa setiap penjual wajib mematuhi aturan dan tunduk pada hukum.

“Kami berharap para penjual produk kesehatan ikut mengambil bagian dalam percepatan pemulihan kesehatan masyarakat dengan memperhatikan regulasi yang berlaku. Di masa yang sulit ini, semua pihak harus bekerja sama, baik penjual, pembeli, Shopee, maupun aparat pemerintahan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Radynal.

Baca Juga: Waspada! Kasus Kejahatan Siber Makin Bertambah Selama Pandemi

Pihak Shopee meminta pengguna untuk memperhatikan kemasan obat dan membaca ulasan sebelum membeli. Jika ditemukan kecurigaan, sebaiknya jangan selesaikan pesanan dan melaporkan produk tersebut ke platform.

Toko Penjual Dipaksa Tutup oleh Tokopedia

Tokopedia menyatakan bahwa mereka siap mengambil langkah hukum terhadap para penjual produk kesehatan seperti vitamin, obat-obatan, atau pun alat oxymeter yang menjual produk palsu lewat platform mereka kepada polisi. Selain karena melanggar ketentuan, aktivitas itu juga merugikan masyarakat.

“Tidak hanya ditutup tokonya, penjual yang terbukti melanggar bisa dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Kami terus bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memproses penjual-penjual seperti ini,” ujar VP of Legal Tokopedia Trisula Dewantara.

Tokopedia menindak dengan menutup lapak milik oknum yang tidak bertanggung jawab jika terdapat bukti nyata dari pelanggaran penjualan produk palsu atau yang mengandung penipuan. Tokopedia juga menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran, pengiriman, promosi, serta iklan penjualan obat dan makanan di bisa berjalan maksimal serta mampu melindungi konsumen dengan lebih baik.

Tips Menghindari Penipuan Online

Agar terhindar dari penipuan, masyarakat diimbau untuk mempelajari review dari pembeli sebelumnya secara seksama saat hendak bertransaksi. Lebih amannya lagi, pengguna Tokopedia juga bisa mengunjungi Tokopedia Peduli Sehat untuk mendapatkan produk-produk kesehatan yang sudah terkurasi. Jika produk yang sudah dibeli dan yang sampai tidak sesuai, maka bisa melakukan “retur produk”. 

“Jangan klik tombol ‘Selesai’ jika produk yang diperoleh tidak sesuai atau terindikasi palsu. Segera laporkan transaksi tersebut dengan klik ‘Komplain’ dan sertakan bukti seperti foto atau video ketika barang diterima. Tim kami akan membantu menindaklanjutinya sesuai prosedur,” kata Trisula.

Kehati-hatian sangat diperlukan ketika berselancar di internet. Agar terhindar dari berbagai kejahatan lainnya, akan lebih baik bagi pengguna untuk turut meningkatkan keamanan perangkatnya. Cyber security sudah menjadi kebutuhan di zaman serba online seperti sekarang ini. Semua itu bisa dipelajari dengan kuliah jurusan Cyber Security Indonesia di IDS Digital College. Kunjungi website-nya untuk informasi lebih lanjut, ya!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat