Prediksi di Tahun 2021, Startup Lokal Mampu Menarik Investor dari Amerika - IDS Digital College

Prediksi di Tahun 2021, Startup Lokal Mampu Menarik Investor dari Amerika

Dilansir dari uzone.id, terdapat laporan yang menyebutkan bahwa ekonomi digital Indonesia diperkirakan telah menyentuh angka USD 44 miliar atau setara dengan Rp 624 triliun pada tahun 2020 kemarin. Karena itu banyak pemilik perusahaan startup percaya bahwa di tahun 2021 ini startup lokal mampu menarik investor asing dari Amerika. 

 

Pasalnya sudah ada beberapa startup unicorn yang mendapatkan suntikan dana hingga kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan di negeri Paman Sam itu. Sebut saja Gojek yang mendapat suntikan dana dari PayPal dan Facebook, kemudian Bukalapak yang berkolaborasi dengan Microsoft, hingga Google dan Temasek yang mengucurkan dana yang cukup besar ke Tokopedia. 

 

Kira-kira prediksi apa saja yang bakal terjadi di dunia startup pada tahun 2021 ini?

 

 

  • Business to Business dengan Investor

 

 

Tidak bisa dipungkiri, melakukan suntikan dana seperti yang dilakukan PayPal dan lainnya merupakan sebuah strategi yang sesuai. Dalam artian investor yang menyuntikan dana tidak hanya mengharapkan keuntungan dari segi finansial dan kenaikan nilai investasi saja namun juga dengan kerjasama strategis antara investor dan pihak startup itu sendiri. 

 

Seperti Microsoft yang mengatakan bahwa mereka akan berkolaborasi dengan Bukalapak dalam hal cloud computing, lalu ada Gojek yang melakukan kerjasama di bidang yang sama dengan Google. Di tahun 2021 ini sudah bukan tidak mungkin lagi jika terbentuk kerjasama di bidang lainnya seperti layanan chatting, productivity hingga layanan maps. 

 

 

  • Akuisisi Hingga Investasi Strategis

 

 

Hal seperti akuisisi merupakan hal lumrah yang terjadi di sektor bisnis ketika terdapat kucuran dana yang besar dari investor. Startup yang berpotensi menjadi target investasi atau akuisisi biasanya menunjukan performa yang baik selama pandemi ini, seperti sektor kesehatan atau pendidikan. Namun bukan berarti startup yang mengalami perlambatan selama pandemi tidak bisa menjadi target investasi, karena jika secara fundamental startup itu berada dalam kondisi yang baik maka masih memungkinkan untuk menjadi target investor. 

 

 

  • Go Public

 

 

Diprediksi untuk tahun ini startup akan lebih go public, hal ini lebih memungkinkan mengingat kondisi pandemi yang semakin membaik dengan adanya peluncuran vaksin COVID-19 di berbagai negara termasuk Indonesia. Pelan tapi pasti pertumbuhan ekonomi di Indonesia diprediksi akan semakin membaik di tahun 2021 ini. Beberapa kabar menyebutkan bahwa startup seperti Traveloka dan Tokopedia mulai mendiskusikan kemungkinan go public ini dengan pihak terkait. 

 

Apabila IPO (Initial Public Offering) ini benar terlaksanakan, makan hal ini akan menjadi momentum positif bagi dunia startup di Indonesia, khususnya dalam mendorong pertumbuhan startup baru generasi berikutnya. 

 

Karena dengan menggunakan IPO perusahaan startup akan lebih mudah dalam menjalankan perusahaannya. Karena tujuan IPO adalah mendapatkan dana murah atau tambahan modal dari berbagai sumber untuk memperbaiki laporan keuangan perusahaan dengan lebih baik. Kemudian potensi pertumbuhan yang lebih cepat, meningkatkan citra perusahaan, hingga meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan. 

 

Namun untuk bisa melakukan go public ini perusahaan startup harus memenuhi syaratnya terlebih dahulu. Syarat yang paling utama adalah struktur kepemimpinan perusahaan harus berbadan hukum perseroan terbatas (PT) dan memiliki komisaris independen, tim audit dan sekretaris perusahaan. 

 

Kedua, masa operasional harus lebih atau mencapai 12 bulan. Ketiga, jumlah saham yang akan ditawarkan ke publik atau masyarakat untuk perusahaan berkembang adalah minimal 150 juta lembar saham. Pemegang saham sebanyak atau sama dengan 500 pihak.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat