Tempat Kuliah Para Founder Startup Indonesia - IDS Digital College

Cari Tahu Daftar Nama Dan Tempat Kuliah Para Founder Startup Indonesia Ini, Yuk!

Cari Tahu Daftar Nama Dan Tempat Kuliah Para Founder Startup Indonesia Ini, Yuk!


bos startup

Dengan banyaknya startup di Indonesia saat ini, bahkan beberapa sudah menjadi unicorn, menunjukkan bahwa para startup di Indonesia pun memiliki kualitas yang tidak kalah dari startup di luar negeri. Tentu banyak sosok inspiratif di balik berdirinya startup ini, pendidikan para founder pun tidak kalah penting dalam berkembangnya startup. Nah bagi kamu yang ingin tahu di mana tempat kuliah para founder startup, simak terus artikel ini ya!

Daftar Founder Startup Indonesia Serta Tempat Kuliahnya

Berikut daftar nama founder startup di Indonesia serta tempat kuliah mereka sebelum berhasil mendirikan startup hingga saat ini:

  1. Nadiem Makarim – Universitas Brown
nadiem makarim

Kita pasti sudah tahu dan mengenal Go-jek serta Nadiem Makarim selaku founder dari Go-jek. Pria yang saat ini menjabat menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju ini menempuh pendidikan S1nya di Universitas Brown dengan mengambil jurusan Hubungan Internasional. Setelah lulus S1, ia pun kembali kuliah lagi dengan mengambil jurusan Master of Business Administration di Harvard Business School pada tahun 2006.

  1. William Tanuwijaya – Universitas Bina Nusantara
william tanuwijaya

Sebelum sukses dengan Tokopedianya, William Tanuwijaya menempuh pendidikannya di Universitas Bina Nusantara dengan jurusan Teknik Informatika pada tahun 1999. Semasa kuliahnya, ia bekerja sebagai operator di warung internet (warnet) selama tiga tahun dengan bayaran Rp 10.000 setiap harinya. Tapi dengan tekadnya yang kuat dan tidak mudah menyerah, ia pun bisa meraih kesuksesan dengan startup yang didirikannya kini. 

  1. Ferry Unardi – Universitas Purdue
Ferry Unardi

Ferry Unardi adalah founder dari Traveloka. Sebelum berhasil mendirikan Traveloka, ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Purdue dengan memilih jurusan Computer Science and Engineering. Setelah lulus, ia memilih untuk bekerja di Microsoft sebagai software engineer selama 3 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali kuliah dengan mengambil jurusan Bisnis di Universitas Harvard.

  1. Achmad Zaky – Institut Teknologi Bandung
achmad zaky

Sebagai seseorang yang sudah tertarik dengan komputer serta pemrograman komputer sejak di usia bangku sekolah dasar, Achmad Zaky akhirnya terus melanjutkan minatnya tersebut dengan menempuh studi di jurusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung pada tahun 2004. Bahkan ketika kuliah pun ia sering menjuarai kompetisi-kompetisi teknologi informatika tingkat nasional. Oleh karena kecintaannya terhadap dunia informatika, tidak heran bahwa pada akhirnya Achmad Zaky mendirikan BukaLapak pada tahun 2010.

  1. Diajeng Lestari – Universitas Indonesia
Diajeng Lestari

Apakah kamu pernah mendengar tentang Hijup, sebuah islamic fashion e-commerce pertama di dunia? Startup yang berdiri pada tahun 2011 ini diinisiasi oleh Diajeng Lestari, seorang wanita lulusan Universitas Indonesia jurusan Ilmu Politik. Selama kuliah, ia seringkali main dan masuk ke jurusan lain sehingga membuat pikirannya lebih terbuka dan menjadi lebih positif. Sebelum mendirikan Hijup, Diajeng Lestari pernah bekerja dengan pemerintah Jerman lalu pindah bekerja ke Mars Indonesia. 

  1. Gibran Huzaifah – Institut Teknologi Bandung
Gibran Huzaifah

Sebagai startup yang baru saja menyandang status unicorn pada tahun 2023 ini, eFishery merupakan startup perikanan yang didirikan oleh Gibran Huzaifah. Pria yang memiliki latar belakang pendidikan dari jurusan Biologi, Institut Teknologi Bandung. Berkat kuliah di jurusan Biologi pula lah ia terpikirkan untuk mendirikan eFishery. Dimulai dari sebuah kelas biologi yang membahas tentang akuakultur dan membahas pembibitan lele, ia mulai mencari modal untuk menyewa kolam lele sehingga bisa berkembang menjadi 76 kolam.

Ternyata tidak selalu harus kuliah di luar negeri untuk bisa mendirikan starup, terbukti dari tempat kuliah para founder startup di atas yang beberapa di antaranya berasal dari kampus di Indonesia. Hal tersebut pun bisa menjadi bukti bahwa kampus-kampus di Indonesia pun memiliki kualitas yang baik dalam membangun pemimpin.

s2

Jika kamu ingin memperdalam pengetahuanmu tentang bisnis startup, IDS Digital College dan ITS Surabaya menawarkan program S2 Startup Teknologi yang dapat membantu kamu mempelajari cara membangun bisnis startup secara komprehensif. Dalam program ini, kamu akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang strategi dan praktik terbaik dalam membangun startup.

Program S2 Startup Teknologi di IDS Digital College menyediakan kurikulum yang dirancang khusus untuk mempersiapkan para profesional dalam menghadapi tantangan dan peluang di dunia startup. Kamu akan belajar tentang berbagai aspek penting, termasuk pengembangan produk, strategi pemasaran, keuangan, manajemen operasional, serta inovasi dan kreativitas.

Dengan didukung oleh dosen dan praktisi yang berpengalaman dalam industri startup, kamu akan mendapatkan wawasan berharga dari mereka yang telah sukses dalam membangun bisnis startup. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan untuk membangun jaringan dengan sesama mahasiswa dan profesional di industri startup.

Jika kamu ingin mengambil langkah maju dalam kariermu di dunia startup, kuliah di program S2 Startup Teknologi di IDS Digital College adalah pilihan yang tepat. Dapatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis yang dapat membantu kamu meraih kesuksesan dalam membangun bisnis startup.

Posted in: News