Kenalan Lebih Jauh Dengan Teknologi Web 3.0
Kenalan Lebih Jauh Dengan Teknologi Web 3.0
Saat ini sepertinya semua orang sudah tahu mengenai website, bahkan hampir setiap hari kita mengunjungi website untuk mengakses informasi yang kita butuhkan. Teknologi web pun terus berkembang, bahkan saat ini sudah muncul perkembangan terbaru yaitu web 3.0 apakah kamu tahu apa yang dimaksud web 3.0?
Apa Itu Web 3.0?
Dilansir dari Coinmarketcap, web 3.0 adalah internet generasi ketiga yang saat ini sedang dikembangkan, di mana situs web dan aplikasi akan dapat memproses informasi dengan cara yang mirip seperti manusia melalui teknologi seperti artificial intelligence (AI), machine learning (ML), big data, decentralized ledger technology (DLT), dan lain sebagainya. Saat ini Web 3.0 masih menjadi komsep yang belum jelas da masih butuh sekitar 5-10 tahun untuk pembuatan, jika berkaca kepada transisi dari Web 2 ke Web 3.
Pada awalnya Web 3.0 disebut Web Semantik oleh Ti Berners-Lee sebagai penemu World Wide Web. selain itu Web 3.0 pun awalnya ditujukan untuk menjadi internet yang lebih mandiri, cerdas, dan terbuka.
Definisi Web 3.0 bisa diperluas menjadi data yang akan saling berhubungan dengan cara yang terdesentralisasi, sehingga data sebagian besar dapat disimpan dalam repositori yang terpusat. Para pengguna dan mesin pun akan dapat berinteraksi dengan data. Tetapi untuk mewujudkannya, program harus memahami informasi secara konseptual dan kontekstual. Oleh karena itulah dua landasan utama Web 3.0 adalah web semantik dan artificial intelligence (AI).
Keunggulan dan Kelemahan Web 3.0

Tentu akan ada keunggulan yang dimiliki web 3.0 sebagai teknologi web yang tercanggih di masa depan yaitu:
- Teknologi web 3.0 berusaha untuk menghilangkan monopoli oleh sistem ekonomi tertentu, dengan manajemen sumber terbuka, maka setiap orang akan memiliki hal untuk mengendalikan data yang dimilikinya. Dengan adanya teknologi web 3.0 maka transaksi pun bisa dilakukan dengan sistem blockchain sehingga setiap orang dapat mengetahui serta melaksanakan transaksi tanpa harus melakukan validasi
- Membebaskan para kreator untuk berkarya dan membuat apa pun yang mereka inginkan. Hal ini pun menyebabkan para kreator tidak membutuhkan platform lain atau pihak ketiga untuk mempromosikan karya mereka sehingga keuntungan pun bisa langsung didapatkan oleh para kreator. Selain itu kesempatan untuk kolaborasi pun semakin terbuka tanpa adanya batas
- Membuat efisiensi kerja lebih mudah dicapai karena mesin akan memiliki kemampuan untuk bisa lebih mengerti bahasa manusia. Dengan kemampuan ini maka mesin dapat ikut menciptakan konten. Teknologi ini pun diharapkan bisa sejalan dengan Metaverse sehingga setiap orang bisa melakukan pekerjaannya dengan lebih fleksibel
Sedangkan kekurangan web 3.0 adalah sebagai berikut:
- Menciptakan interaksi antar pengguna menjadi lebih “bebas” karena batasan-batasan yang semakin tipis. Dengan adanya web 3.0 maka tidak ada otoritas dari pihak tertentu sehingga bisa memunculkan konflik sosial karena aturan yang minim dalam pengendalian konten
- Menciptakan sistem ekonomi dengan blockchain yang menjadi semakin rumit karena adanya keterbukaan antara pengguna. Hal ini belum tentu meningkatkan efisiensi karena membutuhkan orang-orang sebagai validator lebih banyak. Dengan begitu, biaya yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengelolaan oleh satu pihak.
- Walau monopoli diprediksi bisa diturunkan, tetapi tetap saja akan ada potensi penguasaan oeh suatu pihak atau kelompok tertentu. Peliuang penyalahgunaan pun masih ada, terutama jika standardiasi atau aturan belum diciptakan untuk mengendalikan para pihak yang memiliki kuasa.
Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai web 3.0. Apakah setelah mengetahui informasi ini, kamu semakin tidak sabar untuk menggunakan web 3.0?
Tertarik untuk kuliah jurusan IT? Yuk kuliah di IDS Digital College!

IDS Digital College adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Indo Daya Suvana (IDS Digital College), sebuah kampus startup dengan sertifikasi internasional yang diakui di lebih dari 195 negara. IDS Digital College menawarkan program pendidikan formal jenjang Strata 1 (S1) dan Magister (S2) dengan pendekatan Real World Project yang siap membekali kamu dalam menghadapi tantangan karier, bisnis, dan pertumbuhan teknologi.
Program S1 mereka menawarkan peminatan yang relevan dengan metaverse, seperti Cyber Security (CS), Software Engineering (SE), dan Multimedia Technology (MT). Dengan mengikuti pendidikan di IDS Digital College, kamu akan siap menghadapi perubahan dan permintaan dalam industri metaverse yang dinamis. Program pendidikan mereka yang terakreditasi dan fokus pada proyek nyata akan mempersiapkanmu dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan
