Pahami Bedanya Bad vs Good Copywriting dan Pengaruhnya - IDS Digital College

Pahami Bedanya Bad vs Good Copywriting dan Pengaruhnya

Pahami Bedanya Bad vs Good Copywriting dan Pengaruhnya


Penulis harus tahu bedanya good vs bad copywriting

Di dunia digital yang dipenuhi informasi, copywriting sangat penting untuk menyampaikan pesan. Good copywriting mampu menarik perhatian, membangun koneksi, dan mendorong audiens untuk bertindak. Sebaliknya, bad copywriting justru bisa membuat audiens mengabaikan pesan dan bahkan menimbulkan kesan negatif terhadap merek atau produk.

Ingin tulisan iklan kamu lebih efektif? Apa saja pengaruh bad vs good copywriting untuk tulisan kamu? Mari kita bedah perbedaan antara bad dan good copywriting berikut ini.

Apa Itu Copywriting?

Sebelum kita menyelami perbedaan antara copywriting yang buruk dan yang baik, mari kita pahami dulu apa itu copywriting. Secara sederhana, copywriting adalah seni menulis teks yang bertujuan untuk meyakinkan atau mempengaruhi orang lain. Biasanya digunakan dalam konteks pemasaran dan iklan untuk mendorong pembaca melakukan tindakan, seperti membeli produk, mendaftar layanan, atau sekadar memperhatikan suatu merek.

Good copywriting adalah teks yang tidak hanya informatif tetapi juga memikat secara emosional, relevan, dan berfokus pada kebutuhan audiens. Di sisi lain, bad copywriting gagal menarik perhatian atau membangun hubungan yang tepat dengan audiens, dan sering kali justru membuat pesan terasa membosankan atau tidak relevan.

Ciri-Ciri Bad Copywriting

Berikut ini beberapa ciri-ciri bad copywriting beserta contohnya.

1. Tidak Fokus pada Audiens

Bad copywriting cenderung berbicara tentang bisnis atau produk secara berlebihan, tanpa memikirkan kebutuhan atau keinginan audiens. Banyak penulis konten jatuh ke dalam perangkap ini ketika mereka hanya ingin mempromosikan produk tanpa mempertimbangkan bagaimana produk itu relevan bagi pembacanya.

Contoh:

“Kami telah berada dalam bisnis selama 50 tahun dan memiliki produk terbaik di pasaran.”

Kalimat di atas hanya berfokus pada perusahaan tanpa menunjukkan apa manfaatnya bagi konsumen. Audiens tidak peduli dengan lamanya waktu perusahaan berdiri; mereka lebih peduli dengan apa yang bisa mereka dapatkan dari produk atau layanan tersebut.

2. Terlalu Banyak Kata-Kata

Copywriting yang buruk sering kali penuh dengan kalimat panjang dan bertele-tele yang membingungkan pembaca. Gaya ini tidak hanya membuat teks sulit dipahami, tetapi juga menyebabkan audiens kehilangan minat.

Contoh:

“Produk kami adalah inovasi terbaru yang memanfaatkan teknologi terkini untuk memastikan performa terbaik yang pernah kamu alami dalam menggunakan produk sejenis di pasar saat ini.”

Alih-alih memberikan pesan yang jelas, teks ini berbelit-belit dan tidak langsung ke inti dari apa yang sebenarnya ditawarkan.

3. Kurang Jelas dan Tidak Spesifik

Copywriting yang buruk sering kali gagal memberikan informasi yang konkret dan jelas. Ketika teks dipenuhi dengan kata-kata umum seperti “terbaik,” “inovatif,” atau “terdepan,” tanpa penjelasan yang spesifik, audiens tidak akan merasa yakin atau termotivasi.

Contoh:

“Produk kami adalah yang terbaik di kelasnya.”

Apa yang dimaksud dengan “terbaik”? Tanpa bukti atau penjelasan lebih lanjut, pernyataan ini terdengar kosong dan tidak meyakinkan.

4. Terlalu Fokus pada Penjualan

Satu kesalahan umum dari bad copywriting adalah terlalu agresif dalam mencoba menjual produk. Penjualan yang terlalu mendorong sering kali membuat audiens merasa tidak nyaman dan terkesan memaksa.

Contoh:

“Beli sekarang juga sebelum kehabisan! kamu tidak akan menemukan produk yang lebih baik dari ini!”

Pendekatan yang terlalu memaksa seperti ini biasanya membuat audiens skeptis, alih-alih meyakinkan mereka untuk membeli.

5. Tata Bahasa dan Ejaan yang Buruk

Tidak ada yang lebih merusak kredibilitas copywriting daripada kesalahan tata bahasa atau ejaan. Teks dengan banyak kesalahan mencerminkan kurangnya profesionalisme dan dapat membuat audiens ragu akan kepercayaan merek.

6. Kurang Panggilan Tindakan (Call to Action) yang Jelas

Sering kali, bad copywriting gagal memberikan instruksi yang jelas kepada audiens tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Jika pesan tidak memberikan dorongan yang jelas untuk bertindak, audiens mungkin tidak mengambil langkah yang diinginkan.

Ciri-Ciri Good Copywriting

Berikut ini beberapa ciri-ciri bad copywriting beserta contohnya.

1. Fokus pada Manfaat bagi Audiens

Good copywriting selalu memikirkan apa yang penting bagi audiens, bukan hanya berbicara tentang produk atau perusahaan. Pesan difokuskan pada cara produk atau layanan dapat menyelesaikan masalah audiens atau membuat hidup mereka lebih baik.

Contoh:

“Dengan teknologi canggih kami, kamu dapat menghemat waktu hingga 50% dalam pekerjaan sehari-hari.”

Teks ini langsung memberikan manfaat yang jelas dan relevan bagi pembaca.

2. Ringkas dan Padat

Copywriting yang efektif harus bisa menyampaikan pesan dengan jelas dan ringkas. Pembaca modern tidak punya waktu untuk teks yang panjang dan bertele-tele. Semakin singkat dan langsung pesan kamu, semakin besar kemungkinan audiens akan membaca dan mencerna informasinya.

Contoh:

“Hemat waktu dengan alat otomatisasi kami.”

Kalimat ini singkat, padat, dan langsung menunjukkan manfaat utama tanpa harus berbelit-belit.

3. Spesifik dan Berbasis Fakta

Alih-alih menggunakan kata-kata umum, good copywriting menggunakan data dan detail yang konkret untuk membangun kredibilitas. Audiens ingin bukti yang jelas dan spesifik tentang mengapa mereka harus mempercayai suatu produk.

Contoh:

“Alat kami membantu lebih dari 10.000 perusahaan meningkatkan produktivitas hingga 40%.”

Angka spesifik dan data konkret seperti ini jauh lebih meyakinkan daripada klaim umum.

4. Membangun Hubungan Emosional

Copywriting yang baik tidak hanya menyampaikan informasi; ia juga membangun koneksi emosional dengan audiens. Melalui pemahaman tentang kebutuhan, kekhawatiran, atau keinginan audiens, copywriting yang baik mampu menciptakan ikatan yang lebih kuat.

Contoh:

“kamu berhak atas waktu yang lebih berharga. Biarkan teknologi kami yang mengurus hal-hal kecil, sehingga kamu bisa fokus pada yang penting.”

Teks ini menyentuh kebutuhan emosional audiens untuk efisiensi dan lebih banyak waktu luang, bukan hanya berfokus pada fitur produk.

5. Menggunakan Panggilan Tindakan yang Jelas

Good copywriting selalu memiliki call to action (CTA) yang jelas. CTA ini tidak hanya sekadar “Beli sekarang!” tetapi memberikan alasan yang kuat dan meyakinkan audiens untuk mengambil langkah selanjutnya.

Contoh:

“Daftar sekarang untuk uji coba gratis selama 30 hari dan lihat sendiri perbedaannya.”

CTA ini jelas, tidak memaksa, dan menawarkan sesuatu yang berharga bagi audiens.

6. Kesesuaian Nada dengan Brand dan Audiens

Nada dan gaya penulisan dalam good copywriting selalu konsisten dengan identitas merek dan sesuai dengan audiens yang dituju. Misalnya, gaya formal mungkin cocok untuk perusahaan teknologi besar, sedangkan nada yang lebih kasual mungkin lebih efektif untuk startup kreatif.

Kesimpulan

Perbedaan antara bad copywriting dan good copywriting terletak pada pemahaman mendalam tentang audiens, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif, dan penggunaan bahasa yang jelas serta persuasif. Copywriting yang baik bukan hanya tentang merangkai kata-kata, tetapi tentang membangun hubungan dengan audiens, menyampaikan nilai produk secara efektif, dan mendorong tindakan dengan cara yang tidak memaksa.

Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, kamu dapat memastikan bahwa pesan yang kamu sampaikan tidak hanya didengar, tetapi juga diingat dan direspons. Copywriting yang efektif adalah kunci untuk menarik perhatian dan mengubah audiens menjadi pelanggan setia.

Jelajahi Dunia Penulisan dengan Program Magister Scriptwriting dan Copywriting di PCU dan IDS Digital College!

program S2 Scriptwriting

Bergabunglah dengan program S2 Scriptwriting dan Copywriting, hasil kolaborasi antara IDS Digital College dan Petra Christian University dirancang khusus untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang seni menulis naskah untuk film dan iklan. Program ini mencakup penelitian, pengembangan cerita, teknik penulisan skenario, dan strategi komunikasi dalam konteks industri kreatif.

Dapatkan keterampilan yang sangat dicari dalam industri film dan iklan. Keahlian dalam penulisan skenario dan copywriting yang kuat akan menjadi nilai tambah bagi karir, membuka peluang dalam penulisan skrip film, produksi iklan, konten digital, dan pengembangan proyek-proyek kreatif lainnya.

Daftar sekarang dan mulailah perjalananmu menuju karir yang sukses dan penuh kreativitas di dunia perfilman dan iklan!

Posted in: News