Unreal Engine Teknologi Masa Depan Game Dan Film - IDS Digital College

Unreal Engine, Teknologi untuk Masa Depan Game dan Film di Indonesia

Unreal Engine, Teknologi untuk Masa Depan Game dan Film di Indonesia


Unreal Engine

Bagi yang sering bermain game pasti tidak asing dengan Unreal Engine. Unreal engine merupakan teknologi yang menjadikan 3D computer graphics tampil lebih nyata.  Game populer seperti Fortnite, Rocket League, atau Valorant juga menggunakan teknologi Engine untuk menunjang penampilan game mereka. 

Epic Games adalah perusahaan yang mengembangkan Unreal Engine. Nama Epic Games bukanlah nama yang tidak asing, perusahaan ini juga yang mengembangkan game free-to-play, Fortnite. Sebelum menjadi aplikasi andalan untuk mengembangkan video game hingga menjadi teknologi yang berevolusi di luar industri gaming, Epic Games memiliki perjalanan yang panjang. 

Sejarah Unreal Engine

Pada tahun 1998, Unreal Engine pertama kali dirilis bersamaan dengan peluncuran game first-person shooter bernama Unreal. Engine tersebut dikembangkan oleh Tim Sweeney selama kurang lebih tiga setengah tahun. Epic juga menyediakan level editor dan UnrealED bagi pemain yang memungkinkan pemain memodifikasi game untuk pertama kalinya. Selain itu, Unreal Engine juga menambahkan mode NPC, fitur multiplayer online, dan membuat game versi PlayStation 2. 

Memasuki Tahun 1999, Unreal Engine tumbuh melalui 3 iterasi yang meningkat dan memperbarui teknologi game untuk setiap versi yang baru. Game yang dibuat dengan Engine menjadi semakin populer.

Tahun 2003, ada banyak peningkatan yang dilakukan oleh engine, salah satunya adalah penghapusan UnrealScript yang digantikan dengan C++.  

Tahun 2004, Unreal 3 dan perilisan Unreal Development Kit Unreal 3 melakukan pembaruan yang sangat signifikan melebihi Unreal versi ke-2. Renderer, sound system, physics engine, termasuk ke dalam item-item yang diperbarui. 

Sementara itu, Unreal Engine yang ke-4 dirilis pada tahun 2014. Pembaruan itu memperkenalkan perubahan besar dengan mengganti Kismet dengan konsep blueprint yang baru.

Akhirnya, pada tahun 2015, Epic memutuskan untuk membuat Unreal 4 tersedia gratis secara penuh dan membuat marketplace yang menjadi media untuk para kreator menjual produk berbasis game. 

Tahun 2019, siapapun dapat mengunduh Unreal Engine versi terbaru secara gratis. Terdapat pula komunitas pengguna dan media dengan harga terjangkau di Unreal marketplace. Epic yang telah menyediakan blueprint sebagai media untuk berbagai jenis game, mengalami penurunan kurva pembelajaran, meskipun Epic sendiri telah menyediakan alat pembelajaran dan dokumentasi yang hebat.

Di tahun 2022 ini Unreal Engine 5 telah dirilis. Di versi kali ini Unreal Engine memungkinkan pengembang dan pembuat game untuk mewujudkan ide dan pengalaman 3D real-time generasi berikutnya dengan kebebasan, ketepatan, dan fleksibilitas yang lebih besar daripada sebelumnya.

Dari sejarah Unreal Engine memang terlihat bahwa teknologi tersebut sengaja dibuat untuk game. Seiring berjalannya waktu, penggunaan Unreal Engine juga diterapkan ke dalam film. Hal tersebut mungkin karena film memiliki karakteristik yang mirip dengan game.

Unreal Engine

Unreal Engine Untuk Film & Game 

Salah satu filmmaker yang sering menggunakan Unreal Engine pada film-filmnya adalah Jon Favreau. Jon Favreau mungkin lebih dikenal sebagai Happy Hogan untuk perannya di film Iron Man ataupun Spider-Man. Karya Jon yang menggunakan Unreal Engine salah satunya adalah serial The Mandalorian. Pada pembuatan The Mandalorian, green screen atau penambahan CGI sangat jarang dilakukan. Sebagai gantinya, para kru menggunakan layar LED untuk memproyeksikan latar belakang virtual. Sebelumnya, latar belakang virtual tersebut telah dibuat menggunakan Unreal Engine. 

Selain itu ada juga Life is  a Rally, K.I.T, Meerkat Short Film, Hello World, Terra, The Getaway, hingga Game of Thrones dan Star Wars adalah film-film yang menggunakan Unreal Engine.

Kehadiran Unreal Engine pun dilirik oleh sineas Indonesia. Sebut saja Upie Guava, seorang sutradara yang banyak menggarap video klip dan iklan komersial. Video klip Armand Maulana yang berjudul Be With You dan konser virtual Noah BRImo Concert 2021 adalah proyek Uvie yang menggunakan Unreal Engine.

Sedangkan untuk game, developer asal Yogyakarta, Stairway Games ikut mengembangkan game Coral Island dengan Unreal Engine. Penggunaan Unreal Engine tentu dimaksudkan agar grafis game lebih meningkat. Coral Island pun mendapat respon positif dari pemainnya yang kagum akan tampilannya yang indah. Coral Island juga berhasil mendapat pendanaan terbanyak di platform Kickstarter.

Kelebihan Menggunakan Unreal Engine

Menggunakan Unreal Engine dapat menyederhanakan proses produksi film, iklan, maupun video klip yang tadinya rumit. Pekerjaan yang biasanya dikerjakan dalam beberapa hari, kini dapat selesai dalam hitungan menit saja. Melalui Unreal Engine kini membuat pekerjaan lebih praktis dengan hasil yang memuaskan.

Unreal Engine saat ini menjadi alternatif dari CGI. Menggunakan In-Camera Visual Effect dapat menampilkan CGI secara real-time. Cara tersebut membawa keuntungan bagi tim produksi film, salah satunya adalah menghemat waktu post-production, karena special effect dapat ditampilkan saat pengambilan gambar. Para aktor juga bisa berakting lebih alami. 

Melalui manipulasi virtual background, para kru dapat mengubah angle kamera tanpa perlu memindahkan posisi kamera. 

Pada Unreal Engine 5 terdapat fitur baru yang diperkenalkan yaitu, Nanite dan Lumen. Nanite memberikan tampilan visual dengan detail geometris yang masif, sementara Lumen memberikan solusi pencahayaan yang lebih dinamis. 

Untuk game, fitur lain yang ditawarkan Unreal Engine adalah fitur virtual scripting yang bernama blueprint. Fitur ini memungkinkan programmer atau seseorang yang memiliki pengetahuan melakukan coding dapat membuat prototipe yang bisa dikembangkan lebih jauh. 

Posted in: News