Panduan untuk Pemula: Berkenalan dengan GitHub - IDS Digital College

Panduan untuk Pemula: Berkenalan dengan GitHub

Panduan untuk Pemula: Berkenalan dengan GitHub


github

GitHub merupakan platform yang sangat populer di kalangan developer dengan lebih dari 83 juta pengguna. Terlebih saat pandemi dan memaksa banyak orang untuk bekerja dari rumah, GitHub memudahkan pekerjaan developer untuk berkolaborasi bersama tim secara real time.

GitHub merupakan situs web berbasis cloud yang membantu developer menyimpan dan mengelola kode, serta melacak dan mengontrol perubahan kode tersebut.

GitHub memiliki antarmuka yang ramah bagi pengguna sehingga jika kamu baru akan memulai membuat kode dapat menggunakan platform ini. Tanpa GitHub, kamu mungkin perlu memahami teknis dan penggunaan baris perintah terlebih dulu.

GitHub merupakan platform yang terdiri atas dua sistem utama, yakni git dan version control. Version control merupakan sistem yang mencatat semua perubahan kode dalam project. Sistem ini berguna ketika kita ingin melihat riwayat kode yang pernah kita tulis.

Git merupakan distributed version control yang memungkinkan riwayat kode dapat diakses, tidak hanya oleh pencipta kode, namun juga semua orang dalam project tersebut.

GitHub mendukung beberapa bahasa pemrograman populer. Sebut saja seperti C++, Java, PHP, dan Python. GitHub juga tersedia secara gratis dan dalam jumlah tak terbatas. Namun jika kamu mengharapkan keamanan lebih dan dukungan langsung dari GitHub, kamu bisa membeli fitur tambahan mulai dari 4$ per orang/bulan.

Bahasa GitHub

Untuk menggunakanya, kamu perlu memahami beberapa istilah-istilah yang terdapat dalam aplikasi ini. Istilah-istilah tersebut adalah, sebagai berikut:

  • Repository (Repo) – Folder tempat semua file dan riwayat kode project disimpan.
  • Commit – Rekaman riwayat perubahan file, meliputi siapa, apa dan kapan perubahan terjadi.
  • Clone – Salinan Repository di komputer untuk dapat diedit secara offline di perangkat kamu.
  • Fork – Menyalin Repository pengguna lain ke akun GitHub kamu.
  • Remote – Versi Repository yang disimpan di server GitHub. Sinkronisasikan dengan versi Clone sehingga perubahan offline akan tetap tercatat.
  • Branch – Cabang dari Repository utama atau workspace tempat kamu dapat membuat perubahan, seperti bereksperimen atau memperbaiki bug, tetapi tidak akan mempengaruhi situs secara langsung.
  • Merge – Menggabungkan kode yang sudah diubah pada suatu Branch ke Repository lainnya.
  • Pull Request – Mengusulkan suatu perubahan pada Repository ke pemilik/pemimpin project.
  • Issue – Saran, pertanyaan, atau permintaan yang berhubungan dengan Repository.

Memahami bahasa GitHub mungkin akan menyusahkan pada awalnya, namun semakin kamu bergelut dengan platform ini, kamu akan semakin mudah  memahami seluk beluknya.

Memulai GitHub

Setelah kamu memahami istilah-istilahnya, bagaimana langkah untuk memulai penggunaan platform ini? Ini adalah caranya:

  1. Instal Git versi terbaru di perangkat kamu. Kamu perlu menginstal Git terlebih dulu untuk dapat bekerja dengan repository GitHub. Ada berbagai cara untuk melakukannya, jadi ikuti rekomendasi di situs web Git. Tenang, software Git tersedia secara gratis.
  2. Setelah menginstal Git, buka situs web GitHub dan buat akun dengan alamat email kamu.
  3. Setelah akun kamu dibuat, kamu akan dibawa ke dashboard. Untuk membuat repository pertama kamu, klik Create repository di sisi kiri.
  4. Pada layar Create a new repository, masukkan nama repository kamu dan deskripsi (opsional – kamu bisa merubah keduanya nanti).
  5. Pada layar yang sama, tambahkan file README (file teks yang menjelaskan project kamu, dan praktik terbaik dalam pengembangan), .gitignore (yang menghapus file yang tidak relevan seperti .DS_Store), dan lisensi untuk project kamu.
  6. Klik Create repository. Kamu akan dibawa ke halaman repository utama yang berisi daftar file kamu.
  7. Sekarang kamu akan membuat salinan lokal dari repository GitHub kamu (atau dalam istilah GitHub “clone” repository kamu) di mana kamu akan mengedit file kamu dan mendorong perubahan. Di halaman repository utama kamu, klik tombol Code hijau, lalu salin URL HTTPS repository kamu.
  8. Buka terminal kamu dan arahkan ke direktori tempat kamu ingin menempatkan salinan repository kamu
  9. Di terminal, masukkan git clone. Setelah itu, paste atau tempel di URL repository yang sebelumnya kamu salin.
  10. Tekan Enter untuk mengkloning repository kamu. Kamu akan melihat file baru ditambahkan ke sistem file lokal kamu dengan nama yang kamu berikan tadi. Jika kamu membuka file ini, kamu akan melihatnya berisi file-file di repository kamu. Ini adalah versi salinan dari file repository kamu yang dapat kamu edit dan dorong kembali ke repository kamu.
  11. Langkah selanjutnya, buat file baru di repository kloning kamu, lalu push  atau dorong ke GitHub. Di clone lokal kamu, buat file teks baru bernama hello.txt. Di dalamnya, paste atau tempel teks Hello, world! Dan simpan filenya.
  12. Di terminal, navigasikan ke dalam repository ‘clone’ kamu.
  13. Di terminal, ketik git add dan tekan Enter. Ini mempersiapkan semua file dalam repository ‘clone’ kamu untuk di-push.
  14. Di terminal, ketik git commit –m “added hello.txt” dan tekan Enter. Ini membuat perubahan kamu ke changelog. Teks dalam tanda kutip adalah komentar yang menjelaskan secara singkat tujuan dari commit.
  15. Ketik git push origin main di terminal dan tekan Enter.
  16. Kembali ke repository GitHub kamu, dan kamu akan melihat file baru kamu ditambahkan.

Akhir Kata

Inilah paduan penggunaan GitHub untuk pemula. GitHub merupakan platform penting bagi developer dan sekarang, kamu dapat berkolaborasi atau sekadar menampilkan portofolio kamu.

Jika kamu ingin mempelajarinya lebih lanjut, kamu dapat mengikuti kelas-kelas yang disediakan IDS. Cek sekarang dan jangan sampai ketinggalan, ya!

github

Sumber: dewaweb.com

Posted in: News