Cek Item ini Sebelum Membuat Aplikasi Android - IDS Digital College

Cek Item ini Sebelum Membuat Aplikasi Android Sendiri

Cek Item ini Sebelum Membuat Aplikasi Android Sendiri


android

Pada tahun 2017, Google Play Store memiliki lebih dari 3.5 juta aplikasi android. Melihat jumlah ini maka bisa disimpulkan kalau setiap tahunnya, aplikasi-aplikasi baru terus bermunculan, jumlahnya pun tidak sedikit. Tidak dipungkiri juga jika pekerjaan sebagai android developer akan semakin diminati. Permintaannya pun tidak sedikit. Nah sebelum kamu membuat aplikasi android IDS merangkum beberapa item yang akan kamu butuhkan!

Mempelajari programming untuk menjadi app developer terbilang pekerjaan yang cukup sepadan. Pekerjaan ini dibutuhkan di seluruh dunia. Mobile app juga memiliki ragam bidang, mulai dari komunikasi, pendidikan, finansial, kesehatan, belanja, musik, dan lainnya. 

Oleh karena itu, tidak sedikit orang-orang yang berkeinginan untuk membuat aplikasi milik sendiri. Membuat aplikasi sendiri meski terdengar sulit namun bukanlah hal yang mustahil. Nah, untuk membuat aplikasi milik sendiri tentu banyak yang mengira jika coding adalah senjata utama. Padahal, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan agar aplikasi buatanmu siap diunduh orang banyak. 

Sebelum melakukan coding dan menciptakan aplikasi android diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai bahasa pemrograman. 

Ketika membuat program komputer, tentu kita harus menggunakan bahasa yang lebih dimengerti komputer. Bahasa pemrograman digunakan untuk mengeluarkan perintah kepada komputer agar program yang kita ciptakan memiliki output yang sesuai dengan keinginan kita. 

Bahasa pemrograman memiliki berbagai jenis dan perbedaan, begitu juga jika ingin membuat aplikasi android, ada bahasa pemrograman khusus yang lebih tepat untuk digunakan.

Java adalah salah satu bahasa pemrograman yang harus kamu pelajari bila ingin membuat aplikasi berbasis android. 

Java

Java dikenal juga sebagai bahasa pemrograman resmi yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi android. Bahkan bisa dibilang kalau banyak aplikasi yang diluncurkan di Google Play Store menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman. Java termasuk ke dalam kategori high-level, namun banyak yang mengatakan kalau Java termasuk bahasa pemrograman yang mudah dipelajari. Java terstruktur dengan baik dan berbasis object-oriented. 

Java juga memungkinkan pengembang untuk menciptakan aplikasi yang bisa disesuaikan dengan jenis perangkat apapun. Selain itu, Java memiliki fitur memory management, yang secara otomatis menghapus program yang telah lama tidak dipakai.

Sebagai pemula yang masih awam dengan Java, ada banyak komunitas global serta dokumentasi yang tersedia. Sehingga, bila kamu menemui kesulitan, tidak akan sulit mencari jalan keluarnya.

Lewat bahasa pemrograman Java, coding ditulis. Selanjutnya kita memerlukan elemen yang membantu menentukan tampilan aplikasi. 

XML

Extensible Markup Language atau XML, adalah bahasa markup dan format file yang berfungsi untuk menyimpan, mentransmisikan, dan merekonstruksi data arbitrer. Singkatnya, Layout pada android ditulis menggunakan XML. Layout sama saja dengan struktur user interface pada aplikasi seluler. XML hampir mirip dengan HTML, namun bedanya tidak menggunakan tag yang telah ditentukan. 

Selanjutnya, yang kamu butuhkan adalah alat yang membantu aplikasimu dapat berjalan di android, yaitu Android SDK.

android

Android SDK

Android SDK adalah singkatan dari Android Software Development Kit. Android SDK merupakan kit yang dibuat khusus oleh google untuk mengembangkan aplikasi berbasis android. Android SDK berisi alat-alat (tools) yang mencakup platform-tools, build-tools, SDK-tools, The Android Debug Bridge (ADB), serta Android Emulator. Baik kamu mengembangkan aplikasi menggunakan Java, Kotlin, ataupun C# kamu tetap memerlukan Android SDK untuk menjalankan aplikasi di perangkat android.

Selain Android SDK, kamu juga memerlukan Android Studio sebagai lingkungan untuk membangun aplikasi.

Android Studio 

Android Studio adalah Integrated Development Environment (IDE) resmi untuk mengembangkan aplikasi android, yang didasarkan pada IntelliJ IDEA. Android Studio berperan sebagai lingkungan terpadu untuk menciptakan aplikasi berbasis ponsel, tablet, android wear, android tv, dan android auto. Android Studio juga menawarkan banyak fitur yang dapat meningkatkan produktivitas kerja, seperti:

  1. Sistem build berbasis Gradle yang fleksibel;
  2. Emulator yang cepat dan kaya fitur;
  3. Merupakan lingkungan terpadu untuk menciptakan aplikasi di semua perangkat android;
  4. Menerapkan perubahan untuk melakukan push pada perubahan code dan resource ke aplikasi yang sedang berjalan tanpa memulai ulang aplikasi;
  5. Memiliki code editor yang dapat membantu menulis kode yang lebih baik dan lebih cepat;
  6. Android Studio telah diintegrasikan dengan GitHub dan Subversion, sehingga mendukung proyek tim;
  7. Telah didukung oleh C++ dan NDK, sehingga pengembang dapat dengan cepat membangun komponen JNI di dalam aplikasi;
  8. Android Studio juga menyediakan drag-and-drop visual editor yang membantu untuk memudahkan membuat layout;
  9. Dan masih banyak lagi.

Aplikasi yang sedang dikembangkan tidak akan dapat melakukan interaksi secara mandiri dengan aplikasi lain, maka dari itu API dibutuhkan.

Application Programming Interface

Application Programming Interface atau API adalah kumpulan aturan yang memungkinkan dua atau lebih program berkomunikasi secara bersamaan. Dapat diibaratkan kalau API adalah jembatan untuk aplikasi. Ketika kamu mengirim pesan pada aplikasi pesan instan, mengecek cuaca, atau menggunakan sosial media, maka kamu telah menggunakan API. 

Untuk menunjang setiap aktivitas yang dilakukan pengguna aplikasi pasti membutuhkan database, terdapat database yang sesuai untuk digunakan aplikasi seluler, yaitu SQLite.

SQLite

SQLite adalah sistem manajemen database relasional yang ditulis dalam ANSI-C. SQLite memiliki ukuran yang ringan dan kinerja memorinya cocok untuk digunakan pada perangkat seluler. Basis data aplikasi akan tersimpan pada perangkat, sehingga pengembang tidak memerlukan server lagi. Bisa dibilang kalau SQLite adalah mesin database yang paling banyak digunakan pengembang di seluruh dunia. Format dari SQLite sangat stabil dan dapat digunakan lintas platform. File database SQLite biasanya digunakan sebagai wadah untuk mentransfer konten yang kaya akan sistem serta sebagai arsip data dalam jangka panjang. Kode sumber SQLite berada di domain publik sehingga bebas digunakan untuk semua orang, setidaknya ada 1 triliun database SQLite yang aktif digunakan.

Sumber: binaracademy.com

Posted in: News