5 Tren Keamanan Siber 2023 - IDS Digital College

5 Tren Keamanan Siber 2023 untuk Meningkatkan Kewaspadaan

5 Tren Keamanan Siber 2023 untuk Meningkatkan Kewaspadaan


Seiring dengan perkembangan teknologi yang mengarah ke digital, keamanan siber pun perlu menjadi poin penting yang tidak boleh dilupakan. Pada 2023 ini, di Indonesia sendiri sudah terjadi berkali-kali kasus kebobolan yang menyebabkan data masyarakat menjadi bocor.

Serangan siber inilah yang menjadi aktor dibalik peristiwa tersebut. Di tahun 2023, keamanan siber perlu mendapatkan peningkatan dari segala macam serangan-serangan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berikut ini adalah tren serangan siber 2023 yang mungkin bisa menjadi dasar untuk meningkatkan keamanan siber di tahun ini.

Tren Keamanan Siber 2023

1. Akselerasi Adopsi 5G yang Rentan

Perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks menyebutkan bahwa koneksi 5G di Asia Pasifik akan melonjak pesat pada tahun 2025. Jumlahnya bahkan mencapai 430 juta, meningkat total 200 juta jika dibandingkan tahun 2021.

Meskipun memberikan kemudahan, kelincahan, skalabilitas, dan kinerja yang lebih besar, 5G yang juga memperkenalkan teknologi cloud akan rentan terhadap keamanan siber yang menyerang cloud.

2. Mengamankan Perangkat Medis yang Terkoneksi

Tren keamanan siber 2023 kedua adalah mengamankan perangkat medis yang terkoneksi. Pada industri kesehatan, sekarang ini sudah mulai menerapkan digitalisasi dan memungkinkan pasien bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dari jarak yang jauh.

Namun, data kesehatan pasien yang tercatat itu perlu untuk dilakukan perlindungan. Biasanya, data yang diincar oleh penjahat siber adalah catatan kesehatan pasien. Selain itu, mereka juga bisa mengenkripsi data dengan ransomware.

3. Serangan terhadap Cloud Supply

Saat ini, banyak sekali perusahaan yang sudah mengadopsi cloud native. Cloud native adalah pendekatan perangkat lunak untuk membangun, melakukan deployment, dan mengelola aplikasi modern di lingkungan komputasi cloud.

Palo Alto Networks melihat bahwa penjahat siber ini memberikan target kepada para sukarelawan yang mengelola konstruksi kode open source ini melalui pembaruan software package. Mereka juga mengungkapkan bahwa 37 persen organisasi pada 2023 akan mengalami peningkatan serangan yang signifikan.

4. Perdebatan tentang Penguasaan Data akan Semakin Intens

Selanjutnya, tren keamanan siber 2023 juga akan mengarah kepada perdebatan tentang penguasaan data. Dunia saat ini sangat bergantung pada informasi digital. Oleh karena itu undang-undang atau aturan yang mengatur tentang perlindungan terhadap data warga negara pun semakin intens untuk dibicarakan.

Oleh karena itu, dikatakan bahwa beberapa negara akan menerapkan kebijakan lokalisasi data. Dengan menyimpan data di wilayah negaranya masing-masing maka meminimalisir kebocoran data yang disebabkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal itu juga berkaitan erat dengan privasi warga negara dan identitas. Meskipun demikian, tidak semua orang sepakat dengan kebijakan ini. Hal ini melanggar prinsip internet yang diciptakan untuk mengalirkan data secara bebas. Jika diproteksi sedemikian rupa maka diprediksi internet akan mati.

5. Metaverse Memungkinkan Penjahat Siber Beraksi

Metaverse adalah salah satu teknologi yang digadang-gadang akan merajai dunia pada masa depan. Diperkirakan lebih dari 54 miliar dolar AS dihabiskan setiap tahunnya untuk memproduksi produk virtual metaverse. Namun, di sisi lain, metaverse pun juga bisa menjadi area bermain bagi para penjahat siber.

Tren Keamanan Siber 2023

Ada 4 area penting yang akan memungkinkan diserang oleh penjahat siber di metaverse. Yaitu:

– Platform: sebagian besar platform metaverse dibangun dengan arsitektur cloud. Arsitektur tersebut sangat rentan terhadap serangan.

– Saluran: metaverse juga berinteraksi dengan platform lain melalui application programming interface (API) dan protokol penghubung lainnya. Koneksi tersebut tentu akan menjadi sasaran para penjahat siber.

– Edge: untuk masuk ke dalam dunia metaverse, pengguna perlu untuk memakai sebuah device seperti smart glasses atau VR headset. Device tersebut sangat rentan terhadap serangan yang menyasar endpoint, data, dan privasi pengguna.

– Pengguna: area yang juga tidak kalah penting adalah pengguna. Penjahat siber bukan tidak mungkin akan mengincar identitas digital pengguna melalui metaverse.

Demikian adalah 5 tren keamanan siber 2023 yang diprediksi akan terjadi pada tahun ini. Meningkatnya teknologi digital yang dikembangkan oleh dunia saat ini tentu harus dibarengi dengan peningkatan keamanan siber yang tidak boleh disepelekan. Dengan adanya keamanan siber yang memadai, maka akan menyulitkan para penjahat siber untuk mencuri data atau mengambil keuntungan secara sepihak.

Minat untuk berkarier di bidang IT atau sedang mencari sekolah IT? Yuk bergabung di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Indo Daya Suvana (IDS Digital College). IDS Digital College adalah institusi pendidikan formal jenjang Strata 1 (S1) dan Magister (S2) yang dirancang dengan pendekatan Real World Project yang akan membuat kamu siap menghadapi tantangan karir, bisnis dan pertumbuhan teknologi. Pada program S1 tersedia peminatan pada Cyber Security (CS), Software Engineering (SE) dan Multimedia Technology (MT). IDS Digital College bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) menyelenggarakan pendidikan Program S2 Startup Teknologi yang berada di bawah Magister Inovasi Sistem dan Teknologi.

Posted in: News