Ingin Jadi Full-Stack Developer? Kuasai 7 Skill Ini! - IDS Digital College

Ingin Jadi Full-Stack Developer? Kuasai 7 Skill Ini!

Ingin Jadi Full-Stack Developer? Kuasai 7 Skill Ini!


Saat membicarakan pengembangan aplikasi atau website, Full-stack developer menjadi profesi yang memegang tanggung jawab yang luas. Sebab, Full-stack developer berperan penting dalam berjalannya aplikasi atau website, perangkat lunak, dan komponen bisnis lainnya.

Untuk menjadi full-stack developer dibutuhkan keahlian khusus mengenai front end development dan back-end development, termasuk user interface dan user experience. Serta diharuskan untuk memahami berbagai alat dan teknologi yang digunakan untuk menciptakan website atau aplikasi yang berbeda. 

Dengan beban kerja yang terasa lebih besar, profesi Full-stack developer sangat tinggi permintaannya. Sebagai pemula, akan ada banyak tantangan untuk menjadi full-stack developer.  Akan lebih baik jika kamu mempersiapkan diri terlebih dahulu. Simak skill yang harus dikuasai sebagai full-stack developer yang andal, di bawah ini!

Full-Stack Developer

  1. Menguasai HTML, dan CSS

Menguasai HTML, dan CSS adalah skill dasar yang harus dimengerti oleh front-end development.  HTML digunakan untuk menyusun struktur desain web, sedangkan CSS digunakan untuk mendesain tampilan website/ aplikasi yang telah ditulis oleh HTML, seperti penempatan elemen, termasuk pewarnaan, font, dan lainnya.

Bisa dibilang jika penggunaan HTML dan CSS dibutuhkan untuk memperkaya pengalaman dan mempercantik tampilan website bagi pengguna.

  1. Menguasai JavaScript

JavaScript termasuk bahasa pemrograman yang digunakan baik dalam front-end dan back-end development.  JavaScript termasuk bahasa pemrograman yang mudah dan termasuk yang paling banyak digunakan oleh pengembang.

Dengan JavaScript akan membuat website/ aplikasi lebih interaktif dan dinamis. Penggunaannya juga dapat disandingkan dengan HTML.

  1. Memahami UI/UX

Sebelumnya telah disinggung jika full-stack developer termasuk menangani tampilan sebuah website/ aplikasi. Untuk itu, full-stack developer harus memahami User Interface dan User Experience yang baik.

User Interface mengacu pada tampilan visual website / aplikasi, sedangkan User Experience mengacu pada pengalaman pengguna saat menggunakan website / aplikasi. Dengan memahami UI/UX maka proses pengembangan perangkat lunak akan lebih mudah.

  1. Pengelolaan Database

Selanjutnya, adalah mengetahui pengelolaan database.  Pengetahuan mengenai struktur data membantu developer memahami di mana dan bagaimana sebuah data akan disimpan. 

Hal ini salah satunya akan berguna bila kamu akan mengembangkan sebuah e-commerce. Umumnya, manajemen database terbagi ke dalam dua bagian, yaitu: relational database (SQL, MySQL, & PostgreSQL) dan non-relational database (MongoDB, Apache Cassandra, & NoSQL).

  1. Memahami VCS (Version Control System)

Saat mengembangkan website/ aplikasi, tentu full-stack developer tidak mengerjakannya seorang diri, melainkan bersama developer lain. Memahami VCS akan membantu pekerjaan developer lebih efisien seperti, mengatur manajemen projek, mengatur workflow, hingga melacak setiap perkembangan projek.

Selain itu, melalui VCS, developer juga dapat saling berinteraksi dan saling berbagai ide atau kendala. Beberapa VCS terbaik yang bisa digunakan antaranya, GIT, GitHub, GitLab, dan Apache Subversion.

  1. Memahami Sistem Operasi

Salah satu faktor yang penting saat mengembangkan perangkat lunak adalah memilih platform tempat website/ aplikasi akan berjalan.  Sebab, pengembangan website/ aplikasi akan disesuaikan dengan sistem operasi perangkat. Beberapa jenis sistem operasi diantaranya, Linux, macOS, dan Windows.

  1. Penggunaan Alat Monitoring

Saat menggunakan aplikasi, tidak jarang terjadi sebuah crash. Full-stack developer juga bertanggung jawab untuk mengawasi logs dan status server aplikasi dan harus mampu menangani berbagai crash dan menyelesaikannya, meskipun masalah yang dihadapi kompleks. 

Penggunaan alat monitoring akan membantu developer mengecek keseluruhan aplikasi hingga memprediksi dan menganalisis masalah.

Cukup banyak juga ya, yang perlu disiapkan untuk menjadi Full-stack developer. Tapi jangan khawatir, jika kamu berminat kami bisa memberikan banyak pengetahuan dan informasi untukmu apabila kamu bergabung bersama kami dan meraih gelar sarjana di College Program dari IDS College jurusan Software Engineering(S1), Teknik Informatika(S1), Sistem Informasi(S1). Kami tunggu untuk bergabung, see you there!

Posted in: News