Mengenal Perusahaan Startup: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Memulai Bisnis Berbasis Teknologi
Mengenal Perusahaan Startup: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Memulai Bisnis Berbasis Teknologi
Di era digital ini kamu mungkin sering dengar kata “StartUp”, dengan bayangan StartUp merupakan perusahaan teknologi yang keren. Tapi bukan itu. Mudahnya, StartUp adalah perusahaan yang masih dalam awal pengembangan. Biasanya memiliki karyawan yang tidak banyak serta fokus pada berbagai perkembangan dan inovasi.
Umumnya, StartUp memang lebih beresiko daripada bisnis-bisnis yang sudah berjalan lama. Tapi kelebihannya, ia memiliki kemampuan untuk berkembang dengan pesat dan bisa memberikan hasil signifikan untuk para investor dan founders-nya. Banyak hal yang harus dilewati oleh sebuah StartUp. Intinya, kata StartUp yang sering kita dengar ini adalah tahap awal dari sebuah bisnis.
Salah satu StartUp yang kini sudah sukses adalah Zoom yang sering kita gunakan saat ini. Zoom lahir pada tahun 2011 dan kini menjadi aplikasi yang paling sering digunakan untuk melakukan berbagai pertemuan virtual. Awalnya, Zoom kesulitan memiliki investor tetap karena pasarnya sempat tidak berkembang. Tapi siapa sangka, saat pandemi Zoom bisa memiliki valuasi sebesar $1 Milyar yang membuatnya menjadi StartUp Unicorn.
Selain StartUp yang sudah sukses, kita juga perlu pahami StartUp in Early-Stage, yang bermakna StartUp di fase awal. Pada fase ini, biasanya masih melakukan finalisasi produk/jasa, dan masih mengumpulkan data target pasar. Beberapa perusahaan mungkin masih belum bisa membayar karyawannya karena masih di tahap mencari pendanaan. Salah satu contoh yang masih di fase awal adalah Impact Food. StartUp ini menyediakan alternatif menu seafood untuk mengurangi global warming dan mencegah pemancingan ikan berlebihan. Saat ini Impact Food baru saja menutup pendanaan awal dari beberapa perusahaan dan investor sebesar $500.000.
Ada beberapa jenis StartUp, diantaranya:
- Small-to-mid-sized StartUp
StartUp ini merupakan skala kecil hingga menengah. Biasanya jumlah karyawan skala ini tidak lebih dari 2000 orang. Dan cenderung mempertahankan keuntungan dan asetnya.
- StartUp Sosial
Tujuan utama adalah mengembangkan, mendanai dan mengimplementasikan solusi untuk berbagai masalah di bidang sosial, budaya, dan lingkungan.
- Large Business StartUp
Dibuat untuk terus berinovasi dan memberikan gelombang perubahan di industrinya.
- Scalable StartUp
Bisnis ini dibuat untuk bisa terus menaikkan skalanya. Seiring waktu berjalan, bisnis ini akan terus menaikan keuntungannya.
- Acquirable/Buyable Startup
Model StartUp ini hanya dibuat dengan modal yang sedikit tapi memiliki perkembangan yang cukup pesat karena memang modelnya untuk diakuisisi atau dijual ke perusahaan yang lebih besar.
- Lifestyle Startup
berfokus pada gaya hidup dan aktivitas target pasarnya.
Tapi, satu dunia StartUp bisa saja menggandeng beberapa jenis dari yang dijelaskan diatas. Perlu kamu ketahui bahwa, 90% dari StartUp gagal, terlepas dari apapun jenisnya. Kegagalan tersebut mayoritas disebabkan karena masalah cash flow dan manajemen. Untuk menghindari masalah-masalah tersebut, kami akan spill langkah-langkah tepat untuk memulai StartUp tanpa harus terjerat masalah-masalah tersebut. Langkah-langkah tersebut diantaranya:
- Tentukan Tipe StartUp
Sebelum memulai, tentukan terlebih dahulu tipe seperti apa yang kamu akan bangun. Tanyakan pada dirimu tentang skala bisnis yang akan dibangun, apakah perusahaannya akan publik atau tidak, apakah perusahaannya akan dijual atau tidak. Dengan beberapa pertanyaan tersebut, setidaknya kamu sudah ada gambaran yang lebih spesifik.
- Susun Strategi
Lakukan riset mengenai strategi apa yang cocok untuk bisnis yang akan kamu lakukan. Hal ini akan bervariasi tergantung bidang bisnis apa yang akan kamu bangun. Misalnya, perusahaan di bidang konsultan finansial, maka kamu pasti harus mempelajari software untuk mengelola data klien. Kamu juga perlu menentukan produk atau jasa apa yang akan kamu jual.
- Lakukan Riset Pasar untuk Produk Kamu
Setelah kamu punya ide StartUp, dan kamu tahu bahwa StartUp kamu akan mengatasi masalah target yang kamu tuju, kamu harus tetap lakukan riset apa yang membuat target pasar kamu tertarik dengan produk atau jasa yang kamu jual.
- Dapatkan Pendanaan
Untuk menjalankan sebuah bisnis, kita pasti memerlukan modal. Modal ini didapat dari pendanaan. Pendanaan bisa didapat dari berbagai cara. Pertama, dengan bootstrapping, yakni pembiayaan dari dana pribadi founders. Kedua, incubator funding, pendanaan ini biasanya diberikan dari berbagai organisasi berupa modal, pelatihan, koneksi, mentorship, dll. Ketiga, venture capital, pendanaan yang diberikan oleh perusahaan besar yang juga memberikan mereka kesempatan untuk ambil keputusan di perusahaan. Keempat, crowdfunding, pendanaan acak dari fans atau dari pelanggan kamu nanti, tanpa ada penyerahan kepemilikan.
Memulai StartUp ternyata hal yang cukup rumit, ya. Tapi, akan menjadi sesuatu yang dapat dipelajari kalau kamu berada di lingkungan yang tepat. IDS Digital College membuka program Digital Business & StartUp Management (S1) dan StartUp Teknologi (S2) yang bekerja sama dengan ITS Surabaya adalah lingkungan yang tepat untuk kamu mempelajari, mempersiapkan, serta terjun langsung di dunia bisnis StartUp. Kami tunggu untuk bergabung di IDS. See you there!
Sumber: Mengenal Dunia Startup: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Memulai Bisnis Berbasis Teknologi
