Pentingnya Memahami Fair Usage Policy (FUP) - IDS Digital College

Pentingnya Memahami Fair Usage Policy (FUP) Pada Layanan Internet

Pentingnya Memahami Fair Usage Policy (FUP) Pada Layanan Internet


Sebagai pengguna internet aktif, pastinya kita sudah tidak asing dengan kuota internet. Ada banyak jenis kuota internet yang dapat kita beli, dari mulai yang limited hingga unlimited. Tahukah kamu bahwa di paket unlimited ada istilah Fair Usage Policy (FUP)? Bagi kamu yang masih asing dengan istilah ini, mari kita kenalan dengan arti FUP serta penjelasannya.

Kenalan dengan FUP

Fair Usage Policy (FUP) adalah batas pemakaian wajar paket internet unlimited. Biasanya FUP kita temukan pada kolom syarat dan ketentuan saat akan berlangganan paket internet, khususnya paket unlimited yang ditawarkan oleh provider atau penyedia layanan internet. Setiap provider biasanya memiliki kebijakan atas batas pemakaian wajar paket internet unlimited. Jadi ketika pengguna paket internet unlimited tersebut sudah mencapai batas wajar, maka kecepatan transfer data saat awal pemakaian akan berkurang.

Contohnya, jika ada pengguna paket internet unlimited yang menggunakan paket berkecepatan 7,5 megabytes per detik (Mbps) dengan FUP 200GB, maka dia bisa menggunakan paket tersebut dengan kecepatan maksimal hingga 100 hari jika dia mengakses internetnya 2 GB per hari. Tapi jika pelanggan tersebut memakai internet 10GB setiap harinya, maka paket FUP tersebut dapat digunakan selama 30 hari dengan kecepatan maksimal.

Jadi, jika pengguna paket internet unlimited tersebut sudah melampaui batas FUP dalam paket yang dipilihnya, maka kecepatan internetnya otomatis akan menurun walau pun paket internetnya masih memiliki masa berlaku.

Fair Usage Policy (FUP)

Tujuan FUP

FUP bertujuan agar semua pengguna internet bisa merasakan pengalaman menggunakan internet seperti saat menggunakan perangkat lunak Peer-to-peer (P2P) atau hotspot. Tapi perlu diingat, bahwa walau pun sudah memiliki paket internet unlimited, penggunaan internet sebaiknya tetap sesuai kebutuhan agar dapat dimanfaatkan selama paket tersebut aktif.

Biasanya paket internet unlimited dengan kuota utama (misal 2GB sebagai kuota utama) akan menawarkan kecepatan yang lebih baik ketika awal berlangganan. Tetapi seiring penggunaan yang berlebih, kecepatan transfer data pun akan semakin menurun dan lebih lambat dibanding biasanya. Hal ini merupakan hal yang biasa terjadi dan dialami oleh semua pengguna paket internet yang sama.

Strategi tersebut biasanya dilakukan oleh para provider untuk menciptakan keseimbangan konektivitas bagi semua orang. Karena pada dasarnya para penyedia layanan internet atau provider memiliki kapasitas bandwidth yang terbatas atau tidak sebanding dengan jumlah para penggunanya.

Kelebihan dan Kekurangan FUP

Dengan segala penawaran yang diberikan oleh para provider, tentu Fair Usage Policy (FUP) pun memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan dari FUP berdasarkan sudut pandang provider dan pengguna:

  • FUP dianggap sangat menguntungkan provider karena pengguna yang membutuhkan paket internet (kuota) yang lebih besar harus upgrade paket internetnya
  • Bagi pengguna, FUP dianggap menguntungkan karena layanan internet yang diberikan dibagi secara merata sehingga mereka dapat menikmati layanan internet dengan kualitas dan jatah kuota sesuai porsinya. Selain itu, para pengguna kuota internet juga dapat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan internet sesuai kebutuhan masing-masing.

Selanjutnya, berikut kekurangan dari FUP:

  • Para pengguna kuota internet, biasanya memilih paket unlimited karena benar-benar ingin mengakses internet tanpa batasan. Sehingga pembatasan kecepatan pada paket unlimited dianggap merugikan.
  • Banyak pekerjaan yang tertunda karena adanya FUP ini. Sehingga para pengguna mengharapkan adanya layanan khusus bagi para pengguna internet yang membutuhkan kecepatan internet yang stabil dan tidak mengikuti kebijakan FUP.

Tentu kebijakan diterapkannya Fair Usage Policy (FUP) ini sudah berdasarkan pertimbangan yang matang oleh masing-masing provider. Oleh karena itu, para pengguna internet sebaiknya lebih teliti ketika membeli paket internet, jangan sampai merasa dirugikan oleh kebijakan yang memang sudah ditentukan. Jika membutuhkan internet yang cepat dan tanpa batas, mungkin bisa mempertimbangkan untuk menggunakan WiFi.

Sumber: Pentingnya Memahami Fair Usage Policy (FUP) Pada Layanan Internet

Posted in: News