Grab Dapatkan Pinjaman Terbesar di Sektor Teknologi Asia Senilai 28 Triliun - IDS Digital College

Grab Dapatkan Pinjaman Terbesar di Sektor Teknologi Asia Senilai 28 Triliun

Grab sebagai perusahaan startup penyedia layanan on-demand yang saat ini sedang berkembang pesat di tanah air baru saja mendapatkan pinjaman Rp28 triliun. Pinjaman yang didapatkan oleh pesaing startup sejenis, Gojek ini merupakan pinjaman terbesar pada sektor teknologi di Asia. Pinjaman tersebut diberikan dengan tenor 5 tahun. “Pinjaman tenor lima tahun itu ditingkatkan dari (awalnya) US$ 70 juta, setelah mendapatkan komitmen dari investor institusi internasional,” ungkap pihak Grab kepada Reuters. Pinjaman tersebut merupakan hal positif untuk Grab, menurut CEO Grab Anthony Tan. Artinya para investor memiliki kepercayaan terhadap perusahaan dan yakin bahwasanya Grab akan terus berkembang, “Ini karena kami terus membuat kemajuan yang konsisten dalam mencapai tonggak pertumbuhan dan keberlanjutan,” ungkap Anthony. Pinjaman tersebut berbasis poin di atas London Interbank Offered Rate (LIBOR). Dari data per 29 Januari, LIBOR rate 12 bulan sebesar 0,31%, artinya bunga pinjaman decacorn itu 4,81% per tahun. JPMorgan adalah bookrunner utama atas fasilitas pinjaman tersebut. Sedangkan Barclays, Deutsche Bank, HSBC, Mizuho, ​​MUFG dan Standard Chartered jadi bookrunner bersama. Bookrunner sendiri merupakan pihak yang mengajak bank-bank lain untuk berpartisipasi dalam pembiayaan sindikasi. Bookrunner memiliki peran sebagai pengatur pembentukan sindikasi. Menurut data di lapangan, dikatakan jika Grab telah melakukan penawaran saham perdana alias IPO pada tahun ini.Grab menunjuk bank investasi asal Amerika Serikat Morgan Stanley dan JPMorgan Chase and Co untuk membantu proses IPO tersebut. Lewat IPO tersebut Grab menargetkan US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun. Sumber lain mengatakan jika kemungkinan akan ada lebih banyak bank yang dilibatkan untuk IPO Grab tersebut dan rincian penawarannya bisa berubah seiring dengan banyaknya pertimbangan yang akan dikaji. Saat ini Grab justru mengumumkan perolehan pinjaman US$ 2 miliar. Pinjaman tersebut dikatakan untuk memenuhi tujuan umum perusahaan. Namun sayangnya pihak Grab sendiri tidak menjelaskan secara rinci tentang bagaimana penggunaannya. Sementara itu valuasi Grab disebut-sebut lebih dari US$ 16 miliar. Beberapa saat lalu decacorn Singapura menyampaikan jika pendapatan bersih Grab naik hingga 70% secara tahunan (year on year/yoy) dibanding tahun lalu. Ini adalah hal positif sebelum Corona melanda. Bisnis pesan-antar makanan Grab memberikan sumbangan pendapatan lebih dari 50%. Pihak Grab mengatakan jika bisnis GrabFood akan mencapai titik impas di akhir tahun ini. Well, menarik banget kan perkembangan dunia startup. Buat kamu yang ingin bekerja di startup atau industri berbasis digital lainnya, bisa kuliah kelas karyawan di IDS Digital College. Kuliah kelas karyawan di IDS Digital College, kamu bisa ambil jurusan Teknik Informatika atau jurusan Sistem Informasi.

Grab sebagai perusahaan startup penyedia layanan on-demand yang saat ini sedang berkembang pesat di tanah air baru saja mendapatkan pinjaman Rp28 triliun. Pinjaman yang didapatkan oleh pesaing startup sejenis, Gojek ini merupakan pinjaman terbesar pada sektor teknologi di Asia. Pinjaman tersebut diberikan dengan tenor 5 tahun. 

“Pinjaman tenor lima tahun itu ditingkatkan dari (awalnya) US$ 70 juta, setelah mendapatkan komitmen dari investor institusi internasional,” ungkap pihak Grab kepada Reuters. 

Pinjaman tersebut merupakan hal positif untuk Grab, menurut  CEO Grab Anthony Tan. Artinya para investor memiliki kepercayaan terhadap perusahaan dan yakin bahwasanya Grab akan terus berkembang, 

“Ini karena kami terus membuat kemajuan yang konsisten dalam mencapai tonggak pertumbuhan dan keberlanjutan,” ungkap Anthony. 

Pinjaman tersebut berbasis poin di atas London Interbank Offered Rate (LIBOR). Dari data per 29 Januari, LIBOR rate 12 bulan sebesar 0,31%, artinya bunga pinjaman decacorn itu 4,81% per tahun.

JPMorgan adalah bookrunner utama atas fasilitas pinjaman tersebut. Sedangkan Barclays, Deutsche Bank, HSBC, Mizuho, ​​MUFG dan Standard Chartered jadi bookrunner bersama. Bookrunner sendiri merupakan pihak yang mengajak bank-bank lain untuk berpartisipasi dalam pembiayaan sindikasi. 

Bookrunner memiliki peran sebagai pengatur pembentukan sindikasi. Menurut data di lapangan, dikatakan jika Grab telah melakukan penawaran saham perdana alias IPO pada tahun ini.Grab menunjuk bank investasi asal Amerika Serikat Morgan Stanley dan JPMorgan Chase and Co untuk membantu proses IPO tersebut. Lewat IPO tersebut Grab menargetkan US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun. 

Sumber lain mengatakan jika kemungkinan akan ada lebih banyak bank yang dilibatkan untuk IPO Grab tersebut dan rincian penawarannya bisa berubah seiring dengan banyaknya pertimbangan yang akan dikaji. 

Baca Juga : 5 Startup Populer yang Alami Kebangkrutan, Apa Penyebabnya?

Saat ini Grab justru mengumumkan perolehan pinjaman US$ 2 miliar. Pinjaman tersebut dikatakan untuk memenuhi tujuan umum perusahaan. Namun sayangnya pihak Grab sendiri tidak menjelaskan secara rinci tentang bagaimana penggunaannya. 

Sementara itu valuasi Grab disebut-sebut lebih dari US$ 16 miliar. Beberapa saat lalu decacorn Singapura menyampaikan jika pendapatan bersih Grab naik hingga 70% secara tahunan (year on year/yoy) dibanding tahun lalu. Ini adalah hal positif sebelum Corona melanda. Bisnis pesan-antar makanan Grab memberikan sumbangan pendapatan lebih dari 50%. Pihak Grab mengatakan jika bisnis GrabFood akan mencapai titik impas di akhir tahun ini. 

Well, menarik banget kan perkembangan dunia startup. Buat kamu yang ingin bekerja di startup atau industri berbasis digital lainnya, bisa kuliah kelas karyawan di IDS Digital College. Kuliah kelas karyawan di IDS Digital College, kamu bisa ambil jurusan Teknik Informatika atau jurusan Sistem Informasi.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat