Tak Selalu Bertindak Kriminal, Ini Profesi Hacking Legal dengan Bayaran Menggiurkan - IDS Digital College

Tak Selalu Bertindak Kriminal, Ini Profesi Hacking Legal dengan Bayaran Menggiurkan

Peretas yang juga dikenal dengan hacker sering dianggap sebagai orang kriminal. Pasalnya, pekerjaannya tidak jauh dari penggelapan, penipuan serta pencurian data seseorang. Aktivitas peretasan kini makin berkembang dan mustahil untuk dihentikan mengikuti majunya teknologi. Namun, kamu harus tahu jika tidak semua peretas bertindak kriminal dan bermotif merusak atau merugikan orang lain. Belakangan ada profesi hacking legal yang kini mulai dicari banyak perusahaan, termasuk di Indonesia. Seperti apa profesi dari peretas baik satu ini? Dan berapa banyak bayaran yang didapatkan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut.

1. Kategori Hacker di Dunia
Sebelum membahas profesi hacking legal lebih dalam, kamu harus tahu lebih dulu tentang hacker atau peretas. Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan dan beberapa ingin mencoba tantangan. Di dunia ini, hacker terbagi menjadi tiga kategori. Pertama adalah Black Hat, mereka memiliki motivasi untuk mendapatkan uang. Namun ada dari mereka yang ingin balas dendam. Tentunya tindakan mereka dianggap ilegal. Kedua ada Grey Hat yang termotivasi mengambil data dengan cara mencuri. Tindakannya juga dianggap ilegal karena merugikan orang lain. Sementara kategori ketiga yaitu White Hat.

2. Pengertian White Hat
White Hat merupakan kebalikan kategori Black Hat. Tipe hacker ini dianggap tidak merugikan orang lain karena semua tindakannya legal. Tugas utamanya adalah melindungi sebuah sistem dari peretas jahat. Profesi hacking legal biasanya bekerja untuk pemerintah. Namun, tidak sedikit yang bekerja untuk perusahaan demi meningkatkan keamanan data dari peretas. Mereka bekerja mencari celah dan melaporkan kepada pengelola perusahaan. Beberapa nama ternama yang menjadi peretas legal tersohor yaitu Marc “Chameleon” Maiffret, Kevin “Condor” Mitnick, Tsutomu Shimomura, serta Dr Charlie Miller. Gaji yang mereka dapatkan tentu saja menggiurkan.

3. Sertifikasi Hacking Legal
Profesi hacking legal sering disebut sebagai pahlawan di bidang komputer. Mereka tidak hanya mengamankan tapi juga melindungi sebuah sistem dari tindak pencurian data oleh peretas lain. Keahlian hacker ini tak perlu dipertanyakan lagi. Mereka memiliki spesialisasi dalam penetrasi pengujian untuk membuat sebuah sistem tetap aman. Berbagai metode mereka coba mulai dari rekayasa sosial taktik, penggunaan alat-alat hacking, dan banyak lagi lainnya. Untuk bisa mendapatkan profesi hacking legal, kamu harus memahami betul detail dari bahasa pemrograman. Tidak hanya teori tapi juga prakteknya. 

4. Asal Pendapatan Hacking Legal
Sebagai hacker baik, kamu tidak harus bekerja untuk pemerintah atau perusahaan. Ada banyak cara memperoleh pendapatan dengan cara sah atau legal. Salah satunya mengumpulkan ‘bounties bug’ atau celah kesalahan dari perusahaan besar seperti Facebook, Google hingga Microsoft. Nah, setelah menemukan lubang aman di sistem mereka, kamu akan mendapatkan hadiah. Pastinya hadiah yang didapatkan cukup menggiurkan. Sekedar informasi, gaji yang didapatkan peretas baik ini cukup menggiurkan. Berdasarkan Tech World, gaji peretas di Amerika mencapai 70 ribu hingga 95 ribu dolar per tahunnya. 

Profesi hacking legal tidak hanya menggiurkan tapi juga bisa mengasah kemampuan. Apalagi tantangan yang diberikan semakin beragam mengingat perkembangan teknologi semakin cepat. Bagaimana, tertarik untuk menjadi white hat

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat