4 Cara Mudah Agar Kamu Terhindar dari Skimming - IDS Digital College

4 Cara Mudah Agar Kamu Terhindar dari Skimming

Kemajuan teknologi memang mempermudah kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan itu, tidak dipungkiri kejahatan juga ikut mengintai seperti kemunculan skimming. Munculnya tindak kejahatan disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk lemahnya tingkat cyber security Indonesia. Skimming tentu merugikan bagi nasabah sebuah bank, karena ini adalah aksi pencurian informasi pada kartu debit atau kredit. Agar terhindar dari kejahatan ini, kamu bisa simak ciri-cirinya dan mengikuti langkah-langkah berikut. Melakukan Transaksi Secara Online Berdasarkan pakar strategi keamanan perusahaan cyber security seperti VMware Carbon Black, Rick McElroy, transaksi online sebaiknya dilakukan melalui prosesor third-party, seperti Venmo atau PayPal. Jika kamu bertransaksi di sebuah situs dan menawarkan pilihan tersebut, sebaiknya manfaatkan. Cara ini lebih aman daripada harus memakai kartu kredit atau debit. Pembayaran menggunakan PayPal atau layanan serupa membuat pihak situs tidak bisa melihat informasi pembeli dan yang bisa dilihat hanya alamat email saja. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari kejahatan berupa pencurian data pribadi untuk skimming. Gunakan Fitur Kartu Kredit Virtual Pelaku skimming bisa mengambil uang yang disimpan oleh nasabah pada rekening bank melalui informasi di kartu ATM atau kartu kredit. Ciri-ciri dari mesin skimming yang dipasang oknum kejahatan biasanya terdapat pada tempat masuknya kartu di mesin ATM. Cara menghindarinya yaitu bisa dengan menggunakan kartu kredit virtual. Layanan dari kartu kredit virtual ini merupakan nomor sementara yang dapat memungkinkan nasabah pakai kartu kredit asli tanpa harus memaparkan informasi ke pihak yang bersangkutan. Jika masih tetap terkena skim, yang harus kamu lakukan yaitu hanya perlu menutup nomor kartu virtual. Cukup mudah, kan! Jangan Mudah Tergiur Tawaran Hadiah Munculnya penawaran barang gratisan atau voucher belanja memang menggiurkan. Dibalik itu, kamu bisa saja menjadi target bagi pelaku aksi kriminal skimming. Sebaiknya ketahui dulu seluk beluk tawaran hadiah tersebut sebelum menerimanya. Kejahatan jenis ini bukan rahasia baru. Masih saja ada nasabah yang gampang tergiur dan memberikan informasi kartu debit atau kreditnya dengan cuma-cuma. Kalau kamu sudah terlanjur menerima tawaran dari hadiah yang mencurigakan tadi, segera lakukan kontrol pada transaksi kartu debit atau kartu kredit, ya. Langkah tersebut berguna untuk mengetahui apakah tawaran yang diterima tadi masuk ke dalam tindakan skimming atau bukan. Monitoring Rekening Bank Secara Berkala Langkah terakhir, lakukan monitoring pada rekening bank secara berkala. Bagi beberapa dari nasabah bank, mungkin mereka tidak tau jenis transaksi apa saja yang membuat informasi pribadinya bocor ke pelaku skimming. Hal-hal sepele seperti terkoneksinya gadget, seperti laptop atau smartphone, pada wifi publik, bisa jadi celah bagi pelaku untuk mengambil data pribadi. Cara mengontrolnya tidak begitu sulit. Kamu hanya perlu meminta laporan dari bank atau penyedia kartu kredit untuk melihat transaksi apa saja yang telah dilakukan. Kalau ada transaksi yang kamu rasa tidak pernah dilakukan atau mencurigakan, segera konfirmasi dengan pihak bank. Akan lebih baik untuk mengaktifkan peringatan di smartphone tiap melakukan transaksi. Sebenarnya, kejahatan seperti skimming yang marak terjadi bisa kamu hindari dengan mengetahui ciri-ciri dan cara mengantisipasinya. Maka itu, keamanan dalam bertransaksi sangat diutamakan. Program Cyber Security S1 di International Design School bakal membekali kamu dengan pengetahuan berupa teknik pengamanan dan proteksi dalam dunia maya. Segala hal tentang Cyber Security Indonesia mulai dari perancangan, pengujian sistem, teknik pertahanan cyber attack, hingga teknik meretas bisa kamu pelajari. Gabung di International Design School dari sekarang, yuk!

Kemajuan teknologi memang mempermudah kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan itu, tidak dipungkiri kejahatan juga ikut mengintai seperti kemunculan skimming. Munculnya tindak kejahatan disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk lemahnya tingkat cyber security Indonesia. Skimming tentu merugikan bagi nasabah sebuah bank, karena ini adalah aksi pencurian informasi pada kartu debit atau kredit. Agar terhindar dari kejahatan ini, kamu bisa simak ciri-cirinya dan mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Melakukan Transaksi Secara Online

Berdasarkan pakar strategi keamanan perusahaan cyber security seperti VMware Carbon Black, Rick McElroy, transaksi online sebaiknya dilakukan melalui prosesor third-party, seperti Venmo atau PayPal. Jika kamu bertransaksi di sebuah situs dan menawarkan pilihan tersebut, sebaiknya manfaatkan. Cara ini lebih aman daripada harus memakai kartu kredit atau debit. 

Pembayaran menggunakan PayPal atau layanan serupa membuat pihak situs tidak bisa melihat informasi pembeli dan yang bisa dilihat hanya alamat email saja. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari kejahatan berupa pencurian data pribadi untuk skimming. 

2. Gunakan Fitur Kartu Kredit Virtual

Pelaku skimming bisa mengambil uang yang disimpan oleh nasabah pada rekening bank melalui informasi di kartu ATM atau kartu kredit. Ciri-ciri dari mesin skimming yang dipasang oknum kejahatan biasanya terdapat pada tempat masuknya kartu di mesin ATM. Cara menghindarinya yaitu bisa dengan menggunakan kartu kredit virtual. 

Layanan dari kartu kredit virtual ini merupakan nomor sementara yang dapat memungkinkan nasabah pakai kartu kredit asli tanpa harus memaparkan informasi ke pihak yang bersangkutan. Jika masih tetap terkena skim, yang harus kamu lakukan yaitu hanya perlu menutup nomor kartu virtual. Cukup mudah, kan!

3. Jangan Mudah Tergiur Tawaran Hadiah

Munculnya penawaran barang gratisan atau voucher belanja memang menggiurkan. Dibalik itu, kamu bisa saja menjadi target bagi pelaku aksi kriminal skimming. Sebaiknya ketahui dulu seluk beluk tawaran hadiah tersebut sebelum menerimanya. 

Kejahatan jenis ini bukan rahasia baru. Masih saja ada nasabah yang gampang tergiur dan memberikan informasi kartu debit atau kreditnya dengan cuma-cuma. Kalau kamu sudah terlanjur menerima tawaran dari hadiah yang mencurigakan tadi, segera lakukan kontrol pada transaksi kartu debit atau kartu kredit, ya. Langkah tersebut berguna untuk mengetahui apakah tawaran yang diterima tadi masuk ke dalam tindakan skimming atau bukan. 

4. Monitoring Rekening Bank Secara Berkala

Langkah terakhir, lakukan monitoring pada rekening bank secara berkala. Bagi beberapa dari nasabah bank, mungkin mereka tidak tau jenis transaksi apa saja yang membuat informasi pribadinya bocor ke pelaku skimming. Hal-hal sepele seperti terkoneksinya gadget, seperti laptop atau smartphone, pada wifi publik, bisa jadi celah bagi pelaku untuk mengambil data pribadi. 

Cara mengontrolnya tidak begitu sulit. Kamu hanya perlu meminta laporan dari bank atau penyedia kartu kredit untuk melihat transaksi apa saja yang telah dilakukan. Kalau ada transaksi yang kamu rasa tidak pernah dilakukan atau mencurigakan, segera konfirmasi dengan pihak bank. Akan lebih baik untuk mengaktifkan peringatan di smartphone tiap melakukan transaksi. 

Sebenarnya, kejahatan seperti skimming yang marak terjadi bisa kamu hindari dengan mengetahui ciri-ciri dan cara mengantisipasinya. Maka itu, keamanan dalam bertransaksi sangat diutamakan. 

Baca Juga : Kenalan dengan USB Security Key, Hardware yang Bikin Akunmu Nggak Bakal di Hack

Program Cyber Security S1 di International Design School bakal membekali kamu dengan pengetahuan berupa teknik pengamanan dan proteksi dalam dunia maya. Segala hal tentang Cyber Security Indonesia mulai dari perancangan, pengujian sistem, teknik pertahanan cyber attack, hingga teknik meretas bisa kamu pelajari. Gabung di International Design School dari sekarang, yuk!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat