5 Alasan Mengapa Toko E-Commerce Butuh Mobile Apps - IDS Digital College

5 Alasan Mengapa Toko E-Commerce Butuh Mobile Apps

Belanja online bukan hanya sekedar gaya hidup, tapi sudah menjadi kebutuhan. Kini hampir segala aktivitas beralih ke mobile dan orang-orang banyak bertransaksi di situs e-commerce. Penggunaan mobile app dan belanja lewat situs membuat traffic e-commerce ikut meningkat. Menurut penelitian Pew, 8 dari 10 orang Amerika merupakan pembeli online dan 51% dari mereka menggunakan smartphone untuk berbelanja. Hal ini nggak hanya membuat perekonomian Indonesia meningkat, tapi juga membuka peluang prospek kerja Teknik Informatika. Keberadaan smartphone sangatlah penting bagi pertumbuhan bisnis. Berikut beberapa alasan mengapa website e-commerce perlu mengembangkan mobile app dan situs web yang responsif. Memberi Kemudahan dan Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik Meski memiliki situs web yang responsif, browser tetap saja meminta pengguna untuk login ke akun pribadi ketika ingin melanjutkan aktivitas belanja. Beda halnya dengan mobile app, pengguna dimudahkan karena detail informasi telah disimpan di dalam aplikasi dan mereka hanya perlu login satu kali saat menginstall-nya di smartphone. Kemudahan yang ditawarkan akan berdampak pada kepuasan pengguna juga. Mobile app memungkinkan user beralih ke berbagai tab, membuat navigasi, serta menjadikan aktivitas belanja online jadi lebih praktis. Akses ke fitur asli telepon Smartphone memang dipergunakan untuk menjalankan aplikasi mobile. Adanya integrasi komponen built-in pada smartphone seperti GPS dan kamera, memberi pengalaman yang lebih baik buat user. Bahkan, sudah ada beberapa situs e-commerce yang mengangkat konsep belanja interaktif menggunakan fitur khusus pada aplikasi berupa augmented reality dan virtual reality. Mobile app juga memungkinkan user untuk tetap berbelanja meski perangkat tidak terhubung dengan koneksi internet. Namun, tidak semua aplikasi e-commerce menawarkan layanan ini. Meski cukup memakan ruang penyimpanan, ini akan memudahkan pengguna untuk tetap nyaman berbelanja ketika bepergian. Sebagai Saluran Pemasaran Mobile app memungkinkan integrasi media sosial yang menggabungkan berbagai saluran keterlibatan user. Preferensi pengguna telah disimpan dalam aplikasi, sehingga konten dan produk yang ditampilkan jauh lebih relevan. Situs e-commerce juga bisa meningkatkan engagement pelanggan dengan memanfaatkan fitur notification push. Opsi Pembayaran yang Beragam Desain situs web yang menarik saja tidak cukup untuk membuat pelanggan betah jika proses pembayarannya ribet. Berbeda dengan mobile app, aplikasi mobile menawarkan kemudahan dengan menghilangkan hambatan tersebut dan menggunakan cara yang interaktif. Pengguna bisa bertransaksi jauh lebih cepat dan mudah ketika memilih sistem pembayaran cashless atau dompet digital. Selain itu, mengaktifkan otentikasi juga terasa efisien dengan fitur lain seperti fingerprint dan face recognition. Penggabungan AU, VR, dan AI Penggabungan Augmented Reality (AR) dalam mobile app sudah berlangsung. Brand-brand besar seperti IKEA dan Sephora menjadi ujung tombak transformasi. Penggabungan AR / VR (Virtual Reality) dalam aplikasi membuatnya lebih interaktif dan menghasilkan pengalaman pelanggan yang menarik. Mobile app juga memungkinkan integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam bentuk chatbot untuk memfasilitasi pelanggan ketika mencari item pilihan mereka dan mendapatkannya melalui kasir. Bahkan, terdapat personalized shopping assistant yang didukung oleh algoritma machine-learning dan menjadikan aktivitas belanja jadi mudah dan menyenangkan. Meski begitu, prospek kerja Teknik Informatika masih terbuka lebar karena sumber daya manusia masih dibutuhkan dan berperan besar dalam pertumbuhan startup atau mobile app. Itulah beberapa alasan penting mengapa e-commerce butuh mobile app untuk perkembangan bisnisnya. Buat kamu yang tertarik dengan mobile app development bisa belajar di IDS Digital College. Nggak cuma diajarin segala hal tentang mobile app dan perangkat teknologi komputer, tapi kamu juga dipersiapkan untuk terjun di dunia IT. Mumpung prospek kerja Teknik Informatika masih terbuka lebar, gabung di IDS Digital College yuk!

Belanja online bukan hanya sekedar gaya hidup, tapi sudah menjadi kebutuhan. Kini hampir segala aktivitas beralih ke mobile dan orang-orang banyak bertransaksi di situs e-commerce. Penggunaan mobile app dan belanja lewat situs membuat traffic e-commerce ikut meningkat. Menurut penelitian Pew, 8 dari 10 orang Amerika merupakan pembeli online dan 51% dari mereka menggunakan smartphone untuk berbelanja. 

Hal ini nggak hanya membuat perekonomian Indonesia meningkat, tapi juga membuka peluang prospek kerja Teknik Informatika. Keberadaan smartphone sangatlah penting bagi pertumbuhan bisnis. Berikut beberapa alasan mengapa website e-commerce perlu mengembangkan mobile app dan situs web yang responsif. 

1. Memberi Kemudahan dan Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik

Meski memiliki situs web yang responsif, browser tetap saja meminta pengguna untuk login ke akun pribadi ketika ingin melanjutkan aktivitas belanja. Beda halnya dengan mobile app, pengguna dimudahkan karena detail informasi telah disimpan di dalam aplikasi dan mereka hanya perlu login satu kali saat menginstall-nya di smartphone. 

Kemudahan yang ditawarkan akan berdampak pada kepuasan pengguna juga. Mobile app memungkinkan user beralih ke berbagai tab, membuat navigasi, serta menjadikan aktivitas belanja online jadi lebih praktis. 

2. Akses ke fitur asli telepon 

Smartphone memang dipergunakan untuk menjalankan aplikasi mobile. Adanya integrasi komponen built-in pada smartphone seperti GPS dan kamera, memberi pengalaman yang lebih baik buat user. Bahkan, sudah ada beberapa situs e-commerce yang mengangkat konsep belanja interaktif menggunakan fitur khusus pada aplikasi berupa augmented reality dan virtual reality. 

Mobile app juga memungkinkan user untuk tetap berbelanja meski perangkat tidak terhubung dengan koneksi internet. Namun, tidak semua aplikasi e-commerce menawarkan layanan ini. Meski cukup memakan ruang penyimpanan, ini akan memudahkan pengguna untuk tetap nyaman berbelanja ketika bepergian. 

3. Sebagai Saluran Pemasaran

Mobile app memungkinkan integrasi media sosial yang menggabungkan berbagai saluran keterlibatan user. Preferensi pengguna telah disimpan dalam aplikasi, sehingga konten dan produk yang ditampilkan jauh lebih relevan. Situs e-commerce juga bisa meningkatkan engagement pelanggan dengan memanfaatkan fitur notification push.

4. Opsi Pembayaran yang Beragam

Desain situs web yang menarik saja tidak cukup untuk membuat pelanggan betah jika proses pembayarannya ribet. Berbeda dengan mobile app, aplikasi mobile menawarkan kemudahan dengan menghilangkan hambatan tersebut dan menggunakan cara yang interaktif. Pengguna bisa bertransaksi jauh lebih cepat dan mudah ketika memilih sistem pembayaran cashless atau dompet digital. Selain itu, mengaktifkan otentikasi juga terasa efisien dengan fitur lain seperti fingerprint dan face recognition. 

5. Penggabungan AU, VR, dan AI

Penggabungan Augmented Reality (AR) dalam mobile app sudah berlangsung. Brand-brand besar seperti IKEA dan Sephora menjadi ujung tombak transformasi. Penggabungan AR / VR (Virtual Reality) dalam aplikasi membuatnya lebih interaktif dan menghasilkan pengalaman pelanggan yang menarik. 

Mobile app juga memungkinkan integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam bentuk chatbot untuk memfasilitasi pelanggan ketika mencari item pilihan mereka dan mendapatkannya melalui kasir. Bahkan, terdapat personalized shopping assistant yang didukung oleh algoritma machine-learning dan menjadikan aktivitas belanja jadi mudah dan menyenangkan. Meski begitu, prospek kerja Teknik Informatika masih terbuka lebar karena sumber daya manusia masih dibutuhkan dan berperan besar dalam pertumbuhan startup atau mobile app. 

Itulah beberapa alasan penting mengapa e-commerce butuh mobile app untuk perkembangan bisnisnya. Buat kamu yang tertarik dengan mobile app development bisa belajar di IDS Digital College. Nggak cuma diajarin segala hal tentang mobile app dan perangkat teknologi komputer, tapi kamu juga dipersiapkan untuk terjun di dunia IT. Mumpung prospek kerja Teknik Informatika masih terbuka lebar, gabung di IDS Digital College yuk!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat