5 Founder Startup Indonesia yang Pernah Kuliah di Harvard
5 Founder Startup Indonesia yang Pernah Kuliah di Harvard
Universitas Harvard merupakan salah satu dari 5 universitas terbaik di dunia, oleh karena itu proses seleksinya pun tidak mudah dan membutuhkan kualifikasi yang tidak main-main untuk seseorang bisa kuliah di Universitas Harvard. Kualitas pendidikan Universitas Harvard yang sudah tidak diragukan lagi membuat banyak orang ingin mengenyam kuliah di sana, termasuk para founder startup. Nah bagi kamu yang penasaran siapa saja founder startup Indonesia yang pernah kuliah di Harvard, kami akan membahasnya di artikel ini.
5 Founder Startup Indonesia yang Pernah Kuliah di Harvard
Ada 5 founder startup Indonesia yang ternyata pernah berhasil melanjutkan kuliah dan berhasil lulus dari Universitas Harvard, yaitu:
- Ferry Unardi

Sebagai founder dari salah satu aplikasi traveling terbesar di Indonesia yaitu Traveloka, Ferry Unardi ternyata pernah berkuliah di Universitas Harvard. Ia memilih jurusan Bisnis ketika kuliah master di universitas terbaik di dunia tersebut. Meski banyak rintangan yang menempa Ferry ketika berkuliah di Universitas Harvard, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk menyelesaikan kuliahnya tersebut. Hingga akhirnya pada tahun 2013 ia pun berhasil lulus dari universitas yang berlokasi di Amerika Serikat ini.
- Nadiem Makarim

Sebelum menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem terlebih dahulu mendirikan Gojek pada tahun 2011. Ternyata, Nadiem pun pernah berkuliah di Harvard Business School dengan mengambil gelar Master of Business Administration. Bahkan Nadiem ternyata memang sudah berkuliah di Amerika Serikat sejak kuliah S1nya di Brown University.
Setelah lulus dari Harvard, ia kembali ke Indonesia lalu direkrut oleh McKinsey & Company, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang management consultant dan bekerja selama 3 tahun. Setelah itu ia bekerja sebagai Co-founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia lalu menjadi Chief Innovation Officer Kartuku.
- Belva Devara

Belva merupakan founder dari Ruangguru, sebuah startup yang bergerak di bidang pendidikan. Ternyata, Belva pernah berkuliah di Universitas Harvard. Bahkan ia disebut-sebut sebagai orang Indonesia pertama yang diterima di program gelar ganda di jurusan Kebijakan Publik Universitas Harvard dan Bisnis Manajemen Universitas Stanford. Saat ini, Belva pun masih tercatat sebagai anggota dari Yale World Fellow 2022 milik Benjamin Franklin College.
Sebelum mendirikan Ruangguru, ia pernah bekerja di perusahaan Accenture and Goldman sebagai Summer Analyst sebelum pindah ke McKinsey & Company. Setelah memiliki pengalaman kerja di luar negeri, ia pun pulang ke Indonesia dan berhasil mendirikan Ruangguru yang saat ini merupakan startup teknologi pendidikan teresar di Asia Teenggara.
- Reynold Wijaya

Reynold merupakan pendiri dari starup teknologi finansial bernama Modalku. Sebelum mendirikan Modalku pada tahun 2016, ia pernah berkuliah di Harvard Businesss School dengan mengambil jurusan Master of Business Administration (MBA). Pada masa-masa meraih gelar MBA inilah ia bertemu dengan Kelvin Teo dan Iwan Kurniawan sehingga muncul ide untuk membuat perusahaan teknologi finansial di Indonesia. Saat ini, Modalku merupakan platform peer to peer (P2P) lending terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
- Achmad Zaky

Pernah berkuliah di jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung ketika S1, Achmad Zaky berhasil mendirikan Bukalapak. Berkat kecintaannya terhadap bidang komputer, ia mendirikan Enterpreneur Club ITB yang saat ini dikenal dengan Technoentrepreneur Club (TEC ITB).Â
Achmad Zaky pun menoreh banyak prestasi di bidang pendidikan. Selain dianugerahu Merit Award pada kompetisi INAICTA (Indonesia ICT Awards) pada tahun 2008, ia juga sempat diberikan beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk merasakan pendidikan di Oregon State University selama dua bulan. Walau berbeda dari founder startup lainnya yang pernah bekerja di Universitas Harvard, Zaky pernah mewakili kampusnya dalam ajang Harvard National Model United Nations di tahun 2009.
Apakah dari kelima founder startup yang pernah berkuliah di Universitas Harvard tersebut ada yang menjadi sumber inspirasimu dalam menjalankan bisnismu nanti?

Jika kamu ingin memperdalam pengetahuanmu tentang bisnis startup, IDS Digital College dan ITS Surabaya menawarkan program S2 Startup Teknologi yang dapat membantu kamu mempelajari cara membangun bisnis startup secara komprehensif. Dalam program ini, kamu akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang strategi dan praktik terbaik dalam membangun startup.
Program S2 Startup Teknologi di IDS Digital College menyediakan kurikulum yang dirancang khusus untuk mempersiapkan para profesional dalam menghadapi tantangan dan peluang di dunia startup. Kamu akan belajar tentang berbagai aspek penting, termasuk pengembangan produk, strategi pemasaran, keuangan, manajemen operasional, serta inovasi dan kreativitas.
Dengan didukung oleh dosen dan praktisi yang berpengalaman dalam industri startup, kamu akan mendapatkan wawasan berharga dari mereka yang telah sukses dalam membangun bisnis startup. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan untuk membangun jaringan dengan sesama mahasiswa dan profesional di industri startup.
Jika kamu ingin mengambil langkah maju dalam kariermu di dunia startup, kuliah di program S2 Startup Teknologi di IDS Digital College adalah pilihan yang tepat. Dapatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis yang dapat membantu kamu meraih kesuksesan dalam membangun bisnis startup.
