Mengungkap Sejarah Hacking - IDS Digital College

Mengungkap Sejarah Hacking: Dari Munculnya Hingga Kejadian Terbesar di Dunia

Mengungkap Sejarah Hacking: Dari Munculnya Hingga Kejadian Terbesar di Dunia


cybersecurity

Hacking merupakan perbuatan dalam memperoleh akses data dalam komputer atau jaringan yang dilakukan untuk memperoleh informasi, menyebabkan kekacauan, dan lain sebagainya. Peretasan atau hacking ini merupakan momok yang ditakuti oleh semua perusahaan karena ini berarti data-data confidential suatu perusahaan dapat diakses oleh hacker tersebut yang mengakibatkan keamanan data menjadi terancam. Dengan semakin banyaknya hacking yang terjadi, sebenarnya bagaimana sejarah hacking yang terjadi?

Sejarah Hacking

Dikutip dari situs Britannica, sejarah hacking bermula pada tahun 1950-an ketika sekelompok phone freaks (phreaks) atau maniak telepon membajak sejumlah jaringan telepon dunia. Pada saat itu mereka membuat panggilan jarak jauh yang ilegal dan membangun jaringan khusus untuk sesama phreaks. 

Ketika akhir tahun 1970-an, terjadi pertumbuhan dan penyebaran sistem papan buletin komputer (BBS) yang menyebabkan budaya peretasan telepon ilegal mulai saling tergabung dan akhirnya membangun grup yang terorganisir. Sejak saat itu mereka pun mulai melakukan hacking terhadap sistem jaringan komputer perusahaan dan pemerintahan.

Walau pada pertengahan 1950-an kata hacker sudah dikenal dan digunakan, kasus hacking pertama yang berkaitan dengan seorang programmer komputer tercatat dalam koran mahasiswa Massachusetts Institute of Technology (MIT) pertama kali pada tahun 1963. Selain itu, University of Utah pun menyebutkan sejarah awal hacker yang terpusat di kampus MIT pada tahun 1950-an hingga 1960-an. Dalam laman University of Utah disebutkan bahwa sejumlah mahasiswa cerdas di MIT dalam beberapa waktu sudah melakukan eksplorasi jaringan pertukaran telepon dan sistem kontrol Tech Model Railroad Club. 

hacking

Marvin Minsky selaku kepala laboratorium pada saat itu merasa bersimpati dengan para peretas yang merupakan mahasiswa-mahasiswa yang aktif di Laboratorium AI MIT, dan kemudian memberi akses kepada para mahasiswa tersebut. Setelah komputer mulai menyebar ke daerah lain, ternyata berpengaruh juga terhadap budaya peretasan yang turut menyebar. Sebagian besar peretasan tersebut digagas oleh para hacker yang memulainya di MIT. Pada pertengahan tahun 1960-an, hacking pun mulai berkembang di kampus-kampus lainnya seperti Carnegie Mellon University dan Stanford University.

Selanjutnya pada tahun 1983 FBI pertama kali menangkap himpunan kriminal komputer yang bernama The 414s yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat dengan 414 sebagai kode area lokal mereka. Para hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer. Komputer yang mereka bobol antara lain milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Walau begitu, salah satu pelaku hacking ini mendapatkan kekebalan karena memberikan testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Peristiwa Hacking yang Terkenal Dalam Sejarah

Walau hacking banyak terjadi, ada beberapa peristiwa hacking yang disebut-sebut sebagai yang terbesar sepanjang masa yaitu:

  1. Yahoo

Terjadi pada tahun 2013, pembobolan data Yahoo merupakan salah satu yang terbesar sepanjang sejarah. Walau pada awalnya pihak Yahoo tidak mengakui sampai sejauh mana masalah ini, tapi akhirnya diketahui bahwa data seperti nama, tanggal lahir, alamat email, kata sandi, serta pertanyaan keamanan ini sudah diretas. Hal ini juga termasuk para pengguna Tumblr dan Flickr.

  1. The First American Corporation

Sebagai perusahaan asuransi real estat dan hipotek Amerika, The First American Corporation mengungkapkan bahwa mereka terkena peretasan pada tahun 2019. Data-data yang diretas termasuk nomor jaminan sosial dan informasi rekening bank.

  1. Marriott

Marriott International mengumumkan bahwa sistem reservasi tamunya sudah diretas dan akun tamunya sebanyak 500 juta pun berhasil diretas. Ini berarti data seperti nama, nomor paspor, dan detail kartu kredit sudah berhasil diakses oleh para hacker.

  1. Adult Friend Finder

Pada tahun 2016, Adult Friend Finder mengumumkan bahwa sebanyak 412 juta informasi pribadi para pengguna sudah diretas.

  1. My Fitness Pal

Sekitar 150 juta data pelanggan diretas pada awal tahun 2018 dari sistem aplikasi My Fitness Pal. Data-data seperti nama pengguna, alamat email, alamat IP, serta kata sandi dicuri dan dijual satu tahun kemudian. 

  1. Equifax

Di tahun 2017, Equifax mengakui bahwa ada 143 juta data pribadi yang sudah diretas. Equifax memiliki data tentang riwayat kredit jutaan warga Amerika dan data sensitif lainnya.

  1. Capital One

Dikatakan bahwa lebih dari 100 juta akun pelanggan Capital One kemungkinan sudah diretas. Pada peristiwa ini, seseorang bernama Paige Thompson dituduh telah membobol server Capital One dan mendapatkan akses ke data-data digital mereka, termasuk nomor asuransi sosial dan jaminan sosial, nomor rekening bank dan skor serta batas kredit, serta nama dan alamat para pelanggan Capital One.

Dengan tingginya kemungkinan suatu aplikasi atau website untuk diretas, semoga setelah mempelajari sejarah hacking ini, para perusahaan semakin bertanggung jawab dan menyadari pentingnya keamanan data para pelanggannya. Dengan sistem keamanan yang lebih baik, para pengguna pun merasa lebih aman untuk menyimpan data dan perusahaan pun tidak akan kehilangan pelanggan setianya.

Tertarik untuk kuliah jurusan IT? Yuk kuliah di IDS Digital College!

Banner DC S1

IDS Digital College adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Indo Daya Suvana (IDS Digital College), sebuah kampus startup dengan sertifikasi internasional yang diakui di lebih dari 195 negara. IDS Digital College menawarkan program pendidikan formal jenjang Strata 1 (S1) dan Magister (S2) dengan pendekatan Real World Project yang siap membekali kamu dalam menghadapi tantangan karier, bisnis, dan pertumbuhan teknologi.

Program S1 mereka menawarkan peminatan yang relevan dengan metaverse, seperti Cyber Security (CS), Software Engineering (SE), dan Multimedia Technology (MT). Dengan mengikuti pendidikan di IDS Digital College, kamu akan siap menghadapi perubahan dan permintaan dalam industri metaverse yang dinamis. Program pendidikan mereka yang terakreditasi dan fokus pada proyek nyata akan mempersiapkanmu dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan

Posted in: News