Flutter: Buat Aplikasi Multiplatform dengan Mudah
Flutter: Buat Aplikasi Multiplatform dengan Mudah
Sebagai seorang developer, bayangkan jika aplikasi android yang kamu buat sukses besar. Kemudian banyak orang meminta kamu untuk menyediakannya versi lite web atau iOS. Tidak perlu kebingungan, karena pada saat seperti inilah pengembang aplikasi lintas platform sangat berguna.
Perkenalkan Flutter, sebuah framework aplikasi mobile multiplatform dari Google yang sedang naik daun. Sejak perilisannya pertama kali pada Mei 2017, Flutter banyak dilirik para developer aplikasi. Sebut saja aplikasi ternama seperti Grab, Google Ads, Ebay, dan Alibaba yang telah menggunakannya untuk pembuatan aplikasi perusahaannya.
Lantas, apa yang membuat Flutter berbeda sampai banyak dibicarakan oleh para developer? Untuk menemukan jawabannya, kamu perlu mengenalnya lebih jauh untuk menilai. Simak artikel ini lebih lanjut!
Lebih Jauh Tentang Flutter
Flutter merupakan toolkit pengembangan software UI open source yang digunakan untuk membangun aplikasi mobile, web, desktop multiplatform. Ide utama dari Flutter adalah kamu dapat membuat aplikasi multiplatform hanya dengan satu basis kode dan bahasa pemrograman.
Bahasa pemrograman yang digunakan oleh Flutter adalah Dart. Dart merupakan bahasa pemrograman yang diciptakan oleh Google pada tahun 2011 yang berfokus untuk pengembangan front-end sehingga bisa dipakai untuk membuat aplikasi mobile dan web.
Flutter memiliki dua komponen penting, yakni Software Development Kit (SDK) dan Framework User Interface (UI).
- Software Development Kit (SDK) – merupakan kumpulan tools yang berfungsi untuk membuat aplikasi yang dapat berjalan diberbagai platform.
- Framework User Interface (UI) – merupakan komponen, seperti teks, tombol, dan lainnya yang dapat dikostumisasi sesuai dengan kebutuhan.
Cara Kerja
- Developer mengembangkan aplikasi dengan kode Dart dan widget yang telah disediakan di framework Flutter.
- Di Android, kode yang ditulis akan dikompilasi dengan mesin C++ menggunakan Android NDK (Native Development Kit). Sedangkan di iOS, kode akan dikompilasi dengan LLVM (Low-Level Virtual Machine).
- Untuk Android, kode native akan dikompilasi kembali dengan Dart Kompiler.
- Setelah kode disesuaikan dengan masing-masing perangkat, aplikasi bisa dijalankan di berbagai platform.
Kelebihan Flutter
Ada alasannya mengapa Flutter populer dan banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Hal tersebut tentu tidak lepas dari kelebihan yang ditawarkan oleh Flutter dibandingkan dengan pengembang aplikasi lain. Berikut adalah kelebihan yang perlu kamu perhitungkan.
- Open Source
Open Source berarti Flutter tersedia secara gratis dan dapat didistribusikan kembali serta dapat dimodifikasi sesuai keinginan. Dan memiliki dokumentasi yang ditulis dengan sangat baik dan gratis digunakan oleh komunitas developer Flutter.
- Hemat Waktu
Flutter digunakan untuk mengembangkan aplikasi multiplatform dengan satu baris kode yang sama untuk membangun aplikasi di platform yang berbeda-beda (misalnya aplikasi mobile Android dan iOS). Software ini dapat mempercepat proses pengembangan dan menaikkan aplikasi kamu lebih cepat di pasar. Kemungkinan lainnya adalah kedua aplikasi dengan versi berbeda tersebut dapat diluncurkan secara bersamaan.
- Hemat Biaya
Tidak hanya waktu yang dapat kamu hemat, menggunakan kode yang sama berarti juga pengurangan biaya karena akan menghabiskan biaya yang lebih sedikit daripada menggunakan kode yang berbeda untuk tiap-tiap platform.
- Tampilan Desain Menarik
Flutter menawarkan tampilan desain User Interface (UI) yang menarik. Manfaatkan koleksi widget untuk membuat tampilan aplikasi agar menarik. Widget tersebut dapat kamu kustomisasi sesuai kebutuhan kamu dengan mudah.
Kekurangan Flutter
Meski memiliki banyak kelebihan, Flutter tergolong masih baru sehingga terdapat beberapa kekurangan yang barangkali dapat kamu antisipasi.
- Library Terbatas
Library atau perpustakaan adalah fungsi coding yang bisa dipakai ulang untuk memudahkan pembuatan aplikasi. Namun karena baru dirilis beberapa tahun lalu (2017), Flutter memiliki perpustakaan yang belum terlalu lengkap dibandingkan dengan pengembang aplikasi lainnya. Meski begitu, dengan dukungan Google, Flutter akan semakin berkembang pesat seiring dengan berkembangnya komunitas mereka, dengan begitu perpustakaan Flutter pun akan terus bertambah.
- Ukuran Aplikasi Besar
Ukuran aplikasi tentu perlu untuk dipertimbangkan sebelum kamu memutuskan untuk menggunakannya. Ukuran aplikasi yang besar akan memakan ruang penyimpanan perangkat. Jika ruang penyimpanan kamu terbatas, ini akan mengurangi performa Flutter.
- Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman dapat menjadi kekurangan Flutter bagi kamu yang tidak menguasai bahasa pemrograman Dart. Bahasa pemrograman Dart belum banyak digunakan oleh para developer. Kamu perlu mempelajari bahasa pemrograman Dart terlebih dahulu jika kamu ingin menggunakan framework Flutter.
Itulah penjelasan singkat mengenai Flutter yang bisa kamu andalkan untuk membuat aplikasi lintas platform dengan mudah juga cepat.
Perlu kamu pahami bahwa Flutter masih tergolong baru sehingga masih memiliki beberapa kekurangan. Namun kekurangan tersebut berubah seiring dengan berkembangnya software ini. Selain itu, Flutter juga telah membuat video tutorial di channel Youtubenya untuk memudahkan kamu dalam mempelajarinya.
Semangat untuk kamu yang baru akan memulai mempelajari software ini, ya!Â
Sumber: dewaweb.com

