Kenali Apa Itu Quality of Service (QoS) - IDS Digital College

Kenali Apa Itu Quality of Service (QoS), Untuk Akses Internet Lancar

Kenali Apa Itu Quality of Service (QoS), Untuk Akses Internet Lancar


Ketika kita memasang jaringan internet, terlebih yang kita tahu akan dipakai oleh banyak orang, terkadang memunculkan akses internet yang lambat. Akses internet yang lambat tersebut tidak disebabkan oleh banyaknya pengguna yang melakukan aktivitas di internet seperti upload dan download yang dilakukan secara bersamaan. Melainkan karena disebabkan oleh distribusi bandwidth yang tidak merata. Bandwidth adalah kapasitas atau kuota dari sebuah jaringan internet yang digunakan untuk mengirim dan menerima data per detik. 

Fungsi dari Quality of Service atau yang biasa disingkat sebagai QoS adalah kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan layanan bandwidth, mengatasi jitter dan delay dengan baik. 

QoS memastikan agar pengguna mendapatkan performa yang baik dalam menggunakan aplikasi-aplikasi berbasis jaringan internet.

Pada dasarnya QoS mengacu pada kemampuan jaringan untuk menyediakan trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda dengan layanan yang lebih baik. 

QoS

QoS yang menjadi menyediakan keandalan pengiriman dan penerimaan data memiliki beberapa parameter, yaitu:

  1. Throughput, merupakan kecepatan (rute) transfer data efektif, yan diukur dalam bps. Hasil throughput didapatkan dari total kedatangan paket yang sukses diamati pada destination selama interval waktu tertentu kemudian dibagi dengan durasi interval waktu tersebut.
  2. Packet Loss, merupakan suatu parameter yang menggambarkan jumlah total paket yang hilang selama mentransmisikan data dikarenakan terjadinya collision dan congestion pada jaringan.
  3. Delay, merupakan waktu yang dibutuhkan suatu paket dari pengirim ke penerima melalui jaringan internet. Delay pada dasarnya tersusun dari hardware latency, delay akses, dan delay transmisi.
  4. Jitter, merupakan variasi dari delay end-to-end. Aplikasi-aplikasi berbasis UDP biasanya memiliki level jitter yang tinggi sehingga merupakan situasi yang tidak dapat diterima oleh aplikasi-aplikasi real time, seperti sinyal audio dan video. Bila ada kasus seperti itu, Jitter akan menyebabkan sinyal terdistorsi, yang bisa diselesaikan dengan meningkatkan buffer di antrian.

Jaringan yang dimiliki perusahaan adalah salah satu contoh yang memerlukan QoS. Terlebih bila dalam perusahaan tersebut banyak aktivitas tukar data berupa suara, video, dan data lainnya yang sensitif terhadap keterlambatan ketika melintasi jaringan. Penggunaan QoS di dalam organisasi bertujuan untuk memenuhi persyaratan lalu lintas dari aplikasi sensitif dan mencegah penurunan kualitas yang disebabkan oleh packet loss, penundaan, ataupun jitter. 

Quality of Service (QoS) memiliki beberapa model layanan, yaitu Best-Effort Model, Integrated Service Model (IntServ), dan Differentiated Service Model (DiffServ).

  1. Best-Effort Model

Dalam mentransmisikan data Best-Effort Model tidak memberikan jaminan apapun terhadap reliabilitas, performa, bandwidth, kelancaran data dan jaringan, delay, dan parameter-parameter lainnya. Ini berarti pengiriman data dilakukan dengan segera begitu media perantara siap dan tersedia. Proses pengiriman data juga tidak mengenal batasan, tidak diklasifikasikan, tidak perlu mendapat izin dari perangkat manapun, dan tidak diberi policy. Bila menggunakan model jenis ini, bila terdapat data hilang atau tertunda cukup lama tidak ada pihak atau perangkat yang akan bertanggung jawab. Quality of Service (QoS) model ini cocok digunakan untuk jaringan dengan koneksi lokal (LAN) atau jaringan dengan koneksi WAN.

  1. Integrated Service Model (IntServ)

Dalam model IntServ pengguna dalam sebuah jaringan akan melakukan request terlebih dahulu mengenai service dan QoS jenis apa yang mereka dapatkan, sebelum mengirimkan data. Proses Request biasanya menggunakan sinyal-sinyal yang jelas dalam proses komunikasinya. Dalam request ini pengguna jaringan akan mengirimkan informasi mengenai profile traffic mereka ke perangkat QoS. Melalui profile traffic tersebut lah mereka akan menentukan hak-hak apa saja yang akan didapat, misalnya bandwidth dan delay yang akan diterima dan digunakan. Model ini cocok untuk segala kebutuhan mulai dari berbagai perangkat hingga berbagai aplikasi dalam sebuah jaringan.

  1. Differentiated Service Model (DiffServ)

Model DiffServ merupakan model lama yang terdapat dalam standarisasi QoS dari organisasi IETF. Model DiffServ bekerja dengan melakukan klasifikasi terlebih dahulu kepada seluruh paket yang masuk ke dalam jaringan. Pengklasifikasian dilakukan dengan menyisipkan pada setiap paket sebuah informasi tambahan yang khusus untuk keperluan pengaturan QoS dalam header IP. Setelah klasifikasi dilakukan, jaringan akan menentukan bagaimana traffic data tersebut diperlakukan. QoS model ini paling banyak dipakai oleh administrator jaringan.

Untuk mencapai pengaturan bandwidth yang efektif seorang administrator jaringan perlu melaksanakan monitoring. Sistem monitoring QoS terdiri dari beberapa komponen, yaitu monitoring application, QoS monitoring, monitor, dan monitored objects.

  1. Monitoring Application

Monitoring application merupakan sebuah antarmuka bagi administrator jaringan. Komponen ini memiliki fungsi untuk mengambil lalu lintas paket data dari monitor, menganalisanya, kemudian mengirimkan kembali hasil analisis kepada pengguna. Hasil analisis tersebut dapat digunakan administrator jaringan untuk melakukan operasi-operasi lainnya.

  1. QoS Monitoring

QoS monitoring menyediakan mekanisme monitoring dengan cara mengambil informasi nilai-nilai parameter QoS dari lalu lintas paket data.

  1. Monitor

Monitor dilakukan dengan mengumpulkan dan merekam informasi lalu lintas paket data yang selanjutnya akan dikirimkan kepada monitoring application. Monitor melakukan pengukuran aliran paket data secara waktu nyata dan melaporkan hasilnya kepada monitoring application.

  1. Monitored Objects

Monitores objects merupakan informasi seperti atribut dan aktivitas yang dimonitor di dalam jaringan. Di dalam konteks QoS monitoring, informasi-informasi yang ada merupakan aliran-aliran paket data yang dimonitor secara waktu nyata. Tipe aliran paket data tersebut dapat diketahui dari alamat sumber (source) dan tujuan (destination) di layer-layer IP, port yang dipergunakan misalnya UDP dan TCP, dan parameter di dalam paket RTP.

QoS

Sumber: onlinelearning.binus.ac.id

Posted in: News