Pengertian Open Source dan Kelebihannya - IDS Digital College

Open Source: Pengertian dan Kelebihannya

open source

Bila kamu mempelajari lingkung bidang teknologi informasi pasti pernah mendengar istilah Open Source. Secara bahasa berarti memiliki sumber yang terbuka. Sumber yang dimaksud adalah kode dari sebuah program komputer atau aplikasi tertentu. Bagi kamu yang merasa asing dengan istilah ini atau ingin mempelajari lebih lanjut, yuk simak pengertiannya berikut ini.

Pengertian

Secara umum Open Source merupakan sebuah cara yang dilakukan pengembang atau distributor software yang membolehkan siapa saja untuk memperoleh, mengubah, ataupun mendistribusikan ulang software tersebut. Mulanya dikenal dalam pengembangan perangkat lunak sebagai OSS atau Open Source Software. Nantinya, pengguna sistem dapat mengakses keseluruhan source code yang berbentuk transkrip bahasa pemrograman

Open Source berarti cara pengembangan suatu progam dengan tidak merahasiakan kode sumber (source code). Source code adalah kode progam yang dapat dimengerti manusia. Kebalikannya, kode sumber yang tidak dapat dimengerti manusia atau hanya dapat dimengerti komputer disebut kode biner (binary code) yang dilambangkan dengan angka 1 dan 0. Program yang tersedia dalam bentuk binary maka disebut dengan “Closed Source.” 

Selain sangat berguna bagi pengembang perangkat lunak, perangkat lunak berbasis Open Source juga dapat menjadi alternatif untuk menghindari pemakaian aplikasi bajakan. Seperti yang kita ketahui, pembajakan dan penggunaan perangkat lunak bajakan menjadi hal yang lumrah di Indonesia, baik di kalangan instansi, swasta, masyarakat umum, bahkan di kalangan akademisi. 

Sifat umum dari OSS adalah aksesnya yang gratis. 

Salah satu alasan yang melatar belakangi penciptaan open source adalah, ketika seorang pengembang dapat membaca dan memperoleh kode program maka pengembang tersebut dapat meningkatkan, menyesuaikan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan dari program lama.

Sejarah Open Source

Berkeley, Carnegie, Mellon, dan MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an di Laboratorium Komputer Universitas Stanford, komunitas kecil programmer tersebut sering bertukar kode program. Setiap ada pembaruan pada kode program maka kode tersebut akan segera dibagikan kepada yang lain. 

Kemudian, pada tahun 1970-an Richard Stallman, memprakarsai pembentukan pergerakan Free Software yang melahirkan UNIX yang bebas disebut dengan GNU. Upaya Stallman memang belum membuahkan hasil. Meskipun begitu, ia dengan Free Software Foundation (FSF) mengeluarkan lisensi GNU General Public License (GL) untuk free software. FSF juga berhasil meluncurkan aplikasi-aplikasi seperti: linker, assembler, C library, dan lainnya. Dengan lisensi tersebut Linus Torvalds mengembangkan sistem operasi LINUX.

Pada tahun 1997, Eric Raymond membuat essay berjudul “The Cathedral and The Bazaar.” Pada essay tersebut disebutkan betapa pentingnya lisensi open source yang mengijinkan orang-orang untuk melihat, memodifikasi, dan mendistribusikan kode sehingga menghasilkan program berkualitas tinggi namun dengan harga yang tidak mahal. Raymond mencetuskan gerakan Open Source Initiative (OSI) hasil dari ideologi Stallman. Tujuan dari gerakan ini adalah mengajak dunia bisnis memberi penekanan kepada penggunaan term open source dibandingkan term free software, yang pada saat itu kontroversial.

Kelebihan 

  1. Dapat diakses secara gratis.
  2. Para pengembang juga dapat memeriksa cara kerja kode dengan bebas dan melakukan perbaikan penulisan ulang kode sehingga produktivitas kerja lebih fleksibel.
  3. Kode sumber yang terpublikasi secara umum juga memungkinkan sebuah program untuk terus diperbarui.
  4. Pembaruan kode sumber oleh pengembang juga meningkatkan kreativitas untuk terus membuat inovasi.

    open source
    Sumber: ekrut.com

Posted in: News



    WhatsApp chat