Pengertian Game Engine, Jenis dan Fungsinya - IDS Digital College

Pengertian Game Engine, Jenis dan Fungsinya

Pengertian Game Engine, Jenis dan Fungsinya


Seperti yang kita lihat, jika setiap tahunnya, selalu muncul game-game terbaru yang bisa kita mainkan. Games ini sangat bervariasi, dari game mobile, konsol, dan PC yang terus mengalami peningkatan. Akhirnya, industri ini semakin banyak peminat baik dari developer ataupun pemainnya.

Kalian pasti pernah bermain game yang memiliki grafis yang sangat bagus, seperti Genshin Impact dan PUBG. Game game yang sudah memiliki grafis yang cukup baik biasanya disebut game AAA. Tapi software apa yang mereka gunakan untuk membuat game game dengan grafis sebagus itu?

Software yang biasanya digunakan oleh para developer game adalah Game Engine. Secara singkat, Game Engine adalah software yang dirancang untuk menciptakan dan mengembangkan sebuah game. 

Dibawah ini akan menjelaskan tentang Game Engine lebih lengkap lagi bersama contohnya. Berikut Penjelasannya. 

Game engine

Apa itu Game Engine? 

Game Engine memiliki pengertian sebagai sistem perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengembangkan dan menciptakan sebuah game. Game engine itu sendiri pada dasarnya adalah sebuah library yang dapat digunakan untuk membuat game.

Game engine akan memberikan kemudahan bagi pengembang permainan karena menyediakan fungsi-fungsi inti dari sebuah permainan, misalnya grafika (menghasilkan grafika 2-dimensi atau 3-dimensi), fisika (menghitung dan menyimulasikan hukum-hukum gerak dan hukum fisika lainya), audio, atau kecerdasan buatan.

Game Engine Dapat digunakan untuk membuat lebih dari satu permainan, dan pengembang permainan dapat mengoptimalisasi proses pengembangan dengan cara menggunakan atau mengadaptasi game engine yang telah ada sebelumnya.

Namun pembuatan game tidak sepenuhnya dikerjakan oleh game engine. Banyak elemen pendukung lainnya dalam sebuah game, seperti sound musik, background musik, hingga logika-logika kecerdasan buatan (AI).

Sejarah Game Engine

Sebenarnya, sebelum game engine berkembang pesat seperti sekarang, hampir semua perusahaan game memiliki game engine mereka sendiri, dan mereka menggunakannya untuk membuat game mereka, dan menyimpannya untuk diri sendiri. Tetapi semakin bertambahnya tahun dan semakin lama kebutuhan untuk game engine yang semakin modern semakin bertambah. 

Dan game yang mereka kembangkan sendiri mulai dirasa terlalu mahal untuk dikembangkan lebih lanjut. Hal ini memicu beberapa developer untuk menciptakan game engine yang terbuka untuk di franchise kan. Game Engine yang dijual dan di franchisekan secara umum semacam ini disebut dengan middleware. Middleware menawarkan harga yang relatif lebih murah, dan bagi kebanyakan studio game, menggunakan middleware merupakan solusi cepat dan ekonomis ketimbang harus membangun sendiri engine game mereka.

Untuk konsep dari game engine sebenarnya cukup gampang, yaitu bahan dasar yang diperlukan sebuah game untuk menjalankan tugasnya, merender pixel demi pixel, menghitung physics, memperkirakan input tombol, dan lain hal, yang memungkinkan developer kreatif dapat membuat sebuah game dengan engine yang sama menjadi unik satu sama lain. 

Sebuah game engine dibagi lagi menjadi dua bagian besar. Yaitu API dan SDK. API ( Application Programming Interfaces ) adalah bagian operating system, services dan libraries yang diperlukan untuk memanfaatkan beberapa feature yang diperlukan. Dalam hal ini contohnya DirectX. Sementara SDK adalah kumpulan dari libraries dan API yang sudah siap digunakan untuk memodifikasi program yang menggunakan operating system dan services yang sama. Biasanya, game engine menyertakan keduanya.

Pentingkah Game Engine?

Fungsi dari game engine sendiri adalah untuk memudahkan para developer untuk membuat sebuah game. Penggunaan yang tepat akan mempermudah dan mempercepat proses produksi. Game Engine merupakan sebuah inti atau komponen utama yang dapat membuat segalanya menjadi berjalan. Setiap game engine memiliki kompleksitasnya masing-masing, perlu juga kamu pertimbangkan apakah semua fitur yang disediakan di dalamnya akan dipakai semua atau tidak.

Dari pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwasannya game engine itu penting. Karena kita dapat membuat game tanpa harus membuatnya dari 0. 

Fungsi Game Engine 

Fungsi dari sebuah Game Engine tentunya akan memudahkan para developer game untuk mengembangkan suatu game. Karena kita bisa membuat semua konsep yang akan kita gunakan pada game yang kita buat.

Fungsi fungsi yang memudahkan para developer ini dimulai dari mesin render (Renderer) 2D atau 3D, suara, script, animasi, kecerdasan buatan, jaringan, streaming, manajemen memori, threading, dukungan lokalisasi dan pengaturan grafik. 

Hal ini membuat para developer tidak harus membuat game dari 0, yang mana harus memikirkan algoritma yang cukup rumit. Kemudian elemen-elemen yang telah dibuat oleh developer pun bisa digabungkan di dalam game engine tersebut.

Game engine

Jenis Jenis Game Engine dan Contohnya

Kehadiran game engine seakan menjadi bumbu pelengkap dalam membantu proses pembuatan game agar lebih menarik. Dibawah ini adalah beberapa Jenis  yang harus kalian ketahui:

  1. Unity Engine 

Yang pertama adalah Unity Engine. Unity Engine merupakan game engine yang populer belakangan ini, karena fitur yang lengkap dan kemudahan penggunaannya. Game engine yang lahir dari Unity Technologies dijuluki sebagai rajanya game dikarenakan hampir semua game mulai tercipta berkat peran Unity Engine yang selalu menghasilkan objek pendukung dengan 2 sampai 3 dimensi, Virtual Reality, dan Augmented Reality Games. 

Untuk grafik yang diberikan juga jangan diragukan lagi, hal ini karena terkenal dengan manipulasi pada aset gambar melalui perangkat lunak seperti Adobe Photoshop, Blender, Modo, dan lain-lain.

Fitur yang disediakan juga pada Unity Engine sangat mendukung pada bahasa pengembangan aplikasi. Dari beberapa aplikasi yang ada, hanya C# dan Unityscript yang benar-benar memenuhi kriteria pada Unity Engine karena tampilan HTMLnya sangat menarik sekaligus terbaca saat menjalankan game dengan sempurna.

Contoh dari Unity Engine dapat kalian lihat di game Temple Run 2, Dreadout, dan Bad Piggies. Tampilan grafisnya mirip dengan kehidupan di dunia nyata dan kita seolah-olah berimajinasi sedang menjalani misi layaknya dunia game.

  1. Unreal Engine

Unreal Engine  cocok digunakan untuk membuat game kelas AAA. Mendukung bahasa pemrograman C++ dan UnrealScript dalam pengembangannya. 

Game yang masih berlaku saat ini rata-rata menggunakan Unreal Engine. Dibandingkan dengan game engine lainnya, Unreal Engine memiliki kecanggihan fitur pada multi formatnya sehingga grafik yang ditampilkan di game semakin jernih dan berwarna. 

Framerate yang stabil adalah kunci keberhasilan Unreal Engine dalam menentukan gerak-gerik game supaya leluasa memainkannya tanpa harus menggoyangkan kepala.

Mulai tahun 2015, Unreal Engine gratis digunakan dengan batas pendapatan tertentu. 

Contoh dari Unreal Engine adalah games Batman Arkham City, franchise Diablo, franchise Mass Effect, dan Ragnarok.

  1. Avalance Engine.

Avalance Engine khusus untuk membuat efek dan grafis yang memukau, A.I. yang cerdas, dan motion blurring yang mulus. Game engine ini lebih sering dipakai untuk membuat game-game yang memiliki aksi ledakan dan tembakan.

Kompetitor IW Engine ini memiliki grafik luar biasa pada layarnya. Salah satu ciri khas yang diingat pada Avalance Engine adalah efek ledakan yang dahsyat, adegan berlumuran darah, dan bunyi tembakan serasa sedang menyaksikan perang di dunia nyata. Namun pada kenyataannya, game bertipe Avalance Engine rawan terkena sensor dikarenakan terdapat adegan berbahaya yang semestinya tidak diperlihatkan pada publik. 

Contoh Games yang menggunakan Avalance Engine adalah Mad Max dan Franchise Just Cause.

  1. Cry Engine 

CryEngine adalah mesin yang hadir pada Mei 2002, dikembangkan oleh pengembang game Crytek. Makna Cryengine yang sesungguhnya adalah game engine dengan gebrakan besar-besaran pada keseluruhan fiturnya. Selain itu, Cryengine memiliki keunikan sendiri yaitu pencahayaan yang bagus untuk memudahkan para gamers dalam melihat musuh atau garis finish dan kualitas suara yang jernih sehingga tidak memerlukan speaker besar.

Fakta menariknya, Cryengine sangat lekat pada game militer soalnya rata-rata bertemakan perang yang memang harus diselesaikan sampai damai. 

Contoh games yang menggunakan Cry Engine adalah Homefront: The Revolution, Franchise Crysis, Far Cry, Crysis, Deliverance dan Warface.

  1. Cocos2d-x

Cocos2d merupakan sebuah framework open source gratis yang dapat digunakan untuk membuat game, maupun aplikasi lain yang berbasis GUI. Cocos2d mempunyai banyak versi. Ada Cocos2d-x, Cocos2d-js, Cocos2d-ObjC, Cocos2d-html5, Cocos2d-xna, dan yang paling terbaru ada Cocos Creator. 

Kelebihan dari game engine ini adalah sangat ringan dan dapat berjalan dengan sangat baik di berbagai perangkat mobile. Untuk membuat game berbasis web, terdapat varian lainnya bernama Cocos-HTML5.

Contoh game dari jenis ini adalah Hill Climb Racing, Badland, dan game yang bisa dimainkan secara offline lainnyanya. 

  1. HPL Engine.

Game Engine yang diambil dari nama seseorang tak dikenal mulai mencuat di publik berkat Gamenya yang bertemakan Horor. Walaupun terkesan menyeramkan, kamu tidak perlu khawatir melihatnya karena tampilannya hampir mirip dengan CCTV tetapi bedanya sudah dibuat full colour.

Interaksi objek dengan kualitas tinggi, didukung oleh SSAO (Screen Space Ambient Occlusion) atau menghasilkan efek bayangan dengan unsur realistis seperti dunia nyata, dan Deferred Shading atau pembuatan objek agar menjadi 3 dimensi.

Apapun keunggulannya, HPL Engine adalah salah satu game engine yang terkenal akan tingkat kesulitannya yang tinggi dan membutuhkan skill hebat untuk memecahkan teka-teki supaya bisa mencapai babak final dengan mudah. 

Contoh game yang bisa kalian temukan adalah slendrina. 

  1. Rage Engine

Tahukah kalian, Rage Engine pernah menuai hujatan pada tahun 2006 akibat berani meluncurkan game Bully yang identik dengan adegan kekerasan di Sekolah. Meski menuai kontroversi, game tersebut tetap laris manis di pasar internasional sekaligus menjadi trending topic saat itu.

Rage Engine adalah akronim dari Rockstar Advance Game Engine. Kalau kamu mengenal Euphoria maka kamu sudah pasti mengerti karena software tersebut adalah proses di balik pembuatan animasi yang benar-benar spektakuler. 

Kemudian, keunggulan pada Rage Engine adalah tidak ada loading pada game atau langsung dimainkan saja sepuasnya tanpa perlu menunggu lama, pembuatan tokoh animasinya yang semakin realistic, Draw Distance Render dengan hasil memuaskan serta tampilan cuacanya yang serba CGI.

Game yang bisa kamu temui pada Rage Engine adalah GTA atau Max Payne.

Nah, diatas adalah pengertian lengkap Game Engine dan Contohnya. Game memang seru dimainkan saat ada waktu luang. Tapi kamu jangan berlebihan bermain game apalagi sampai mengganggu waktu penting mu ya. Setelah membaca artikel diatas, apakah kalian berminat menjadi developer game dan membuat game sendiri? Kalau kalian berkeinginan untuk menjadi sebuah developer game, pas banget! IDS | International Design School menyediakan  Jurusan Software enginering yang dapat kamu pelajari disini. Selengkapnya bisa kamu cek di website kita ya.

Posted in: News