Masih Bingung Perbedaan Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn? Ini Penjelasannya
Masih Bingung Perbedaan Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn? Ini Penjelasannya
Startup di Indonesia berkembang dengan sangat baik. Munculnya perusahaan perusahaan startup baru tentunya akan memunculkan semangat antara para founder. Startup sendiri memiliki arti sebagai perusahaan yang baru dirintis dan berada dalam fase pengembangan, biasanya masih seumur jagung dan sudah berbasis digital.
Apakah kalian pernah mendengar nama William Tanuwijaya? Sosok ini merupakan pendiri sekaligus CEO perusahaan unicorn yaitu Tokopedia. Selain Unicorn, ada juga istilah istilah seperti Decacorn dan Hectocorn. Apa yang dimaksud dan perbedaan Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn? Simak penjelasan berikut.
Pengertian Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn
Sebelum membahas tentang perbedaan nya, sebaiknya kita membahas pengertiannya terlebih dahulu.
Pengertian Unicorn
Kalian pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan kata Unicorn. Jika membahas sebuah perusahaan baru atau startup, maka kata ini hampir selalu muncul. Dalam mitologi Yunani, unicorn adalah hewan langka mirip kuda yang memiliki tanduk di bagian kepalanya. Tetapi dalam istilah bisnis, Unicorn adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perusahaan rintisan swasta dengan nilai valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS.
Istilah unicoran sendiri pertama kali dipopulerkan oleh Aileen Lee, seorang investor perusahaan startup sekaligus pendiri Cowboy Ventures yang berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat. Awal munculnya penamaan unicorn adalah dalam artikel berjudul “Welcome to The Unicorn Club” yang ditulis Aileen Lee.
Tapi tahukah kalian? Perusahaan yang mencapai nilai valuasi sebesar itu sangat jarang terjadi (langka) bahkan terdengar mustahil. Terlebih lagi jika yang meraihnya adalah perusahaan perusahaan rintisan (startup). Karena itu, menyandang status sebagai perusahaan startup unicorn adalah pencapaian luar biasa. Tidak mudah bagi perusahaan startup dalam memperhatikan jumlah dan nominal transaksi, jumlah pengguna aplikasi atau pelanggan, teknologi produk, kualitas tim, hingga terus berinovasi untuk bersaing dengan kompetitor.
Pengertian Decacorn
Selain Unicorn, ada istilah decacorn. Decacorn sendiri adalah gabungan dari kata “deka” (bahasa Yunani) yang berarti angka 10, ditambah akhiran dari “unicorn.” Sesuai namanya, perusahaan berlevel decacorn adalah perusahaan yang mempunyai nilai valuasi 10 kali lipat dari unicorn, yaitu sebesar US$10 miliar.
Untuk perusahaan yang menyandang Decacorn di Indonesia sendiri masih sedikit dan tidak terlalu banyak. Saat ini ada 2 perusahaan yang menyandang gelar Decacorn, yaitu Gojek dan J&T Express.
Pengertian Hectocorn
Dan yang terakhir adalah Hectocorn. Hectocorn adalah tingkatan paling tinggi dari sebuah perusahaan teknologi maupun startup. Untuk mencapai ke sebuah perusahaan startup harus mampu meraih valuasi sebesar US$ 100 miliar atau Rp 1.410 triliunan.
Karena nilainya yang sangat tinggi, perusahaan hectoron juga disebut dengan “super unicorn”. Hingga saat ini, informasi mengenai ‘spesies’ startup ini masih sangat minim. Di Indonesia sendiri belum ada perusahaan yang mencapai level Hectacorn. Tapi ada perusahaan yang nilai valuasinya setara dengan 14 startup decacorn. Perusahaan itu adalah Bytedance, perusahaan internet China dan induk dari aplikasi video yang sedang booming, TikTok. Nilai valuasi Bytedance dilaporkan CB Insight mencapai angka $140 miliar atau sekitar Rp2.030 triliun! Luar biasa banget, ya!
Perbedaan Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn
Untuk perbedaan antara 3 istilah ini sebenarnya hanya ada nilai valuasi nya. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwasanya startup atau perusahaan yang telah mencapai valuasi sebesar US$1 Miliar akan disebut perusahaan Unicorn. Di Indonesia sendiri sudah lumayan banyak perusahaan yang mencapai level ini, seperti GoTo, Ajaib, Traveloka, Bukalapak, dan lain-lain.
Perusahaan-perusahaan tersebut akan terus mengalami perkembangan bersama dengan waktu.
Sedangkan nilai valuasi yang mencapai angka US$10 Miliar akan disebut Decacorn. Di Indonesia perusahaan yang mencapai Level ini adalah Gojek dan J&T Express. Dan Jika nilai valuasinya mencapai angka US$100 Miliar akan disebut dengan Hectocorn.
Jadi perbedaan antara Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn hanya berada di Nilai Valuasi dan penyebutannya saja, ya.
Sekarang kamu tahu ‘kan perbedaan Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn? Kamu juga bisa menjadi salah satu founder yang perusahaan nya dapat menyandang gelar Unicorn. Kuncinya adalah dengan mengembangkan kreativitas di luar batas yang bisa membantu banyak orang di sekitarmu.
Dalam perusahaan juga diperlukan karyawan-karyawan yang hebat untuk bisa mengembangkan bisnis dengan baik, loh! Di STMIK IDS menyediakan Jurusan Startup S2 yang dapat mengembangkan kemampuan karyawan untuk transformasi perusahaan mu. Jurusan ini tentunya memiliki banyak kelebihan, salah satunya adalah instruktur berkualitas dan peralatan yang memadai. Informasi selengkapnya bisa kamu temukan di website kita ya.

