2 Startup Indonesia Berhasil Meraih Pendanaan Seri A
2 Startup Indonesia Berhasil Meraih Pendanaan Seri A
Dua startup Indonesia berhasil masuk daftar retail tech dengan pendanaan Seri A terbesar secara global. Mengutip sebuah laporan oleh State of Retail Tech Kuartal III 2022, CB Insight, dua perusahaan rintisan tersebut adalah AgriAku dan Go Komodo. Pendanaan ini dipimpin oleh Alpha JWC Ventures dan juga diikuti oleh SMDV, Eight Capital, K3 Ventures, Tripurta, Waresix, Indogen Capital, Sahabat Group, dan Sampoerna Financial.
Perusahaan agritech AgriAku berhasil menempati urutan ke-3 diantara perusahaan rintisan lainnya. Investor lain yang ikut menyumbang kepada AgriAku antara lain MDI Growth dan Go-Ventures yang juga termasuk investor lama dan investor baru seperti Gentree Fund, K3 Ventures, dan sebuah perusahaan publik Thai Wah ikut digandeng AgriAku. Selain itu AgriAku juga mendapat dukungan dari BRI Ventures dan Mandiri Capital, menjadikan AgriAku sebagai satu-satunya perusahaan agritech yang mendapat dana dari tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). AgriAku pun berhasil mendapat pendanaan senilai US$35 juta atau setara juga dengan 520 miliar dalam rupiah.
AgriAku adalah perusahaan agribisnis lokal terkemuka berbasis teknologi. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan lebih dari 23.390 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. AgriAku menyediakan sebuah layanan kebutuhan saprotan (sarana produksi pertanian) yang dapat dipesan oleh trader, pemilik toko pertanian maupun petani melalui aplikasi AgriAku. Melalui AgriAku mitra dapat dapat memesan kebutuhan saprotan, kapan pun dan di mana pun, kemudian barang pun langsung diantar.
Dikutip dari Investor.id, Co-Founder dan President AgriAku, Irvan Kolonas mengatakan jika perolehan investasi ini akan digunakan AgriAku untuk menambah layanan mereka demi menciptakan solusi agribisnis yang lebih luas dan lengkap. Saat ini, ada lebih dari 500 jaringan AgriAku yang tersebar di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Pengembangan AgriAku juga akan mencangkup perluasan jaringan Toko Tani dan distributor, tim produk, dan inovasi teknologi.
“Ke depan, AgriAku akan terus menambah layanannya, sehingga dapat solusi agribisnis yang komprehensif. AgriAku juga akan terus mengembangkan jaringan Toko Tani dan distributornya, memperluas tim produk, dan teknologinya untuk terus berinovasi,” jelas Irvan.
Sementara itu, perusahaan supply chain Gokomoda menempati urutan ke-8 dan memperoleh pendanaan dari sejumlah investor seperti East Ventures, Eight Capital, dan Indogen Capital. Gokomodo berhasil mengantongi US$26 juta atau setara dengan 41 miliar rupiah.
Gokomodo adalah perusahaan B2B terkemuka untuk rantai pasok dan layanan agribisnis dan komoditas di Indonesia. Melalui platform nya, Gokomodo menawarkan solusi pengadaan digital, perdagangan digital, dan distribusi. Gokomodo memiliki tujuan untuk menyediakan akses yang mudah untuk mendapatkan produk-produk berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif, selain itu juga turut mendorong efisiensi dan transparansi bagi para pemangku kepentingan dalam dunia agribisnis.
Melalui East.vc, Co-Founder & CTO Gokomodo, Samuel Tirtasaputra mengatakan jika pendanaan yang mereka dapat akan digunakan Gokomondo sebagai penopang untuk melakukan penetrasi di area yang minim infrastruktur digital, sehingga Gokomodo dapat menciptakan perusahaan agribisnis dan petani yang maju di seluruh Indonesia, dengan menggabungkan platform digital dengan infrastruktur yang strategis. Cara yang dilakukan Gokomodo adalah dengan lebih mendekatkan diri dengan petani untuk mengetahui praktik agrikultur yang sesuai dan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Dukungan dari East Ventures dan investor lainnya akan kami gunakan untuk mengembangkan Gokomodo. Gokomodo melakukan pendekatan ganda, yakni menggabungkan platform digital yang kuat dengan infrastruktur yang strategis, hal ini untuk memastikan bahwa kami dapat mendukung penetrasi di area yang minim akan infrastruktur digital, sejalan dengan tujuan kami untuk memajukan perusahaan agribisnis dan petani kecil di seluruh Indonesia serta penyediaan akses yang sama bagi semua pemangku kepentingan melalui teknologi. Dengan hadir lebih dekat dengan para petani, kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan membantu mereka membangun praktik agrikultur yang lebih berkelanjutan,” jelas Samuel.
Ingin belajar mengenai dunia startup? tertarik membuat startup? Yuk ikuti Program Kuliah Startup Teknologi (S2) di IDS College, kamu akan di bimbing untuk memulai bisnis startupmu lebih maju!
Sumber: databoks.katadata.co.id

