7 Tips Membuat Coding Seperti Profesional - IDS Digital College

7 Tips Membuat Coding Seperti Profesional

7 Tips Membuat Coding Seperti Profesional


Menurutmu, apa ciri dari perangkat lunak yang baik? Perangkat lunak yang baik dapat dinilai dengan membaca code. Jika code pada perangkat lunak mudah dipahami dan mudah diubah, maka sudah pasti itu adalah perangkat lunak yang baik.

Seorang programmer seringkali kita diminta untuk menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin. Sebagai pemula kadang terlalu fokus untuk menulis code saja, tanpa mementingkan kualitas, yang pada akhirnya membuat coding yang kita buat terkesan berantakan. Bila sudah begini, developer biasanya malas bila harus melanjutkan proyek.

Niat untuk menyelesaikan coding dengan cepat malah membuatnya semakin lambat. Hasilnya, akan ada banyak bug yang perlu diperbaiki developer.

Tips Membuat Coding

Menulis code memang bukan pekerjaan yang mudah, diperlukan banyak pengetahuan dan latihan, berikut adalah tips membuat coding seperti profesional.

  1. Gunakan nama yang tepat

Saat melakukan coding artinya kamu akan banyak menulis nama untuk berbagai variabel, fungsi, kelas, argumen, paket, direktori, dan lainnya. Biasakan untuk menuliskan nama yang tepat dalam menulis code. Nama apa pun yang kamu sebutkan dalam code, setidaknya harus memenuhi tiga kriteria; apa fungsinya, apa tujuannya, dan bagaimana penggunaannya.

Proses ini mungkin akan memakan waktu yang lama, namun juga akan membuat code-mu menjadi lebih rapi dan mudah dibaca, baik untuk developer ataupun untuk diri sendiri.

Selain itu, cobalah untuk membatasi nama menjadi tiga atau empat kata saja.

  1. Single Responsibility Principle (RSP)

Kelas, fungsi, atau metode adalah cara yang baik untuk mengatur code dalam bahasa pemrograman apa pun. Sebaiknya, kamu berhati-hati mengenai cara menulis fungsi  yang mengkomunikasikan tujuannya. 

Sebagian besar kesalahan programmer pemula adalah menuliskan fungsi yang dapat menangani dan melakukan hampir semua tugas. Bukannya membantu, code yang kamu tulis akan membingungkan dan menimbulkan masalah lain saat developer perlu memperbaiki beberapa bug. 

Sebuah fungsi harus mengikuti Single Responsibility Principle, yang artinya tidak boleh memiliki lebih dari dua tingkat indentasi. Semakin kecil sebuah fungsi, maka itu semakin baik, kamu tidak perlu membuat ekstensif. Selain itu, pastikan juga jika fungsi yang kamu buat tidak memiliki lebih dari tiga argumen. 

  1. Hindari penulisan komentar yang tidak penting

Sudah menjadi hal yang umum ketika developer menggunakan komentar untuk menentukan tujuan dari sebuah baris dalam code yang mereka buat. Memang benar jika komentar sangat membantu dalam menjelaskan maksud code, namun nantinya kamu harus dihadapkan dengan pemeliharaan yang merepotkan.

Saat menuliskan code, code dapat berpindah kesana kemari, hal ini akan menimbulkan masalah yang besar jika komentar tetap berada di tempat yang sama. Developer bisa saja kebingungan serta merasa terganggu dengan komentar yang tidak berguna. 

Sintaks bahasa pemrograman saat ini sudah sangat baik dalam menjelaskan tujuan dari sebuah baris dalam code yang kamu buat.

Tips Membuat Coding

  1. Tulis code yang mudah dibaca

Kesalahan yang sering dilakukan kebanyakan pemula adalah menulis code hanya dalam satu baris, tidak memberikan spasi, lekukan, atau jeda baris yang tepat. Hal ini akan membuat code berantakan dan sulit diatur. 

Akan selalu ada kemungkinan code yang kamu tulis akan dikerjakan juga oleh programmer lain, hal ini hanya akan membuat mereka membuang-buang waktu saat mereka mencoba membaca dan memahami code yang berantakan.

  1. Test Writing Unit

Test writing unit sangat penting dalam pengembangan perangkat lunak. Hal ini akan membuat code-mu bersih, fleksibel, dan perawatannya mudah. Selain itu dapat membantu membuat perubahan pada code dan mengurangi bug. 

Dalam proses pengembangan perangkat lunak, terdapat sebuah proses yang memastikan bahwa setiap komponen dalam sistem dapat berjalan dengan semestinya, disebut dengan Test Driven Development (TDD).

  1. Hati-hati dengan Dependency

Dalam pengembangan perangkat lunak, sebuah komponen seringkali memiliki ketergantungan terhadap komponen lain. Kamu harus berhati-hati dengan hal ini, jika memungkinkan arah dependency harus selalu tunggal. 

Dependency satu arah akan selalu lebih mudah dikelola. Dalam dependency yang berjalan dua arah, kedua komponen saling bergantung sama lain, sehingga mereka harus selalu ada meskipun keduanya adalah komponen yang terpisah. 

Dependency dua arah juga akan menyulitkan developer saat harus memperbaiki sistem.

  1. Usaha untuk selalu terstruktur

Sudah menjadi masalah yang umum jika seorang pengembang perangkat lunak selalu menambah atau menghapus file atau direktori, yang terkadang memperumit dan mengganggu pengembang lain.

Saat memulai proyek, mungkin kamu kesulitan dalam membuat folder atau file yang sempurna. Namun, saat proyek yang kamu kerjakan semakin besar, kamu perlu berhati-hati mengenai pengaturan folder, file, dan direktori. Folder dan file yang terstruktur akan membuat pekerjaan semakin mudah.

Jika kamu berminat untuk mulai belajar coding, semoga tips ini membantu! Selain itu, jika kamu sangat tertarik untuk belajar lebih lanjut dan luas untuk berkarier di dunia coding dan programming, kamu bisa bergabung bersama kami College Program dari IDS College jurusan Software Engineering. Kami tunggu untuk bergabung, see you there!

Sumber: 7 Tips Membuat Coding Seperti Profesional

Posted in: News