Apa itu Firebase? - IDS Digital College

Apa itu Firebase?

Apa itu Firebase?


Firebase

Untuk kalian yang sedang mengembangkan sebuah aplikasi pasti sudah tidak asing lagi Firebase. Dengan fitur yang menarik, firebase menyediakan berbagai peralatan untuk analisis, pelaporan, dan pembenahan kerusakan pada aplikasi, hingga eksperimen produk serta pemasaran. All in One. Selain itu juga dapat digunakan di platform mana pun seperti sistem operasi iOS, Android, maupun aplikasi berbasis web. 

Tapi apa kalian tau apa itu firebase? Kegunaannya? Jenis? Dan lainnya. Atau kalian ingin belajar menggunakannya? Disini kita bakalan bahas Firebase sampai bagian terdalamnya. Simak penjelasan berikut. 

Pengertian

Perkembangan teknologi sudah pasti akan memudahkan developer  dengan adanya firebase. Adanya firebase akan memudahkan para pengembang aplikasi agar dapat fokus untuk mengembangkan aplikasinya tanpa harus memberikan upaya yang besar. Firebase adalah suatu layanan dari Google yang digunakan untuk mempermudah para pengembang aplikasi dalam mengembangkan aplikasi.

Fitur yang disediakan oleh firebase juga cukup lengkap, mulai dari analitis, autentikasi, konfigurasi,penyimpanan dokumen, basis data, hingga keberlanjutan daftar dan pesan. Dan firebase juga menggunakan sistem penyimpanan cloud sebagai basis hosting nya. 

Firebase sendiri telah berevolusi dari envolve yang merupakan sebuah startup yang awalnya didirikan oleh James Tamplin dan Andrew Lee pada tahun 2011 silam. Awalnya mereka berdua membuat antarmuka pemrograman aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan obrolan secara daring. 

Namun mereka sadar ternyata evolve digunakan untuk mengirimkan data aplikasi dan bukan pesan obrolan.Pada tahun 2012, Tamplin dan Lee mendirikan Firebase sebagai perusahaan yang terpisah. 

Sebenarnya dalam firebase ada 2 fitur yang menarik,yaitu remote config dan firebase realtime database. Keduanya akan dibahas mendalam nanti. 

Kegunaan dan Fungsi

Fungsi utama Firebase adalah untuk memudahkan para developer. Tetapi selain itu masih banyak kegunaan dan fungsi yang harus kamu ketahui. 

  1. Menyimpan dan menyinkronkan data

Sama seperti penyimpanan lainnya, kegunaan dari firebase adalah untuk menyimpan data dan menyinkronkannya ketika ada perubahan. Sehingga pekerjaan yang kita lakukan pun akan tersimpan dengan aman. 

  1. Berfungsi pada Semua Platform. 

Firebase dapat digunakan dimanapun, kamu bisa menggunakannya di Android SDK, iOS, JavaScript, dan C ++. Kamu juga bisa mengaksesnya menggunakan pustaka sisi server dan REST API. 

  1. Membuat Aplikasi (Build)

Firebase memungkinkan kamu untuk membuat aplikasi tanpa mengelola server. Pengembangan aplikasi akan lebih cepat dengan dukungan infrastruktur backend yang canggih, dan adanya fitur Cloud Function yang memudahkan integrasi platform.

  1. Menyesuaikan Skala dengan Mudah. 

Jika aplikasi menjadi sangat populer, Anda tidak perlu lagi khawatir menyesuaikan skala kode server atau menyediakan kapasitas tambahan. Firebase akan menanganinya secara otomatis. Dan sebagian besar fitur Firebase gratis selamanya untuk semua skala. Keempat fitur berbayar menawarkan tarif gratis dan 2 paket berbayar setelah Anda mulai mengembangkannya.

  1. Lupakan Tentang Infrastruktur. 

Hemat waktu dengan tidak harus membangun infrastruktur internal yang kompleks atau mengelola beberapa dashboard. Firebase meletakkan dasar bagi kamu untuk fokus dalam menghadirkan fitur yang diinginkan pelanggan.

  1. Mengembangkan Bisnis (Engage)

Dalam sebuah bisnis, aplikasi yang memberikan ketidaknyamanan dan pelayanan yang buruk suatu saat pasti akan ditinggalkan oleh penggunanya. Dengan menggunakan firebase kamu dapat meningkatkan user experience atau pengalaman pengguna dari aplikasi yang kamu buat. Cara nya adalah kamu dapat mengumpulkan data pengguna dengan fitur analitik yang telah disediakan oleh firebase. 

Firebase

Kelebihan dan Kekurangan Firebase 

Kelebihan

  1. Event-oriented .
  2. Tanpa SQL, Firebase menggunakan JSON.
  3. API yang kuat untuk menyimpan dan menyinkronkan.
  4. Backend waktu yang nyata.
  5. Dokumentasi & Layanan Pelanggan.
  6. Mempermudah pengembang tentang front-end yang tidak mengerti back-end.
  7. API relatif mudah dimengerti.
  8. SDK tersedia untuk Android, iOS, JavaScript, Java, Objective-C, Swift dan Node.js.

Mudah digunakan.

  1. Versi gratis tersedia sehingga pengembang dapat menguji layanan Firebase tanpa batasan waktu.

Kekurangan

  1. Kamu tidak memiliki data yang kamu punya, karena kita berada dalam host yang bukan milik kita, jadi akan mustahil untuk mengembalikan akun pengguna. 
  2. Format penyimpanan tidak menggunakan SQL, tetapi JSON, yang akan sulit di migrasi.
  3. Tidak ada fungsi referensi atau penautan.
  4. Migrasi data terbatas.
  5. Walaupun firebase dapat digunakan sistem manapun, tetapi tetap berpusat pada android dan kurang mendukung pada iOS.
  6. Jumlah koneksi simpul tidak ditampilkan.
  7. Karena Firebase tidak membebani pengembang di sisi server, konsekuensi menggunakan API dalam kode kami di sisi front-end/ klien harus kerja keras.
  8. Versi gratisnya hanya menawarkan 100 koneksi dan ruang penyimpanan 1 GB, yang perlu para pengguna harus memperbarui saat pengguna lain bertambah.
  9. Jika aplikasi kita menggunakan basis data terpusat yang dapat diperbarui (ditulis) oleh banyak pengguna, maka ini akan menjadi overkill

Jenis dan Fitur

Firebase memiliki fitur unggulan yang tentunya sudah mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang tentunya akan semakin canggih. Fitur – fitur ini bisa saja berpengaruh pada layanan yang nantinya akan didapatkan para pengguna aplikasi dari developer. Berikut ini adalah penjelasan tentang fitur dan jenisnya.

  1. Cloud messaging

Fitur ini dikenal sebagai FCM (Firebase Cloud Messaging) yang merupakan perpesanan lintas platform dan berguna untuk mengirimkan pesan lintas platform bebas biaya. Tentu saja ini merupakan fitur yang memudahkan kamu dalam berinteraksi dengan yang lainya. 

  1. Firebase analytics

Salah satu fitur unggulan Firebase adalah Firebase analytics. Firebase analytics mempunyai fungsi sebagai pengoleksi data dan juga melakukan laporan bagi aplikasi berbasis Android dan iOS. Bahkan dengan Firebase analytics kita bisa mengetahui fitur apa saja dari aplikasi yang sering digunakan oleh pengguna.

  1. Performance. 

Dikenal sebagai Firebase Performance Monitoring (FPM) yang bertindak untuk memberikan masukan kepada pengembang mengenai karakteristik kinerja aplikasi lintas platform dan membantu mereka agar dapat menentukan kapan dan di bagian mana aplikasi perlu ditingkatkan.

  1. Firebase authentication

Fitur unggulan lain adalah Firebase authentication. Ini merupakan salah satu layanan back-end yang cukup mudah penggunaannya, selain memiliki tampilan mudah juga dapat berguna untuk melakukan autentikasi berupa nomor telepon, sandi dan sebagainya.

  1. Test Lab.

Merupakan fitur pengujian aplikasi berbasis cloud dengan satu operasi dan konfigurasi. Fitur ini dapat melihat konfigurasi berbentuk log, video, tangkapan layar, dan berbagai konfigurasi aplikasi lainnya.

  1. Firebase hosting

Pengertian Firebase hosting adalah layanan hosting konten web. Dengan fitur ini kita bisa menjalankan aplikasi web dan menyajikan konten statis maupun dinamis ke jaringan penayangan konten dengan cepat.

Tools Yang Harus Kamu Siapkan Jika Ingin menggunakannya

Dengan menggunakan firebase realtime database, kamu dapat membuat sebuah aplikasi yang kaya akan fitur dan menyediakan akses yang aman untuk database langsung dari kode sisi klien. Yang menarik adalah, ketika kamu sedang dalam mode offline, peristiwa real time akan terus berlanjut. ini yang memungkinkan pengguna akhir untuk merespons dengan cepat. Ketika koneksi perangkat dibangun kembali, database real-time menyinkronkan perubahan data lokal dengan pembaruan jarak jauh yang terjadi saat klien offline sehingga setiap penyimpangan digabungkan secara otomatis.

Dan untuk kamu yang baru ingin membuat sebuah aplikasi menggunakan firebase, perhatikan penjelasan berikut ini.

Hal yang harus kamu siapkan:

  1. Pastikan Android Studio kamu sudah dalam versi yang paling terbaru
  2. API target level 16 (jelly bean) atau yang paling baru
  3. Menggunakan Gradle 4.1
  4. Gunakan Jetpack (AndroidX) yang telah mencakup: com.android.tools.build:gradle v3.2.1 atau yang terbaru
  5. CompileSdkVersion 28 atau yang terbaru
  6. Siapkan perangkat fisik atau jalankan emulator untuk menjalankan emulator
  7. Masuk kedalam akun Firebase kamu

Setelah langkah langkah diatas sudah kamu siapkan semuanya, hal yang harus lakukan berikutnya adalah  menghubungkan aplikasi ke Firebase. Menambahkan Firebase ke project Android jika kamu belum melakukannya. Setelah itu kamu dapat menambahkan Firebase Authentication ke aplikasimu. Dengan Firebase Android BoM, deklarasikan dependensi untuk library Android Firebase Authentication dalam file Gradle module (level aplikasi) (biasanya app/build.gradle).

Posted in: News