Aplikasi Android: Cara Menghitung Biaya dan Pembuatannya
Aplikasi Android: Cara Menghitung Biaya dan Pembuatannya
Apa mungkin kamu kesini karena tertarik pada teknologi? Kamu ingin tahu biaya pembuatan aplikasi yang biasa kamu gunakan atau cara membuatnya? Kamu datang ke tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas seputar aplikasi android: cara menghitung biayanya sekaligus cara membuatnya.
Pertama, kamu harus menghitung biaya pembuatan aplikasi. Ada beberapa alasan mengapa penting untuk menghitung biaya pembuatan aplikasi. Alasannya adalah karena hubungan antara biaya pembuatan dan kualitas produk digital, seperti aplikasi android, sangat berbanding lurus.Â
Kualitas produk digital, salah satunya dapat dilihat dari pengalaman antarmuka pengguna. Jika kamu tidak menghitung biaya pembuatan aplikasi yang kamu inginkan, kamu mungkin akan mendapatkan aplikasi yang berjalan lambat, tidak intuitif dan sulit untuk digunakan.Â
Kalau sudah begitu, citra perusahaan kamu yang jadi taruhannya. Maka, kamu harus menghitung biaya pembuatan dan memilih pekerja IT yang profesional.
Untuk memulai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kamu menghitung biaya pembuatan aplikasi, yaitu
Membuat Tujuan
Pertama, kamu harus menentukan tujuan dari pembuatan aplikasi tersebut, apakah tujuannya strategis seperti untuk meningkatkan penjualan produk, ataukah tujuannya adalah untuk mendukung sistem penjualan dengan live sales reporting?
Membuat tujuan pembuatan yang jelas, akan menciptakan hasil proyek IT yang optimal.
Menentukan Modul dan Fitur
Setelah tahu tujuan pembuatan aplikasi, kamu perlu menentukan modul dan fitur untuk aplikasi tersebut.Â
Buatlah bagan untuk mengklasifikasikan modul dan fitur di dalamnya, kemudian susun berdasarkan tingkat kesulitan dan urgensinya.
Misalnya, kalau kamu ingin membuat aplikasi untuk menjual produk secara online, maka fitur yang dapat kamu buat adalah: Product, Order, Payment, History, Promo, dsb.
Menentukan Output
Selain menentukan modul dan fitur untuk aplikasi, kamu juga perlu memperhatikan output lain, seperti Web analytic dan Content Management System (CMS). Biasanya CMS juga terpisah menjadi dua, yakni role owner dan role admin. Maka dalam hal ini output terbagi menjadi 4: App Android, IOS, Web admin, dan web owner.
Tentukan Teknologi dan Arsitektur Program
Langkah selanjutnya adalah menentukan teknologi yang cocok untuk proyek IT. Misal, aplikasi yang menggunakan teknologi native atau hybrid, servernya menggunakan VPS atau lokal, dan lain sebagainya.
Menentukan Resources
Untuk membuat aplikasi yang profesional, kamu membutuhkan team yang solid dan profesional pula. Untuk membangun tim yang ideal kamu membutuhkan :
- Desainer UI/UX, untuk membuat desain antar muka dan prototype.
- Android dan IOS Developer, untuk mengembangkan aplikasi.
- Web Programer, web programmer backend untuk mengurus struktur database, API, dll. sedangkan web programmer frontend untuk mengatur tata letak dan tampilan web.
- QA/Tester, untuk memastikan aplikasi yang diluncurkan tidak ada bug/error.
- Project Manager, untuk mengkoordinir tim dan jalannya proyek agar sesuai dengan rencana.
Menentukan waktu pengerjaan
Waktu pengerjaan proyek dihitung berdasarkan pada banyaknya fitur yang bisa dikerjakan.
Pembuatan rancangan biaya pembuatan produk digital itu berbeda-beda, tergantung pada tiap teknologi yang digunakan dalam produk digital tersebut.
Kalau kamu merasa keberatan dengan biaya pembuatan tersebut, kamu dapat mencoba membuatnya sendiri dengan menggunakan android studio.
Pertama-tama kamu membutuhkan komputer dengan RAM minimal 3GB. Direkomendasikan untuk menggunakan komputer RAM 8GB dan tambahan 1GB untuk menjalankan emulator Android.
Lalu, tentu saja, kamu harus menginstall software Android Studio. Tahapan untuk membuatnya adalah sebagai berikut, ya …
Membuat Proyek di Android Studio
Buka android studio, kemudian pilih start a new android studio project kemudian pilih empty activity untuk membuat proyek baru dari nol.Â
Setelah itu kamu akan diminta mengisi konfigurasi proyek. Isilah beberapa informasi yang diminta kemudian klik finish.
Membuat Antarmuka
Antarmuka pengguna merupakan tampilan visual dari aplikasi. Antarmuka menggabungkan konsep desain visual, desain interaksi, dan infrastruktur informasi.
Ada 2 jenis antarmuka dalam pembuatan aplikasi android, View dan ViewGroup.Â
View merupakan komponen yang dapat dilihat langsung oleh pengguna. Ada 4 komponen dalam View, yakni TextVIew, ImageView, ListView, dan GridView.
Sementara ViewGroup adalah tempat yang mewadahi komponen-komponen View sehingga membentuk satu kesatuan tampilan aplikasi. ViewGroup juga memiliki 4 komponen, yaitu LinearLayout, FrameLayout, RelativeLayout, dan TableLayout.
Meminta Data Adapter
Adapter merupakan komponen yang mengatur tampilan data. Komponen ini menyediakan akses ke data per item dan membuat sebuah View pada setiap item dalam kumpulan data.
Menampilkan Data Menggunakan RecyclerView
RecyclerView merupakan komponen tampilan (widget). RecyclerView dapat menampilkan data secara efisien dalam jumlah yang besar.
Menampilkan Kumpulan Database Menggunakan Dataset
Dataset merupakan kumpulan data yang ingin ditampilkan di aplikasi Android. Dataset bisa berupa array, list, maupun object map.
Nah, begitulah penjelasan seputar aplikasi android yang bisa kamu coba terapkan. Semoga artikel ini dapat membantu kamu ya!
sumber: niagahoster.co.id




