Berhasil Go Internasional! Yuk Intip 8 Startup Asal Indonesia Ini
Berhasil Go Internasional! Yuk Intip 8 Startup Asal Indonesia Ini
Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kata startup bukan? kian tahun sepertinya startup kian bertambah banyak. Hal ini bisa dikatakan karena tawaran gaji yang tinggi pada startup membuat banyak anak muda yang tergiur, selain itu untuk job security juga sudah terjamin, dan keseimbangan kehidupan kerja yang baik. Alasan tersebut membuat pertumbuhan startup di Indonesia. Bahkan menurut laporan Startup Ranking, tercatat, ada 2.346 startup di dalam negeri. Jumlah ini menempatkan Indonesia berada di urutan kelima terbanyak di dunia. Berikut ini kami sudah merangkum 8 startup asal indonesia yang berhasil go international.
Perusahaan ini selalu identik dengan perusahaan yang berhubungan dengan teknologi. Biasanya produk yang dihasilkan adalah produk teknologi seperti software, aplikasi, atau website.Â
Dan ternyata sudah ada beberapa startup di Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional, lho. Penasaran apa saja? simak artikel dibawah ini ya.
Fakta StartupÂ
- Perusahaan Startup Adalah Perusahaan Baru
Tahukah kamu jika startup memiliki arti sebagai perusahaan yang baru dirintis. Sebuah perusahaan startup biasanya dirintis dengan skema waktu dibawah 5 tahun. Walaupun banyak orang yang menyamaratakan bahwa startup adalah perusahaan yang bergerak dibidang teknologi, padahal sebenarnya startup ini ditujukan untuk perusahaan yang baru beroperasi.Â
Sebagaimana perusahaan yang baru dirintis, startup biasanya masih memiliki banyak pekerjaan rumah, pengembangan besar-besaran dan masih kurang stabil.
- Angel Investor di Perusahaan Startup
Tahukah kamu bahwa perusahaan startup juga ada istilah angel investor. Angel investor merupakan seseorang yang menanamkan modal kepada startup. Dimana angel investor ini mayoritas berasal dari kalangan terdekat, misalnya dari keluarga, saudara, teman dan jaringan.
Yang membedakan antara angel investor dengan investor biasa adalah Angel investor cenderung tidak banyak mengutamakan keuntungan seperti halnya investor biasanya. Namun banyak lebih cenderung ke membantu startup agar bisa melewati masa sulit, pun untuk pengembalian dana juga lebih santai tidak kaku seperti investor biasanya.
Timbal balik dari angel investor ini biasanya seperti penanaman saham atas Namanya. Dana yang digunakan angel investor sendiri berasal dari dana pribadi.
- Struktur Organisasi Horizontal
Fakta lanjutnya adalah tentang struktur organisasi di dalam perusahaan. Jika di perusahaan biasa menerapkan struktur organisasi yang rumit dan berkelas-kelas, maka di perusahaan startup ini memiliki struktur organisasi yang lebih simpel dan horizontal.
Sehingga tidak heran jika leadernya yang langsung memimpin rapat dengan para staf dan juga semua orang langsung terlibat di dalam diskusi tanpa tebang pilih. Staff bisa langsung berkomunikasi dengan atasan.
8 Startup Indonesia Yang Sudah Berhasil Go InternationalÂ
- GO-JEK
Startup yang sudah sukses Go International yang pertama adalah Gojek. Sekarang, siapa sih yang tidak tahu dengan Gojek? Aplikasi multifungsi ini berfokus pada layanan pesan antar. Gojek pertama kali didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010 silam dan telah sukses dengan menyandang gelar Decacorn.Â
Sudah banyak layanan dari Gojek yang telah membantu masyarakat Indonesia seperti Go-Ride, Go-car, Go-Food, Go-Send, dll.Â
Karena kesuksesannya, pada Agustus tahun 2016 startup Indonesia ini memperoleh suntikan dana sebesar 550 juta dolar AS dari sebuah konsorsium internasional. GO-JEK juga berhasil mendapatkan gelar ASEAN Entrepreneur Award dari World Knowledge Forum di Seoul, Korea Selatan pada Oktober 2016 silam.
 Kesuksesan Gojek di Indonesia memantapkan langkahnya untuk dapat melebarkan sayapnya ke luar negeri. Hingga kini, Gojek telah memperluas bisnisnya hingga ke Singapura, Vietnam, dan Thailand.
- HijUp
Startup yang bergerak pada bidang fashion wanita muslim ini didirikan pada tahun 2011 oleh wirausahawan asal Indonesia, Diajeng Lestari yang kini berusia 35 tahun. HijUp membantu para desainer meningkatkan keuntungan dengan jauh lebih efisien, sementara di sisi lain, pelanggan dapat lebih mudah mencari produk busana muslim sesuai model dan tren yang diinginkan.
Pada akhir tahun 2021, sudah tercatat HijUp berhasil menjual lebih dari 120 merk dari 30 desainer lokal yang bergabung di website-nya. Selain fashion muslimah, startup ini juga menjual pakaian anak-anak dan produk-produk home & living.
Pembeli produk yang dijual HijUp tidak hanya dari dalam negeri loh, tetapi merambah ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Australia serta negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.Â
- BukalapakÂ
Startup berikutnya yang telah Go International adalah Bukalapak. Sejak didirikan pada tahun 2010, Bukalapak telah melayani lebih dari 6 juta Pelapak, 5 juta Mitra Bukalapak dan 90 juta pengguna aktif dan pada tahun 2017 menyandang status unicorn.
Startup ini bergerak di bidang jasa portal web. Bukalapak dalam hal ini menyediakan Platform perdagangan elektronik (e-commerce) dimana Pengguna dapat melakukan transaksi jual-beli barang dan menggunakan berbagai macam metode pembayaran yang ada.Â
Start-up Bukalapak mulai melakukan ekspansi global pada tahun 2019 yang ditandai dengan adanya fitur Buka Global. Fitur tersebut membantu menyediakan jasa pengiriman barang ke luar negeri. Beberapa negara yang mendapatkan fitur tersebut yaitu Singapura, Brunei Darussalam, Hongkong, hingga Taiwan. Ekspansi tersebut kemudian diperkuat kembali dengan lantainya Bukalapak pada bursa saham Indonesia.Â
- Traveloka
Apakah kalian suka berpergian? Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan aplikasi satu ini. Traveloka adalah perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia secara online.
Didirikan pada tahun 2012 silam oleh Ferry Unardi (CEO), Derianto Kusuma (CTO), dan Albert Zhang (Head of Design), startup Indonesia ini mengawali layanan mereka dengan mencari perbandingan harga tiket pesawat dari berbagai situs.
Karena kesuksesannya, startup ini berhasil memperoleh pendanaan dari perusahaan asing ternama seperti East Venture, Expedia, dan beberapa investor lain senilai US$500 juta atau Rp 6,75 triliun.
Sampai saat ini, Traveloka telah hadir di beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, hingga Filipina. Usaha untuk memperluas bisnis tersebut berdampak pada naiknya nilai valuasi Traveloka menjadi US$ 3 miliar pada tahun 2021.
- OVO
OVO awalnya didirikan oleh Lippo Group dan mulai beroperasi tahun 2017, mendapat izin e-money dari Bank Indonesia untuk beroperasi sebagai perusahaan fintech di seluruh Indonesia pada 25 September 2017.
Setelah mendapatkan gelar unicorn pada tahun 2019 silam, rasanya wajar saja bila OVO dinobatkan sebagai salah satu startup Indonesia yang sukses. Karena kinerjanya yang luar biasa, CB Insights melalui CNBC melaporkan bahwa hingga awal 2020 OVO memiliki valuasi sebesar 2,9 miliar dolar AS.
- Kredivo
Apakah kalian suka menggunakan pay later? Jika iya, pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan aplikasi ini bukan? Kredivo didirikan oleh Alie Tan pada April tahun 2016. Kredivo merupakan salah satu perusahaan startup berbasis teknologi informasi yang membangun sistem pembayaran untuk transaksi melalui platform e-commerce.
Startup asal Indonesia ini bergerak pada industri keuangan dan menyediakan pembayaran keuangan secara digital berbasis kredit. Pada tahun 2021, Kredivo telah berhasil memperluas bisnisnya hingga ke Vietnam dengan bantuan patungan dari Phoenix Holding. Keberadaan Kredivo di Vietnam menjadikan perusahaan tersebut sebagai perusahaan pertama yang bergerak pada investasi keluarga di Vietnam.
- Ruangguru
Sebagai perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Asia Tenggara, Ruangguru telah hadir di beberapa negara selain Indonesia. Beberapa negara tersebut yaitu Thailand dan Vietnam. Keberhasilan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan akses ke pendidikan yang lebih mudah karena berjalan secara online.Â
Perusahaan startup asal Indonesia ini didirikan sejak tahun 2014 oleh Belva Devara dan Iman Usman, yang keduanya berhasil masuk dalam jajaran pengusaha sukses di bawah 30 tahun melalui Forbes 30 under 30 untuk sektor teknologi konsumen di Asia. Di tahun 2019, mereka mendapat penghargaan sebagai Emerging Entrepreneur dari Ernst & Young.Â
- BrideStory
Startup terakhir yang sudah Go International adalah BrideStory. Perusahaan ini didirikan oleh Kevin Mintaraga pada tahun 2014. BrideStory merupakan platform penyedia profil dan portofolio vendor pernikahan. Bridestory menawarkan fitur khusus yaitu, calon pengantin dapat menyortir vendor berdasarkan beberapa kategori, baik dari nuansa warna hingga anggaran wedding mereka. Selain itu calon pengantin juga dapat mengakses portofolio vendor tersebut sebelum melakukan kontak.Â
Sementara untuk vendor, mereka dapat mendaftar dan menggunakan BrideStory untuk mengembangkan bisnisnya. Hingga kini, BrideStory berhasil berekspansi ke tiga negara, yakni Singapura, Filipina, dan Australia.Â
Nah, itulah 8 startup Indonesia yang berhasil go internasional. Apakah kamu juga ingin membuat startup? kamu bisa ikuti program kuliah di STIMIK IDS dengan jurusan Startup teknologi (S2) dan bergelar Magister Inovasi Sistem dan Teknologi. Untuk informasi selengkapnya cek website kami ya.

