Download Chrome Palsu, Jutaan User Terancam Virus Berbahaya! - IDS Digital College

Download Chrome Palsu, Jutaan User Terancam Virus Berbahaya!

Google Chrome adalah sebuah peramban web sumber terbuka yang dikembangkan oleh Google dengan menggunakan mesin rendering WebKit. Proyek sumber terbukanya sendiri dinamakan Chromium.

Google Chrome pertama kali dirilis oleh Google pada tanggal 2 September 2008, yang saat itu hanya untuk Microsoft Windows karena masih dalam status beta. 

Lalu pada 11 Desember pada tahun yang sama Google Chrome diluncurkan untuk semua sistem operasi karena telah mencapai versi stabil.

Dan pada bulan Januari 2012, Google Chrome diperkirakan telah berhasil meraih presentase 25-28% dari keseluruhan pengguna browser dunia, membuatnya sebagai browser kedua atau juga ketiga paling banyak digunakan setelah Mozilla Firefox, menurut sejumlah sumber.

Tetapi anda harus hati-hati akan keamanan chrome , karena bisa terkena virus yang berbahaya . Apalagi ketika anda mendownload chrome palsu , itu sangat berbahaya kepada data diri anda. 

Mesin pencarian Google Chrome yang dirilis oleh Google kerap digunakan oleh seluruh masyarakat didunia . Namun, kini muncul kabar bahwa pengguna Google Chrome harus waspada. 

Hal itu lantaran Google Chrome terancam diserang virus jahat spyware karena men-download ekstensi palsu. 

Dilansir melalui CNN Internasional, berdasarkan laporan lembaga Cybersecurity Awake Security, paling tidak terdapat 111 ekstensi Google Chrome palsu yang beredar di internet . Ekstensi tersebut telah di-download oleh 32 juta pengguna Google Chrome. 

Perlu diketahui ekstensi palsu itu bisa memiliki kemampuan mengambil tangkapan layar, mencuri login kredensial, dan mencuri password saat mengetik . Selain itu, memungkinkan pengguna untuk menambah fitur dan kemampuan browser mereka.

“Para aktor di balik ekstensi ini telah membuat jejak nyata di hampir setiap jaringan,” ujar Awake Security.

Terkait hal ini, pihak Google pun langsung memberikan konfirmasi.  Pihak Google mengatakan bahwa ekstensi palsu itu kini telah dihapus. 

Kendati demikian, masih berbahaya jika masih terpasang di perangkat laptop atau komputer.  “Kami menghargai kerja dari komunitas riset dan ketika kami diperingatkan akan ekstensi yang melanggar aturan kami, kami langsung bertindak dan menggunakan insiden ini sebagai latihan untuk meningkatkan analisis otomatis dan manual kami,” terang jubir Google Scott Westover.

Lebih lanjut, Scott Westover menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memantau ekstensi palsu tersebut. “Kami secara reguler memantau mencari ekstensi yang menggunakan teknik, kode dan perilaku serupa, dan menghapus ekstensi tersebut jika mereka melanggar kebijakan kami,” sambungnya.

Awake Security mengkaitkan ekstensi ini dengan kampanye mata-mata yang dilakukan Galcomm, perusahaan web hosting asal Rusia yang mengklaim mengelola sekitar 250 ribu domain.

Kepada Reuters, pemilik Galcomm, Moshe Fogel membantah klaim tersebut. “Galcomm tidak terlibat dengan aktivitas jahat apapun,” kata Fogel.

Ekstensi Google Chrome pernah dihubungkan dengan serangan siber, termasuk pada Februari tahun ini. Google menyatakan telah melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan privasi dan keamanan browser.

“Selain menutup akun developer yang melanggar kebijakan, kami juga menandai beberapa pola berbahaya yang kami deteksi untuk mencegah ekstensi tersebut kembali lagi,” ungkap Scott Westover

Kita semua pasti mempunyai ketakutan dan berfikir ” Google Chrome saya terkena virus atau tidak yah ?”. Dan anda semua pasti berfikir “Bagaimana sih kita mengetahui kalau Google Chrome kita terkena virus atau tidak ?”.

Berikut ini adalah tanda Google Chrome anda terjangkit virus

1. Laman Muka pada Google Chrome Berganti Jadi Situs Lain

Setiap web browser pasti akan menampilkan tampilan berbeda sesuai dengan penyedianya. Misalnya saja saat kamu membuka Google Chrome, yang kamu lihat pertama adalah laman muka pencarian Google .

Namun, jika ada malware menyerang Google Chrome , bisa jadi salah satu tandanya adalah berubahnya tampilan awal Google Chrome . Biasanya virus atau malware semacam ini menyerang peramban saat kamu mengunduh konten, aplikasi, video, musik, berbagai file lain dari situs yang tak bisa dipercaya .

2. Muncul Tab Baru secara Massal

Pengguna internet biasanya mencari informasi melalui aplikasi Google Chrome mereka . Pernahkah kamu mengeklik suatu teks atau gambar yang secara otomatis mengarahkan kamu ke berbagai situs lalu membuat Google Chrome membuka tab-tab baru secara massal?

Padahal link yang keluar di tab-tab baru itu tidak ada hubungannya dengan yang sedang dicari . Biasanya itu jadi tanda malware berupaya menyerang Google Chrome kamu.

Tujuannya adalah tiap user masuk ke situs tersebut. Parahnya, link itu juga bisa membuat pengguna mengunduh program atau aplikasi secara otomatis.

3. Loading Website atau Situs Jadi Lemot

Saat kamu melakukan pencarian, terkadang loading website berjalan sangat lama. Jika koneksi internet bermasalah, tentu hal tersebut wajar.

Namun jika tidak, lebih baik kamu menginstal ulang aplikasi web browser tersebut untuk memastikan peramban tetap aman.

4. Muncul Iklan yang Tak Beraturan

Iklan memang bisa saja muncul di setiap Google Chrome yang kamu kunjungi, sebab tak dapat dimungkiri kalau Google Chrome mendapatkan keuntungan dari iklan-iklan yang muncul . 

Namun, salah satu iklan yang biasanya tidak disediakan di Google Chrome tersebut adalah ketika iklan itu tampil berbeda dengan konten yang ada di Google Chrome alias iklan palsu .

Iklan palsu itu bisa jadi berasal dari aplikasi advertising yang diam-diam, tanpa disadari pengguna, telah terinstall pada Google Chrome yang ada di android atau leptop kamu . Virus jenis ini biasa dikenal dengan nama AdWare .

5. Google Chrome Sering Mengalami Crash

Crash pada Google Chrome biasanya terjadi saat aplikasi yang berjalan tidak sesuai ekstensi atau plugin pada sistem Google Chrome kamu . Misalnya saja flash yang belum di-update, sehingga sistem pada website tidak bisa dipenuhi oleh aplikasi Google Chrome kamu . Hal tersebut wajar dialami .

Hal yang tak wajar adalah bila web Google Chrome mengalami crash saat membuka website atau blog ringan . Website ringan biasanya hanya berukuran 500 kb ke bawah, sehingga bisa diduga crash disebabkan oleh malware atau virus . 

Nah, bagi kamu yang merasakan tanda-tanda di atas, sebenarnya bisa dicegah melalui aplikasi anti malware yang ada di Google Play Store.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat