Indonesia butuh 9 Juta SDM di Bidang Digital Untuk 15 tahun ke Depan - IDS Digital College

Indonesia butuh 9 Juta SDM di Bidang Digital Untuk 15 tahun ke Depan

Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) untuk mempercepat transformasi digital di tanah air. Untuk mencapainya, kata dia, Indonesia setidaknya membutuhkan 9 juta talenta digital untuk 15 tahun ke depan.

“Ini sangat penting sekali untuk melakukan transformasi digital, negara kita ini ( Indonesia ) membutuhkan talenta digital sebanyak kurang lebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas, Senin (3/8/2020).

Joko Widodo mengatakan berdasarkan survei lembaga IMD World Digital Competitiveness pada 2019, Indonesia masih di peringkat 56 dari 63 negara dalam hal transformasi digital. Posisi Indonesia masih jauh dibawah negara-negara ASEAN lainnya.

“Memang kita ( Indonesia ) di bawah sekali lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga kita di ASEAN, misalnya Thailand di posisi 40, Malaysia di posisi 26, Singapura di posisi nomor 2,” kata Jokowi

Oleh sebab itu, Jokowi menilai dibutuhkan talenta-talenta digital untuk mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Terlebih, kondisi pandemi virus Covid-19 dinilai dapat dijadikan batu loncatan untuk mewujudkan transformasi digital.

“Ini perlu betul-betul sebuah persiapan untuk kurang lebih 600 ribu (talenta digital) per tahun. Sehingga kita bisa membangun sebuah ekosistem yang baik bagi tumbuhnya talenta-talenta digital kita,” ujar dia.

Menurut dia, terjadi perubahan perilaku manusia sejak pandemi virus Covid-19 melanda dunia. Di mana, masyarakat kini lebih mengandalkan digitalisasi baik untuk bekerja, belajar, maupun beraktivitas.

“Karena di masa pandemi maupun next pandemic mengubah secara struktural, cara kerja, cara beraktivitas, cara berkonsumsi, cara belajar, cara bertransaksi yang sebelumnya offline dengan kontak fisik menjadi lebih banyak ke online dan digital,” jelas Jokowi.

Menghadapi perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 Indonesia membutuhkan banyak sumber daya manusia (SDM) yang berkompetensi di bidang teknologi digital. 

Berdasarkan penelitian Bank Dunia dan McKinsey, dalam rentang waktu 2015-2030 Indonesia membutuhkan 9 juta SDM digital atau sekitar 600 ribu orang setiap tahunnya. 

Untuk mewujudkannya, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) bekerja sama dengan platform dagang elektronik Shopee menggelar National Data Science Challenge 2020.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan, kompetisi ini digelar untuk memperkenalkan dan menarik minat anak muda untuk terjun di dunia teknologi digital, khususnya data science.

“Indonesia akan membutuhkan lebih banyak lagi analis data. Saya yakin perusahaan market platform yang harus rajin menjaga hubungan dengan konsumen akan sangat bergantung pada data analis ini,” kata Bambang Brodjonegoro dalam acara Media Gathering National Data Science Challenge 2020 Shopee di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (18/2).

Bambang juga berharap melalui kompetisi ini, akan semakin banyak analis data di Indonesia yang berkompetensi, mampu membuat analisa yang lebih tajam dan tepat sasaran, bahkan membantu pemerintah dalam membuat kebijakan.

Proses Perdagangan menurutnya, beberapa tahun ke depan big data akan menjadi sesuatu yang berharga, layaknya tambang emas, oleh sebab itu dibutuhkan SDM berkompetensi untuk mengelola big data.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menilai sampai saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan digital skills gap, yang mana tenaga kerja ahli dalam bidang digital masih minim.

Untuk mengatasi kekurangan ini Johhny mengklaim pihaknya tengah berupaya membekali tenaga kerja di Indonesia dengan Program Stimulus Pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) 2020.

“Kita saat ini sangat membutuhkan beberapa jenis hard skills untuk menghadapi revolusi industri 4.0, seperti Big Data Analytics, Artificial Intelligence, Cybersecurity, Cloud Computing, Internet of Things, Machine Learning, dan sebagainya,” tuturnya.

Selain keahlian dalam bentuk hard skills, Menteri Johnny menyatakan setiap talenta digital harus dilengkapi dengan soft-skill yaitu 21st Century Skills.

“Saya menyebutnya sebagai 4C, yakni Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication. Kombinasi dari kecakapan-kecakapan inilah yang paling dibutuhkan untuk akselerasi transformasi digital menuju digital society Indonesia,” jelasnya.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat