Ionic vs Flutter - IDS Digital College

Ionic vs Flutter, Mana yang Terbaik untuk Aplikasi Buatanmu?

Ionic vs Flutter, Mana yang Terbaik untuk Aplikasi Buatanmu?


Para mobile developer yang mau mengembangkan sebuah aplikasi yang mobile-friendly membutuhkan software khusus untuk membantunya melakukan pengembangan aplikasi tersebut. Biasanya ada 2 aplikasi yang sering dipilih dan dibandingkan yaitu Ionic vs Flutter. Bagi kami yang tertarik untuk menjadi mobile developer dan masih belum paham mengenai kedua aplikasi tersebut, simak informasinya di artikel ini.

Mengenal Ionic dan Flutter

Ionic dan Flutter merupakan kit pengembangan perangkat lunak (SDK) yang biasanya digunakan untuk membangun aplikasi lintas platform berkinerja tinggi. Jadi, kedua aplikasi ini dapat mengembangkan satu aplikasi untuk Android dan iOS secara bersamaan hanya dengan menggunakan satu kode saja.

Biasanya Ionic dan Flutter membuat biaya pengembangan aplikasi makin sedikit karena Ionic dan Flutter membantu menghemat waktu pengerjaan yang membuat para mobile developer tidak perlu lagi membuat set kode yang terpisah untuk masing-masing sistem Android atau iOS.

Ionic vs Flutter

Ionic vs Flutter 

Selanjutnya, mari bahas lebih lanjut mengenai Ionic dan Flutter agar kamu bisa lebih memahaminya.

Flutter

Flutter adalah kerangka kerja sumber terbuka dari Google yang memungkinkan seseorang dapat membuat aplikasi Android dan iOS yang asli dengan basis kode sederhana dan dapat diakses secara gratis. Para developer bisa menulis kode dan membagikannya di seluruh platform dengan lebih mudah dan lebih cepat. 

Fitur hot reload yang dimiliki Flutter memungkinkan developer untuk dapat langsung melihat efek dari perubahan kode yang baru dibuat tanpa harus melakukan kompilasi uang. Artinya, kamu bisa mengubah kode, memperbaiki bug, dan membuat semua jenis elemen antarmuka UI/UX design secara real time di Android dan iOS.

Ionic 

Ionic adalah sebuah framework untuk membuat aplikasi mobile hybrid dengan menggunakan HTML5. Ionic menyediakan elemen dan tata letak UI seluler yang meniru tampilan dan nuansa aplikasi asli pada pengembangan iOS atau Android. Selain itu, Ionic juga memiliki seperangkat alat untuk membangun aplikasi seluler yang kuat dan dapat melampaui penawaran kerangka kerja pengembangan HTML5 lainnya.

Perbandingan Ionic dan Flutter 

Dengan keunggulan yang dimiliki masing-masing, tentu keduanya merupakan pilihan yang baik ketika ingin mengembangkan aplikasi. Berikut penjelasan mengenai mana yang lebih baik untuk digunakan berdasarkan berbagai macam parameter:

  • Kinerja

Tingkat efisiensi merupakan salah satu pertimbangan terbesar ketika dihadapkan pada pilihan Ionic dan Flutter. Keputusan pemilihan antara Ionic vs Flutter bisa bergantung kepada ukuran paket aplikasi karena Ionic menggunakan runtime browser standar dan primitif (untuk pemrosesan terkecil) sehingga ukuran bundlenya adalah 2.991 byte. Sedangkan Flutter membutuhkan kode yang lebih berat bahkan hanya untuk membuat aplikasi yang dasar.

  • Pemeliharaan Kode

Para developer dapat menggunakan alat eksternal sehingga bisa mengidentifikasi masalah dengan mudah jika menggunakan Flutter. Fitur hot reload yang dimiliki Flutter juga membuat developer dapat memastikan bahwa masalah bisa segera diatasi yang membuat pembaruan produk menjadi lebih cepat. Sedangkan pemeliharaan kode Ionic lebih rumit dan penulisan ulang kode seringkali diperlukan karena kurangnya kompatibilitas dalam kerangka kerja.

  • Kestabilan Aplikasi Buatan

Aplikasi buatan Flutter dianggap lebih stabil dan jarang bermasalah karena Flutter adalah satu-satunya SDK mobile multi-platform yang tidak menggunakan bridge. Semakin sering bridge dugukana, maka aplikasi akan semakin berat dan mudah hang. 

  • Tampilan

Flutter memiliki kemampuan untuk mengembangkan dan membuat animasi yang orisinal sehingga membuat tampilan aplikasi lebih menarik dan meningkatkan user experience. Ionic memiliki framework platform-independent yang dapat mengurangi waktu, tenaga, dan sumber daya untuk membangun aplikasi lintas platform. Dengan framework ini juga dapat memberikan tampilan user interface yang mirip dengan aplikasi bawaan.

  • Pengembangan Aplikasi

Aplikasi yang dibuat di Ionic memiliki masa simpan serta performa yang lebih baik dibandingkan Flutter karena Ionic merupakan platform yang lebih luas. Oleh karena itu, para developer dapat memiliki script yang stabil dan seragam dalam hal pengembangan aplikasi lintas platform, terutama aplikasi di web. Sehingga Ionic dianggap lebih unggul dibandingkan Flutter dalam hal pengembangan aplikasi mobile, desktop, dan website.

Dari penjelasan Ionic vs Flutter yang sudah kami rangkum tersebut, yang manakah yang kira-kira akan kamu gunakan saat mengembangkan aplikasi? Jangan lupa untuk melakukan berbagai pertimbangan sesuai dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing SDK agar kamu dapat menghasilkan aplikasi sesuai dengan yang kamu inginkan.

Kamu tertarik belajar menjadi mobile developer? Jangan lupa untuk terus memperkaya literasi kamu mengenai mobile developer, kamu bisa join dengan Program College kami di Jurusan Software Engineering(S1) di IDS college. See you there!

Sumber: Ionic vs Flutter, Mana yang Terbaik untuk Aplikasi Buatanmu? 

Posted in: News