Kartu SIM Punya Versi Digital, Apakah itu? - IDS Digital College

Kartu SIM Punya Versi Digital, Apakah itu?

Penggunaan ponsel tidak bisa lepas dari kehidupan kita saat ini, kita pun sudah tidak asing dengan SIM (Subscriber Identity Module). Kartu SIM adalah chip berukuran kecil yang memberi tahu operator dan nomor ponsel yang kamu gunakan.

Kartu SIM yang semulanya berukuran prangko, lambat laun ukuran kartu SIM terus diperkecil, hingga akhirnya kartu SIM bertransformasi ke dalam bentuk digital.

e-SIM

Apakah kamu sudah mengetahui embedded SIM Card atau e-SIM? e-Sim merupakan sebuah inovasi terbaru dari kartu SIM (SIM CARD) biasa pada umumnya. e-SIM memiliki bentuk yang jauh berbeda dari kartu SIM namun tetap memiliki fungsi yang sama.

Perlu diketahui, jika e-SIM merupakan sebuah modul yang tertanam di dalam motherboard telepon seluler secara permanen. Maka dari itu, e-SIM tidak memiliki bentuk fisik apalagi digunakan secara lepas pasang. 

Ukuran dari e-SIM sangatlah kecil, lebih kecil daripada ukuran kartu SIM nano yang umum digunakan saat ini. 

Penggunaan e-SIM pun dinilai lebih mudah digunakan karena pengguna tidak perlu lagi melakukan bongkar pasang kartu SIM. Sehingga, bila kamu ingin menggunakannya kamu tidak perlu lagi membeli kartu SIM secara berulang kali, sebab kamu bisa membeli nomor di galeri operator.

Yang perlu kamu lakukan adalah memindai barcode untuk bisa mengaktifkan e-SIM pada smartphone. Bila kamu ingin mengganti nomor operator seluler lainnya pun kamu tinggal memindai QR Code yang tersedia pada paket kemasan pada nomor yang telah dibeli.

Melalui e-SIM, kamu akan menerima banyak fleksibilitas dalam mengelola paket layanan, pengaktifan e-SIM juga memungkinkan kamu menambahkan paket kedua, saat melakukan roaming, atau ketika kamu memungkinkan jalur kerja pemisah. 

Sebetulnya, Pixel dari Google telah memiliki e-SIM sejak tahun 2017, dan Apple telah memilikinya sejak 2018. Namun, keberadaan e-SIM memiliki banyak hambatan seperti persiapannya yang sulit, proses distribusinya membutuhkan waktu yang lama, hingga produsen perangkat yang menemui kurangnya pasokan teknologi e-SIM yang memadai.

Di Indonesia sendiri teknologi e-SIM mulai diperkenalkan sejak rilisnya iPhone X. Pada mulanya, iPhone menjadi satu-satunya perangkat yang didukung e-SIM dari Smartfren.

SIM

Kepada pelanggan Smartfren yang menginginkan e-SIM bisa mendapatkannya melalui Esim QR code di galeri Smartfren. Nantinya QR code ini akan dipindai untuk memasang profil pengguna SIM di perangkat.

Saat ini, perangkat yang telah mendukung penggunaan e-SIM adalah iPhone XS, iPhone XS Max, iPhone XR atau iPhone versi terbaru yang telah mendukung fitur dual SIM, serta arloji pintar dari Apple, Apple Watch.

Pada iPhone, pengguna dapat menginstal delapan Esim atau lebih pada iPhone dan menggunakan dua nomor telepon yang aktif secara sekaligus pada slot laci kartu SIM.

Smartphone yang telah mendukung teknologi e-Sim diantaranya adalah Samsung Galaxy Z Fold 4 5G dan Samsung Galaxy Z Flip 4 5G. 

Terlepas dari efisiensi dari e-SIM, inovasi baru dari kartu SIM ini juga memiliki beberapa kekurangan dari segi penggunaannya.Seperti pengguna yang ingin beralih menggunakan ponsel lain atau pengguna tidak bisa langsung melepas e-SIM yang mana tidak memiliki bentuk fisik. 

Kekurangan lain yang mungkin bisa kita temui adalah e-SIM belum tersedia di semua perangkat, keberadaannya masih terbatas. Sebab, belum banyak operator yang telah mulai memanfaatkan teknologi e-SIM. Hingga saat ini pun belum terdengar kabar apakah operator lain tengah mengembangkan e-SIM.

Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk menggunakan e-SIM terlepas dari kelebihan dan kekurangannya?

Sumber: tekno.kompas.com

Posted in: News



    WhatsApp chat