Kenalan Dengan Clubhouse, Media Sosial yang Ngehits Karena Elon Musk - IDS Digital College

Kenalan Dengan Clubhouse, Media Sosial yang Ngehits Karena Elon Musk

Beberapa minggu belakangan, Clubhouse menjadi trending topik yang hangat diperbincangkan di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Clubhouse sempat trending di Twitter beberapa minggu lalu. Clubhouse merupakan platform media sosial baru yang populer sejak Elon Musk menggunakannya untuk hosting room dan melakukan sesi perbincangan di sana, kemudian Elon Musk mengunggahnya di platform Youtube. 

 

Video tersebut diunggah di akun Youtube milik Tesla Owners Online pada 2 Februari lalu, dan video dengan durasi satu setengah jam itu memperlihatkan sesi diskusi antara Elon Musk dan pengguna aplikasi Clubhouse lainnya yang berhasil bergabung dalam ruang obrolannya. 

 

Jika kamu belum tahu apa itu Clubhouse, aplikasi yang dikembangkan oleh Alpha Exploration Co. ini merupakan media sosial berbasis audio-chat yang baru dirilis pada Maret 2020 kemarin. Melalui aplikasi ini kamu bisa streaming audio, panggilan telepon, hingga membuat acara topik khusus seperti sebuah podcast. Yang membuat aplikasi ini terlihat premium adalah kamu harus mendapatkan fitur undangan dari pembuat “room” untuk bisa bergabung di dalamnya. 

 

Sehingga Clubhouse bisa digunakan sebagai platform untuk mengadakan diskusi virtual yang bisa didengarkan secara langsung dengan pengguna lainnya. Demam Clubhouse ini sendiri sudah melanda banyak pihak, mulai dari orang-orang penting di dunia industri, brand-brand terkenal, hingga para seniman seperti musisi dan artis, tak terkecuali para artis dari Indonesia. 

 

Secara desain, tampilan yang diberikan Clubhouse memang terkesan sederhana. Hanya ada foto profil dan nama penggunanya di bawahnya. Namun dilansir dari kompas.com, ruang obrolan Clubhouse diklaim bisa menampung sekitar lima ribu peserta. 

 

Sayangnya Clubhouse juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya seperti obrolan yang terjadi tidak bisa disimpan maupun direkam. Kemudian Clubhouse tidak menyediakan tools seperti editing, filter transisi, efek suara hingga cuplikan iklan yang berarti aplikasi ini belum bisa dimonetisasi. Tidak hanya itu, aplikasi Clubhouse saat ini hanya bisa digunakan untuk pengguna iOS saja. 

 

Meskipun begitu, karena Elon Musk yang merupakan orang berpengaruh menggunakan aplikasi ini, maka terjadilah demam Clubhouse yang melanda banyak negara, termasuk Indonesia. Fungsi Clubhouse yang memungkinkan orang biasa untuk bergabung ke dalam room diskusi dari orang-orang terkenal juga menjadi salah satu alasan kenapa aplikasi ini populer. Hal ini merupakan kesempatan yang bagus untuk membangun networking, mengikuti obrolan diskusi yang menarik, menambah wawasan dan banyak lagi. 

 

Populernya Clubhouse tidak lepas dari Twitter dan YouTube, berkat trending di YouTube dan Twitter, Clubhouse berhasil mendapatkan perhatian dari banyak publik. Karena aplikasi Clubhouse yang hanya bisa digunakan di iPhone dan harus menggunakan metode invitation only, maka ini menjadi sebuah peluang bagi sebagian orang. 

 

Aspek eksklusifitas yang diberikan oleh Clubhouse mampu diubah menjadi pundi-pundi rupiah bagi sebagian orang. Akibat fitur undangan gabung terbatas ini mendorong orang-orang melakukan jual beli undangan Clubhouse via online, baik via media sosial hingga e-commerce. 

 

Karena fitur ekslusifitasnya tadi itu pula, ditambah dengan sorotan yang diberikan kepada Clubhouse membuat aplikasi ini mengalami peningkatan yang sangat besar dalam hal unduh aplikasi. Menurut laporan dari App Annie, yang merupakan firma riset aplikasi, jumlah unduhan untuk aplikasi Clubhouse naik dua kali lipat dalam periode waktu yang singkat. Dari 3,5 juta unduhan pada 1 Februari 2021, lalu meningkat sebanyak 4,6 juta hanya dalam waktu dua pekan saja. Terbilang terdapat 8,1 juta unduhan per 16 Februari 2021. 

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat