Kenali Perbedaan Design Sprint dan Design Thinking- IDS Digital College

Kenali Perbedaan Design Sprint dan Design Thinking

Dalam mengembangkan suatu produk dan jasa yang sesuai kebutuhan konsumen, tim product menggunakan design sprint dan design thinking Lalu, apa sih design thinking dan design sprint itu? Bagaimana hubungannya dengan product sprint? Let’s check it out!

  1. Design ThinkingDesign Sprint vs Design Thinking
  • Pengertian Design Thinking

Dikutip dari Voltage Control, design thinking adalah pola pikir dalam menghadapi permasalahan bisnis dengan mendahulukan kepentingan konsumen. Termasuk ketika membuat suatu produk atau keputusan bisnis, juga harus mengutamakan kebutuhan konsumen. Namun tidak hanya itu, design thinking juga fokus untuk melakukan prototyping (membuat prototype) dan testing (pengujian). 

  • Penggunaan Design Thinking

Design thinking bisa diterapkan di semua situasi. Karena, dengan pola pikir tersebut, dapat membuat seseorang atau tim melihat masalah secara holistik atau menyeluruh. Termasuk dalam membuat produk, keputusan bisnis, dan menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari.

Untuk pembuatan produk dan keputusan bisnis sendiri, terdapat 5 tahapan pola pikir design thinking diantaranya, empathize (memahami keinginan pengguna), define (menginterpretasikan permasalahan dan kebutuhan user), ideate (membentuk ide), prototype (membuat prototipe/rancangan model sederhana), dan test (pengujian). Dengan melalui kelima tahap ini, maka sangat mungkin untuk mendapatkan solusi yang sesuai terhadap permasalahan tersebut. 

  1. Design SprintDesign Sprint vs Design Thinking
  • Pengertian Design Sprint

Design sprint sendiri merupakan sistem atau cara yang digunakan untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan yang merupakan penerapan dari design thinking. Biasanya, design sprint berlangsung selama lima hari hingga dua minggu. Beberapa sumber menyebut design sprint dengan product sprint. Hal ini karena memang output dari keduanya terkadang sama, yaitu sebuah produk yang mengedepankan desain visual. Produk digital seperti aplikasi

  • Penggunaan Design Sprint 

Tahapan design sprint yang digunakan yaitu understand (memetakan masalah), diverge (membuat solusi kasar), decide (memutuskan dan mengembangkan solusi yang tepat), prototype (melakukan prototyping), dan validate (melakukan pengujian). Seluruh tahapan ini dikerjakan dalam jangka waktu biasanya 5 hari, dimana per tahapan itu cukup sampai 1 hari.

Design sprint lebih efektif di kondisi tertentu seperti saat membuat produk yang benar-benar baru, bekerja dengan tim baru, atau yang memerlukan penyelesaian dalam waktu yang relatif singkat. 

Selain itu, design sprint bisa dipakai di saat tertentu seperti di bawah ini:

  • Awal menjalankan projek bisnis, dimana mulai menentukan penawaran dan keunggulan dari produk Anda, atau untuk menciptakan visi bersama. 
  • Ketika Anda berada menemui hambatan dan ingin segera menemukan solusi.
  • Ketika perlu kecepatan dalam proses pengembangan.
  1. Perbedaan Design Thinking dan Design Sprint

Perbedaan design thinking dan design sprint menurut Letshackity adalah:

  • Design thinking adalah pola pikir yang dibutuhkan dalam sebuah proses untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sedangkan design sprint adalah sebuah penerapanya ataupun metode dalam menyelesaikan suatu masalah pada periode tertentu, biasanya butuh waktu cepat, menggunakan pola pikir design thinking.
  • Design thinking adalah adalah langkah-langkah penyelesaian masalah, sedangkan design sprint adalah alat bantu untuk menyelesaikan masalah tersebut. 
  • Design sprint akan dapat berjalan baik jika menggunakan pola pikir design thinking di dalamnya. Biasanya selalu saling melengkapi

Demikianlah, perbedaan design thinking dan design sprint yang perlu kamu ketahui. Mereka bukan versus, tapi malah saling melengkapi, loh. Untuk kamu dan tim mu yang mau mulai mengembangkan produk, bisa mulai dari design thinking dan design sprint. Semoga membantu!

Sumber: glints.com

Posted in: News



    WhatsApp chat