Keadaan Serta Prediksi Masa Depan Startup Di Indonesia
Keadaan Serta Prediksi Masa Depan Startup Di Indonesia
Di akhir tahun 2022 lalu, dunia startup mengalami perubahan yang cukup besar. Gelombang PHK menimpa berbagai startup, dari mulai startup besar dunia hingga startup di Indonesia. Dilansir Markeeters, sejak November 2022, Meta sebagai perusahaan induk bagi beberapa media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp memberhentikan lebih dari 11.000 karyawannya. Bahkan Amazon juga melakukan pemberhentian kepada 10.000 karyawannya. Di Indonesia pun startup-startup besar terpaksa melakukan pengurangan karyawan seperti Shopee, GoTo, dan Ruangguru. Lalu, bagaimana prediksi masa depan startup di Indonesia?
Keadaan Startup Di Indonesia
Fenomena tech winter dipredksi masih aka berlangsung hingga kuartal IV tahun 2023 dan ekosistem pendanaan startup diprediksi akan kembali normal di awal tahun 2024. Tech winter adalah istilah untuk penggambaran kondisi perusahaan rintisan atau startup berbasis teknologi yang mulai tumbang satu per satu. Selain itu, istilah tech winter juga sering digunakan untuk menggambarkan kondisi saat terjadinya penurunan minat dan investasi dalam sektor teknologi.
Setelah terjadi tech winter, dunia startup akan melakukan penyesuaian yang terjadi karena hal-hal berikut:
- Keadaan makro ekonomi ketika terjadi kenaikan cost of capital yang memaksa invektor untuk memperketat seleksi investasi yang akan dilakukan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan cost of capital, salah satunya adalah karena naiknya suku bunga di Amerika Serikat (AS)
- Terjadinya percepatan digitalisasi saat pandemi sehinga menyebabkan banyak konsumen yang beralih ke layanan digital sehingga perusahan membutuhkan manpower lebih banyak dari biasanya agar dapat memenuhi kebutuhan pasar. Sehingga ketika pandemi sudah mulai mereda, kebutuhan akan online menurun karena orang-orang mulai kembali ke kehidupan offline. Sehingga para perusahaan digital harus menyesuaikan diri, salah satunya dengan melakukan pengurangan karyawan.
Menurut Co-founder dan Managing Partner East Ventures, Wilson Cuaca, masa depan startup di Indonesia akan beralih dari sisi konsumen ke sektor business-to-business (B2B). Fenomena ini pun disebut dengan perubahan startup babak kedua, setelah selama satu dekade kemarin perusahaan-perusahaan sudah banyak melakukan investasi di sektor konsumen.
Prediksi Masa Depan Startup Di Indonesia
Rama Mamuaya selaku CEO DailySocial.id menjelaskan bahwa meskipun para startup banyak melakukan pengurangan karyawan, startup Indonesia diprediksi masih akan tumbuh dan berkembang. Bahkan dengan terjadinya PHK kemarin maka para startup mendapatkan pelajaran agar bisa memperbaiki fundamental bisnis terlebih dahulu, tidak hanya fokus pada pendanaan dan marketing. Selain itu, dengan pengurangan karyawan pun membuat para startup terlihat lebih menarik di mata investor karena efisiensi tersebut meningkatkan aspek finansial menjadi lebih baik.
Selanjutnya Rama menyebutkan bahwa akan ada beberapa tren startup yang terjadi pada tahun 2023 yaitu:
1. Greentech Startup
Greentec startup diprediksi akan tumbuh karena Indonesia sudah mengumumkan komitmennya untuk mencapai emisi net-zero dengan 2060.
2. Embedded FinanceÂ
Embedded finance merupakan integrasi layanan keuangan dalam satu aplikasi yang dikelola oleh perusahaan non finansial tanpa perlu beralih ke layanan keuangan jonvensional yang muncul setelah industri keuangan mulai menerapkan konsep open banking dan open finance.
3. Health Tech
Sebagai sekotr yang baru lahir menurut Google, health tech juga diprediksi akan berkembang di dunia startup. Selain itu, didukung dengan Kemenkes yang mulai mempromosikan layanan teknologi kesehatan sehingga pasar menjadi lebih terorganisir.
Selain ketiga bidang di atas, bidang lainnya yang diprediksi akan menjadi tren adalah AI dan genomics. AI diprediksi akan berkembang dan menjadi tren karena pada awal tahun 2023 kemarin, industri bisnis dihebohkan dengan munculnya chat GPT yang berbasis teknologi AI.
Jika kamu ingin memperdalam pengetahuanmu tentang bisnis startup, IDS Digital College dan ITS Surabaya menawarkan program S2 Startup Teknologi yang dapat membantu kamu mempelajari cara membangun bisnis startup secara komprehensif. Dalam program ini, kamu akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang strategi dan praktik terbaik dalam membangun startup.
Program S2 Startup Teknologi di IDS Digital College menyediakan kurikulum yang dirancang khusus untuk mempersiapkan para profesional dalam menghadapi tantangan dan peluang di dunia startup. Kamu akan belajar tentang berbagai aspek penting, termasuk pengembangan produk, strategi pemasaran, keuangan, manajemen operasional, serta inovasi dan kreativitas.
Dengan didukung oleh dosen dan praktisi yang berpengalaman dalam industri startup, kamu akan mendapatkan wawasan berharga dari mereka yang telah sukses dalam membangun bisnis startup. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan untuk membangun jaringan dengan sesama mahasiswa dan profesional di industri startup.
Jika kamu ingin mengambil langkah maju dalam kariermu di dunia startup, kuliah di program S2 Startup Teknologi di IDS Digital College adalah pilihan yang tepat. Dapatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis yang dapat membantu kamu meraih kesuksesan dalam membangun bisnis startup.


