Peluncuran Ratusan Satelit Starlink SpaceX Hasilkan Lebih dari Setengah Juta Pre-Order Layanan Broadband - IDS Digital College

Peluncuran Ratusan Satelit Starlink SpaceX Hasilkan Lebih dari Setengah Juta Pre-Order Layanan Broadband

Di era teknologi seperti sekarang ini selalu saja ada hal mengejutkan. Perkembangan yang begitu cepat membuat banyaknya inovasi bermunculan. Fenomena ini membuat prospek kerja Teknik Informatika kian menjanjikan. Seperti SpaceX, yang baru saja meluncurkan sebanyak 60 satelit Starlink di luar angkasa. Perusahaan Elon Musk tersebut menyampaikan bahwa sudah ada 500 ribu pre-order terkait Starlink. Seperti apa kelanjutannya? Simak informasi berikut untuk tau lebih lanjut, ya. Meluncurkan 60 Satelit Broadband Internet Starlink Bagi kamu yang masih asing mendengar nama SpaceX, ini merupakan kepanjangan dari Space Exploration Technologies Corporation sebagai perusahaan transportasi luar angkasa AS. SpaceX didirikan oleh Elon Musk yang juga pemilik dari Tesla Inc. Perusahaan ini telah dibangun sejak tahun 2002 dengan mengembangkan roket Falcon 1, Falcon 9, dan Falcon Heavy. Baru-baru ini, SpaceX baru saja meluncurkan sebanyak lebih dari 60 satelit broadband internet Starlink dan hanya berjarak lima hari setelah peluncuran batch terakhir. Starlink merupakan nama dari jaringan satelit yang SpaceX kembangkan untuk menyediakan broadband global berupa akses internet berkecepatan tinggi. Broadband sendiri dikenal sebagai koneksi berkecepatan tinggi (256 Kbps ke atas) yang menampilkan koneksi permanen. Telah Mengirimkan 420 Satelit Sejak awal bulan Maret 2021, perusahaan SpaceX telah mengirimkan sebanyak 420 satelit. Peluncuran lepas landas tersebut dilakukan dari Cape Canaveral, Florida pada pukul 15:01 ET (12:01 PT) menggunakan booster Falcon 9 bekas yang telah terbang delapan kali sebelumnya. Booster lalu mendarat kembali di kapal drone terapung SpaceX di Samudra Atlantik. Keadaan tersebut merupakan rekor untuk program penerbangan SpaceX yang dapat digunakan kembali dalam hal menerbangkan booster. Ini adalah peluncuran Falcon 9 ke-115. Lebih dari Setengah Juta Pre-Order Tidak hanya membicarakan soal peluncuran Falcon 9, SpaceX turut membagikan angka terbaru seputar perangkat keras konsumen Starlink, yang digunakan untuk mengirim dan menerima sinyal dari konstelasi untuk layanan broadband. Sejauh ini, perusahaan telah menerima "lebih dari setengah juta" atau lebih dari 500 ribu pemesanan untuk layanannya, mencakup setoran di muka untuk perangkat keras. Pelanggan yang ingin menggunakan layanan ini bisa mendaftar melalui situs web Starlink SpaceX dan melakukan pemesanan di muka untuk kit, yang menginduksi penerima Starlink, router, catu daya, serta perangkat keras pemasangan untuk rumah. Untuk saat ini, layanan hanya tersedia bagi pelanggan beta di enam negara saja. Negara-negara tersebut mencakup Australia, Selandia Baru, Inggris, Meksiko, AS, dan Kanada. Meski begitu, tujuannya yaitu untuk terus memperluas cakupan dalam mencapai jangkauan global di akhir tahun 2021. Selain itu, peluncuran tambahan juga direncanakan di sepanjang sisa tahun ini. Apa yang dilakukan oleh SpaceX dalam meluncurkan satelit broadband Starlink sangat menginspirasi para technology enthusiast untuk terus berinovasi. Tentunya peluang untuk menjadi engineer semakin terbuka lebar yang membuat prospek kerja Teknik Informatika kian menjanjikan. Kamu bisa mempelajarinya dengan mulai kuliah di IDS Digital College. Di sini, kamu akan diajarkan banyak ilmu terkait dunia IT sehingga bisa terjun secara profesional di bidangnya. Tunggu apalagi, yuk gabung sekarang!

Di era teknologi seperti sekarang ini selalu saja ada hal mengejutkan. Perkembangan yang begitu cepat membuat banyaknya inovasi bermunculan. Fenomena ini membuat prospek kerja Teknik Informatika kian menjanjikan. Seperti SpaceX, yang baru saja meluncurkan sebanyak 60 satelit Starlink di luar angkasa. Perusahaan Elon Musk tersebut menyampaikan bahwa sudah ada 500 ribu pre-order terkait Starlink. Seperti apa kelanjutannya? Simak informasi berikut untuk tau lebih lanjut, ya.

Meluncurkan 60 Satelit Broadband Internet Starlink

Bagi kamu yang masih asing mendengar nama SpaceX, ini merupakan kepanjangan dari Space Exploration Technologies Corporation sebagai perusahaan transportasi luar angkasa AS. SpaceX didirikan oleh Elon Musk yang juga pemilik dari Tesla Inc. Perusahaan ini telah dibangun sejak tahun 2002 dengan mengembangkan roket Falcon 1, Falcon 9, dan Falcon Heavy. 

Baru-baru ini, SpaceX baru saja meluncurkan sebanyak lebih dari 60 satelit broadband internet Starlink dan hanya berjarak lima hari setelah peluncuran batch terakhir. Starlink merupakan nama dari jaringan satelit yang SpaceX kembangkan untuk menyediakan broadband global berupa akses internet berkecepatan tinggi. Broadband sendiri dikenal sebagai koneksi berkecepatan tinggi (256 Kbps ke atas) yang menampilkan koneksi permanen.

Telah Mengirimkan 420 Satelit

Sejak awal bulan Maret 2021, perusahaan SpaceX telah mengirimkan sebanyak 420 satelit. Peluncuran lepas landas tersebut dilakukan dari Cape Canaveral, Florida pada pukul 15:01 ET (12:01 PT) menggunakan booster Falcon 9 bekas yang telah terbang delapan kali sebelumnya. 

Booster lalu mendarat kembali di kapal drone terapung SpaceX di Samudra Atlantik. Keadaan tersebut merupakan rekor untuk program penerbangan SpaceX yang dapat digunakan kembali dalam hal menerbangkan booster. Ini adalah peluncuran Falcon 9 ke-115. 

Lebih dari Setengah Juta Pre-Order

Tidak hanya membicarakan soal peluncuran Falcon 9, SpaceX turut membagikan angka terbaru seputar perangkat keras konsumen Starlink, yang digunakan untuk mengirim dan menerima sinyal dari konstelasi untuk layanan broadband. Sejauh ini, perusahaan telah menerima “lebih dari setengah juta” atau lebih dari 500 ribu pemesanan untuk layanannya, mencakup setoran di muka untuk perangkat keras.

Pelanggan yang ingin menggunakan layanan ini bisa mendaftar melalui situs web Starlink SpaceX dan melakukan pemesanan di muka untuk kit, yang menginduksi penerima Starlink, router, catu daya, serta perangkat keras pemasangan untuk rumah.

Baca Juga : Mengetahui Sejarah Pengawasan Dunia Maya atau “Cyber Surveillance” Dunia

Untuk saat ini, layanan hanya tersedia bagi pelanggan beta di enam negara saja. Negara-negara tersebut mencakup Australia, Selandia Baru, Inggris, Meksiko, AS, dan Kanada. Meski begitu, tujuannya yaitu untuk terus memperluas cakupan dalam mencapai jangkauan global di akhir tahun 2021. Selain itu, peluncuran tambahan juga direncanakan di sepanjang sisa tahun ini. 

Apa yang dilakukan oleh SpaceX dalam meluncurkan satelit broadband Starlink sangat menginspirasi para technology enthusiast untuk terus berinovasi. Tentunya peluang untuk menjadi engineer semakin terbuka lebar yang membuat prospek kerja Teknik Informatika kian menjanjikan. Kamu bisa mempelajarinya dengan mulai kuliah di IDS Digital College. Di sini, kamu akan diajarkan banyak ilmu terkait dunia IT sehingga bisa terjun secara profesional di bidangnya. Tunggu apalagi, yuk gabung sekarang!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat