Peningkatan Kualitas Dalam Software Engineering
Peningkatan Kualitas Dalam Software Engineering
Ketika sebuah tim ingin meningkatkan kualitas software, maka cara kerjanya akan difokuskan pada nilai-nilai dan prinsip tertentu dengan proses untuk mencapai kualitas yang dicita-citakan. Anggota tim juga harus peduli untuk meraih kualitas yang diimpikan agar bisa tercapai dengan mengerjakan tugas masing-masing. Dalam artikel ini akan menjelaskan peningkatan kualitas dalam software engineering.
Untuk peningkatan kualitas, dalam software engineering perlu ada pemahaman antara developer, penguji, manajer, arsitek, bahkan para pemegang modal untuk sama-sama mengerti bagaimana definisi peningkatan kualitas yang diharapkan dan bagaimana cara meraihnya. Untuk menyamakan persepsi, pasti memakan waktu, tapi hasil akhirnya pasti akan lebih baik daripada yang tidak berdiskusi.
Siapa saja yang harus ada dalam peningkatan kualitas software?
Biasanya tim terdiri dari tiga peran utama: QA analyst, leader QA, dan manajer QA. Tim yang fokus pada kualitas akan lebih diperlukan, karena budaya software engineerin itu berubah-ubah. Memang tidak semuanya harus di tim peningkatan kualitas software, tapi semuanya harus fokus pada kualitas.
Setiap anggota tim harus saling memahami target-target kualitasnya, contohnya:
-
- Developers menciptakan kode untuk software dan bekerja sama dengan pimpinan developer untuk merapikan kodenya agar kualitas lebih membaik
- Pimpinan developer bekerjasama dengan teknisi kualitas software dan QA manajer untuk mencapai kualitas standar, kemudian memastikan bahwa semua produk memenuhi persyaratan
- Teknisi berkolaborasi dengan penguji untuk menguji coba test plan dan langsung mengembalikan produk yang memiliki defect (kekurangan) yang masih diminati oleh customer
- Manajer pengembangan software mengawasi semua anggota tim dan memastikannya mengikuti standar kualitas perusahaan dengan porsinya masing-masing sesuai lifecycle pengembangan software
Tantangan terberat untuk menciptakan budaya software engineering yang kuat?
Perubahan memang tidak mudah, begitu pula dengan software development. Ketika sebuah organisasi mengadakan perubahan budaya dan teknis untuk mengembangkan software besar-besaran, tantangannya juga pasti besar. Tiga tantangan terberatnya adalah resistensi, keberagaman, dan komunikasi kolaborasi.
Resistensi: Perubahan biasanya sulit diterima. Para software developer pun enggan mengadaptasi kebijakan dan standar-standar baru. Mereka fokus pada penyelesaian deadline, tanpa ada upaya untuk meningkatkan kualitas diri dengan belajar.Â
Keberagaman: Dalam tim developers, biasanya berasal dari background, budaya dan skill yang berbeda-beda. Dengan keberagaman ini bisa jadi dampak baik, tapi juga harus dibarengi dengan fokus terhadap kualitas, agar tim lekas beradaptasi.
Komunikasi dan kolaborasi: di era sekarang, tim bisa terdistribusi di berbagai negara. Bisa berbeda bahasa bahkan berbeda time zone. Dalam hal ini, tim harus bisa saling berkomunikasi dan berkolaborasi. Dengan fitur chat dan meeting online, tim seharusnya bisa menyelesaikan masalah dan semakin meningkatkan kualitas kerjanya.
Bangun suasana fokus-kualitas software yang sesuai
Ada beberapa hal yang harus terus diperhatikan dalam membangun budaya tersebut, diantaranya:
- Rekrut orang yang menjunjung tinggi nilai kualitas software dan sangat berkomitmen
- Utamakan kualitas dan tentukan target realistik untuk deadline projek
- Berikan edukasi pada tim untuk peduli pada pentingnya review code, pengetesan otomatis, CI/CD dan elemen peningkatan kualitas lainnya. Pastikan sumber kodenya dirilis setelah melewati tes otomatisnya.
- Jangan serahkan kualitas pada tim development. Buat kebiasaan yang mengharuskan prioritas kualitas itu dijunjung oleh semua posisi di organisasi
- Anjurkan tim-tim yang berbeda untuk saling berkolaborasi
- Hitung dan awasi peningkatan kualitas secara rutin
Sikap cekatan sangat diperlukan
Dalam meningkatkan dan memprioritaskan kualitas software sangat diperlukan sikap cekatan dan gesit. Cekatan akan sangat membantu tim agar fokus terhadap kualitas bisa terus berlanjut. Untuk mengajak tim menjadi cekatan dan bisa terus fokus pada kualitas, yang harus dilakukan bukan mendikte atau memerintah dan menuntut pada tim, namun yang diperlukan adalah sebuah pendidikan atau berupa saran yang bisa diterima oleh tim. Sehingga tim bisa lebih nyaman selama tugas dilakukan.Â
Itulah yang harus kamu perhatikan saat punya tim yang berfokus pada peningkatan kualitas software. Jangan lupa untuk terus memperkaya literasi kamu mengenai software engineering. Selain itu, kalau kamu ingin mempelajari lebih lanjut tentang dunia software engineering, kamu bisa join dengan Program College kami di Jurusan Software Engineering di IDS college. See you there!
Sumber: techtarget.com

