Yuk, Intip Perkembangan Top 10 Perusahaan Startup di Indonesia
Yuk, Intip Perkembangan Top 10 Perusahaan Startup di Indonesia
Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju, membuat banyaknya perusahaan rintisan atau Startup yang terbuat. Di Indonesia Sendiri, perkembangan startup dari tahun ke tahun selalu bertambah.Â
Perkembangan startup di Indonesia 2022 memiliki tren yang terus naik dari masa ke masa. Kata Startup adalah berasal dari serapan dari Bahasa Inggris yang berarti bisnis yang baru saja dirintis atau bisnis rintisan. Dengan kata lain, startup artinya perusahaan yang baru masuk atau masih berada pada fase pengembangan atau penelitian untuk terus menemukan pasar maupun mengembangkan produknya.
Sebagai informasi tambahan, di Indonesia saat ini ada beberapa startup yang mendapat gelar unicorn yaitu startup dengan nilai valuasi melampaui US$1 miliar atau sekitar Rp14,3 triliun. Angka yang sangat menakjubkan, bukan?
Laporan eConomy SEA 2021 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, memproyeksikan ekonomi digital Indonesia mencapai nilai US$70 miliar pada 2021 dan diperkirakan menyentuh US$146 miliar pada 2025. Artinya, prospek yang cerah akan terus menarik minat investor untuk mencari perusahaan teknologi baru di RI.Â
Apa aja sih yang menjadi Top 10 Perusahaan Startup yang ada di Indonesia?Â
4 Fakta Menarik Tentang Startup di Indonesia
Sebelum membahas ke intinya, kalian juga harus tau nih, beberapa fakta menarik tentang startup yang ada di Indonesia.Â
Kita sendiri tahu bahwa pada era digital saat ini akan banyak bermunculan layanan berbasis teknologi yang mudah untuk orang-orang gunakan. Salah satunya adalah layanan dari start-up.Â
Banyak dari kalian mungkin yang sudah familiar dengan perusahaan rintisan atau yang biasa disebut startup. Startup juga merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi atau dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.
Lalu, apa saja fakta menarik dari startup yang ada di Indonesia ini?
- Hanya 10% Startup yang Dapat Bertahan
Apakah kalian tau? Ada sekitar 90% usaha start-up gagal berkembang. Penyebabnya adalah kurangnya pengalaman bisnis, lemahnya komitmen mengembangkan bisnis, dan minimnya jaringan relasi. Maka banyak startup yang harus bubar di tengah jalan. Start-up di Indonesia, seperti GoJek, Traveloka, Tokopedia, BukaLapak, HijUp hingga KasKus mencatatkan namanya sebagai perusahaan yang bertahan dan berhasil sejajar dengan perusahaan konvensional yang telah berdiri puluhan tahun.
- Hubungan Antara Startup dan Wanita
Beberapa start-up populer di Indonesia seperti GoJek, NulisBuku, HijUp, Qerja, dan Berry Kitchen adalah contoh perusahaan yang memiliki pemimpin wanita di dalam timnya.
Menurut sebuah penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki setidaknya satu orang wanita dalam timnya, cenderung memiliki kinerja 63% lebih baik dibandingkan tim yang semuanya berisi pria.Â
Wah, apakah Wanita membawa keberuntungan dalam tim, ya?
- Tahun Kembangkitan Startup di Indonesia
Start-up Indonesia mengalami pertumbuhan pesat di tahun 2015. Ada 20 startup terpopuler yang berpengaruh pada saat itu. Perusahaan tersebut di antaranya adalah Berrykitchen, Bridestory, CekAja, HaloDiana, Go-Jek, IDNTimes, Kudo, Qraved, YesBoss, dan Fabelio.
Dari tahun 2015 sampai sekarang telah banyak startup yang muncul dan mengalami kemajuan yang cukup pesat, salah satunya adalah fintech Ajaib.Â
- Memiliki Startup terbanyak ke-4 di Dunia
Indonesia masuk sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia. Saat ini, Indonesia menduduki posisi ke-4 dengan 771 ribu start-up. Posisi ke-1 ditempati oleh Amerika (4,8 juta), posisi ke-2 India (2 juta), posisi ke-3 Inggris (845 ribu), dan Brazil (584 ribu) di posisi ke-5.
Gak nyangka juga ya, ternyata ada begitu banyak startup di Indonesia. Walaupun belum semuanya sukses dan berkembang.Â
Itu adalah fakta menarik tentang startup yang di Indonesia.

Top 10 Perkembangan Startup di Indonesia
- Traveloka
Didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang, Traveloka telah berhasil menerima titel unicorn pada 2017 silam. Traveloka sendiri adalah superapp di Asia Tenggara yang memungkinkan pengguna untuk menemukan dan memesan beragam produk perjalanan, local services, dan layanan keuangan.Â
Traveloka menyediakan banyak fitur pada aplikasi yang menyajikan pesanan untuk berbagai tempat rekreasi dan kegiatan, klinik kesehatan dan kecantikan, direktori kuliner serta layanan pesan antar makanan.
Traveloka memiliki layanan customer service yang tersedia 24/7 dalam bahasa lokal, serta kemudahan bertransaksi dengan lebih dari 40 metode pembayaran. Startup ini sejak awal rilis memang sudah menarik perhatian. Apalagi pada tahun saat perusahaan ini dibuat, aplikasi sejenis sangat jarang ada di Indonesia.Â
- Binar AcademyÂ
Binar Academy didirikan oleh Alamanda Shantika dan rekannya sesama alumni Gojek memperoleh pendanaan lanjutan Pre Series A. Yang nilainya tidak dipublikasikan. Putaran pendanaan ini melibatkan beberapa perusahaan modal ventura yang dipimpin oleh Teja Ventures.Â
Binar Academy adalah lembaga pendidikan non-formal yang bertujuan untuk menghasilkan talenta-talenta digital yang berkompetensi serta Bootcamp dan kelas online yang memiliki sertifikat dalam pelatihannya.
Perusahaan ini sendiri didirikan pada tahun 2017 dan yang biasanya melakukan pelatihan di Binar Academy adalah orang orang yang baru lulus SMA dan ingin mempelajari skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.Â
- OVO
Kalian pasti udah gak asing lagi dengan metode pembayaran menggunakan OVO bukan? OVO sendiri awalnya dibangun oleh Lippo Group dan mulai beroperasi tahun 2017, mendapat izin e-money dari Bank Indonesia untuk beroperasi sebagai perusahaan fintech di seluruh Indonesia pada 25 September 2017.
Seperti yang kita ketahui, bahwasannya OVO memberikan layanan pembayaran digital, namun tidak hanya itu saja, OVO juga sudah masuk ke layanan finansial, tepatnya pinjaman, investasi dan asuransi. Layanan pinjaman dihadirkan melalui Taralite (PT Indonusa Bara Sejahtera), suatu layanan P2P yang diakuisisi OVO pada tahun 2019.Â
Walaupun sekarang banyak sekali aplikasi sejenis, tapi OVO tetap banyak digunakan oleh banyak orang yang membuat OVO menjadi Startup Top 10 yang ada di Indonesia.Â
- Mekari
Startup berikutnya adalah Mekari. Dikutip dari laman websitenya, Mekari sudah memiliki karyawan dengan jumlah 1.200 lebih dan telah menangani klien sebanyak 35.000 lebih klien. Didirikan pada tahun 2015 oleh Suwandi Soh.
Mekari memiliki visi untuk menjadi solusi akselerasi perkembangan pilihan dan dipercaya lebih dari 1 juta bisnis dan 10 juta profesional di Indonesia.Â
Tapi apa kalian tau apa itu Mekari?Â
Mekari adalah Perusahaan Software-as-a-Service (SaaS) terdepan yang menyediakan solusi automasi bisnis berbasis cloud untuk mendukung perkembangan beragam bisnis di Indonesia, dari kecil sampai besar, melalui penggunaan teknologi.
- Xedit
Apakah kalian tau atau pernah mendengar kata Xendit? Untuk kalian yang belum tau, Xendit adalah sebuah perusahaan payment gateway yang mempermudah pembayaran bagi berbagai jenis bisnis di Indonesia dan Filipina. Fintech ini didirikan oleh Moses Lo pada tahun 2015.Â
Xendit sendiri bergerak pada bidang layanan sistem pembayaran untuk mempermudah transaksi pelaku bisnis, seperti e-commerce, startup berbasis koperasi, dan UMKM.Â
Xendit juga sudah masuk kedalam daftar perusahaan rintisan Indonesia dengan status Unicorn. Xendit telah menerima pendanaan seri C senilai USD 150 juta atau sekitar 2,1 triliun.
- Tokopedia
Selanjutnya ada Tokopedia. Startup di bidang e-commerce ini menyandang status Unicorn di tahun 2017 setelah mendapat pendanaan dari Alibaba Group sebesar 1,1 milyar dolar AS. Tokopedia merupakan perusahaan yang dirintis oleh William Tanuwijaya pada tahun 2009 silam.Â
PT Tokopedia merupakan perusahaan perdagangan elektronik atau sering disebut toko daring. Sejak didirikan pada tahun 2009, Tokopedia telah bertransformasi menjadi sebuah unicorn yang berpengaruh tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara. Hingga saat ini, Tokopedia termasuk marketplace yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia.
- Blibli.comÂ
Blibli, berdiri tahun 2011, merupakan e-commerce buatan Indonesia dengan model bisnis yang fokus pada B2B, B2C, dan B2B2C (Business to Business to Consumer). Blibli.com memiliki visi menjadi e-commerce nomor satu yang memiliki jumlah pelanggan setia terbanyak di Indonesia, Blibli berkomitmen untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan belanja melalui 24/7 layanan Customer Care, serta pilihan pembayaran yang lengkap dan aman kepada pelanggan.Â
Kusuma selagi pendiri dari blibli memberikan kepastian bahwa Blibli telah mendapatkan status unicorn dengan nilai valuasi 1 miliar dolar AS. Bisnis Blibli sendiri berada di bawah payung GDP Venture, cabang modal ventura dari Djarum Group.
- Bukalapak
Pada tahun 2018 lalu, Bukalapak berhasil meraih titel unicorn dengan suntikan dana dari sejumlah grup investor besar, di antaranya 500 Startups dan Emtek Grup. Perusahaan yang didirikan oleh oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid itu juga telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sejak akhir Juli 2021.
Masyarakat bisa menemukan saham Bukalapak (kode saham BUKA) di BEI dengan harga Rp850 per lembar saham. Bukalapak pun membuat sejarah baru sebagai startup unicorn pertama yang listing di BEI.
- Kopi Kenangan
Sebagai pecinta kopi kekinian, banyak dari kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan Kopi Kenangan. Kopi Kenangan bahkan mengklaim sebagai perusahaan New Retail F&B pertama yang berhasil mendapat titel unicorn di Indonesia dan Asia Tenggara. Hal ini juga membuat Kopi Kenangan berencana untuk memperluas jaringan kedai kopinya hingga pasar internasional.
Kopi Kenangan adalah sebuah brand bisnis yang didirikan oleh Edward Tirtanata yang saat ini menjadi CEO bisnis tersebut, serta Cynthia Chaerunnisa dan James Prananto sebagai co-foundernya. Bisnis ini pertama kali menginjakkan langkah pertamanya pada tahun 2017.
Namun pada 27 Desember 2021 lalu, Kopi Kenangan sebagai perusahaan rintisan yang berkembang di bidang kuliner akhirnya resmi menjadi startup yang berhasil mendapatkan gelar unicorn di Indonesia.
- Ajaib
Ajaib didirikan oleh Anderson Sumarli bersama dengan Yada Piya Jomkwan asal Thailand dan memiliki visi untuk meningkatkan angka inklusi keuangan masyarakat Indonesia melalui investasi dengan akses terhadap instrumen investasi kepada investor retail yang dapat diakses secara online
Startup Ajaib merupakan fintech (financial technology atau teknologi finansial) yang berkecimpung di bidang investasi, yaitu reksa dana dan saham.
Setelah menerima suntikan dana Seri B dari DST Global senilai USD153 juta atau Rp2,2 triliun, Ajaib menjadi salah satu perusahaan rintisan di Indonesia yang menyandang status startup unicorn hanya dalam waktu 2,5 tahun saja.
Terbilang cukup cepat untuk mendapatkan status Unicorn pada waktu 2,5 tahun saja, ya.Â
Nah, tadi adalah Perkembangan Top 10 Perusahaan Startup di Indonesia. Bisnis memang sangat menguntungkan jika dijalankan dengan benar. Kerja keras dan semangat juga dibutuhkan jika ingin berbisnis. Dan dengan adanya perkembangan teknologi yang setiap tahunnya terus meningkat. Kamu juga bisa membuat startup yang selain menguntungkan, juga bisa membantu sesama manusia.Â
Tertarik mendirikan startup seperti perusahaan-perusahaan diatas? kamu bisa mempelajari dasarnya sebelum membangunya di STMIK IDS dengan jurusan Startup Teknologi (S2). Yuk segera daftarkan dirimu!
