PPKM atau PSBB Berikan Dampak Positif Bagi Startup Agritech - IDS Digital College

PPKM atau PSBB Berikan Dampak Positif Bagi Startup Agritech

PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) atau PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) memberikan banyak peluang bagi perusahaan startup di bidang Agritech untuk mengepakkan sayapnya.

 

Saga Iqranegara selaku Pendiri Asosiasi Digital Kreatif Indonesia mengaku jika kebijakan yang dilakukan pemerintah tersebut memang membuka peluang luas, hanya bagaimana para pemain startup bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk menghadirkan layanan kepada konsumen secara efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan konsumen.

 

Dilansir dari Bisnis.com, Saga mengatakan jika pelaku startup agritech perlu menguatkan sisi operasional untuk menghadapi lonjakan yang mungkin datang. Bahkan potensi pendapatan kotor bisa meningkat di atas 20 % pada kuartal pertama di 2021.

 

Senada dengan yang dijelaskan oleh Saga Iqranegara, Nailul Huda selaku ekonom di Institute for Development of Economics dan Finance juga menyebutkan jika PPKM dan PSBB berikan dampak positif bagi pertanian atau agritech. 

 

“Saat ini banyak layanan pengantaran bahan pangan pertanian baik berbasis aplikasi maupun layanan media sosial seperti WA atau IG. Makin tumbuh penyedia jasanya maka pendapatan, jumlah pengguna, dan mitra juga berpotensi meningkat,” jelas Nailul Huda.

 

Baginya saat ini masyarakat sudah melihat potensi layanan agritech yang menguntungkan mereka, dimana mereka dapat memperoleh bahan makanan yang segar tanpa harus kontak langsung dengan banyak orang. Dia juga melihat peluang kebijakan ini bisa dimanfaatkan para pelaku usaha di sektor agritech untuk mampu mengembangkan layanan jual beli bahan makanan segar hingga frozen secara daring.

 

“Terlebih di daerah perkotaan, minimal bisa tumbuh lebih dari 10 persen untuk produk pertanian yang dipasarkan melalui daring,” lanjutnya.

 

Meskipun begitu, dampak PPKM dan PSBB juga berimbas kepada sektor pertanian atau bahan pangan. Karena akibat kebijakan ini tingkat pembelian bahan pangan untuk sektor hotel, restoran hingga kafe jauh lebih turun dibandingkan saat masa-masa normal. Namun untuk penjualan ke pasar induk seharusnya tidak terlalu terganggu karena hal ini masih merupakan kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat