Waspadai Berbagai Ancaman Cyber Crime yang Sering Terjadi pada Pelaku Bisnis! - IDS Digital College

Waspadai Berbagai Ancaman Cyber Crime yang Sering Terjadi pada Pelaku Bisnis!

Salah satu hal yang sangat penting di era pandemi seperti sekarang ini adalah teknologi. Mengingat semua pekerjaan ataupun kegiatan harus dilakukan secara online. Berkat kecanggihan teknologi inilah kita tetap bisa saling terhubung, tetap produktif dan kreatif meskipun harus bekerja dari rumah. Namun, tidak dapat dipungkiri dengan semakin canggihnya teknologi, maka semakin besar pula risiko serangan siber yang bisa terjadi. Berdasar data dari National Cyber Security, dalam empat bulan pertama di tahun 2020 saja sudah tercatat ada 88 juta cyber attack yang terjadi di Indonesia. Bahkan, seiring dengan pertambahan pelaku e-commerce, diprediksi kerugian akibat serangan siber global bisa mencapai angka 6 triliun US dollar. Dengan fakta ini tentunya mendatangkan sebuah kebutuhan mendesak untuk meningkatkan cyber security Indonesia. Para pelaku bisnis, khususnya UKM dinilai sebagai korban yang potensial karena dianggap kurang memperhatikan security dan perlindungan data informasi pelanggan. Dalam sebuah konferensi pers, Manager Field System Engineer Web Fraud Protection, Andre Iswanto menyebutkan ada lima ancaman cyber yang paling umum bagi pelaku bisnis online, antara lain: MALWARE Malware adalah alat yang paling sering dimanfaatkan para penjahat siber di seluruh dunia untuk mendapatkan akses pada sistem dan data rahasia. Sebagai pelaku bisnis, sebaiknya kamu aware dengan modus operandi ini, karena malware kerap disusupkan ke laman situs e-commerce untuk mencuri data para pelanggan. SERBUAN TRAFIK Jenis serangan yang sering dilakukan lainnya adalah serbuan trafik. Cara ini seringkali dimanfaatkan para penjahat cyber untuk membuat sistem jaringan suatu web kewalahan. SERANGAN APLIKASI Serangan aplikasi dilakukan dengan menggunakan kredensial dan informasi curian. Serangan ini biasa terjadi pada situs e-commerce dan perbankan dengan memanfaatkan celah-celah keamanan di dalam aplikasi web tersebut. Modus operandinya adalah dengan mengarahkan pelanggan pada situs web palsu yang digunakan untuk mencuri informasi pribadi pelanggan. Data inilah yang nantinya akan digunakan oleh penjahat cyber. ANCAMAN ORANG DALAM Ancaman juga bisa terjadi di dalam perusahaan sendiri. Apabila akses masuk ke dalam situs perusahaan tidak begitu aman, maka para penjahat akan lebih mudah mengakses berbagai data rahasia perusahaan melalui akun karyawan. SERANGAN BOTNET Kejahatan cyber satu ini merupakan skema yang cukup canggih. Pasalnya, para penjahat cyber harus memanfaatkan serangan bruteforce serta algoritma dan botnet yang canggih untuk mencuri berbagai data transaksi milik korban, lalu menjualnya secara online. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan jika ancaman kejahatan cyber juga kian berkembang seiring semakin canggihnya teknologi. Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menghindari kejahatan cyber adalah dengan memprediksi apa yang mungkin dilakukan oleh peretas dan mengidentifikasi kelemahan sistem negara. Sudah ada banyak lembaga yang menyadari kebutuhan akan strategi keamanan cyber untuk menangani risiko-risiko yang mungkin mengancam bisnis mereka. Kamu bisa mulai mempelajari tentang cyber security Indonesia dengan kuliah di IDS Digital College jurusan teknik informatika atau jurusan sistem informasi. Dengan begitu, kamu bisa ikut berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan awareness masyarakat akan kejahatan siber yang mengancam. Untuk informasi lebih lanjut kamu bisa kunjungi website kami, ya!

Salah satu hal yang sangat penting di era pandemi seperti sekarang ini adalah teknologi. Mengingat semua pekerjaan ataupun kegiatan harus dilakukan secara online. Berkat kecanggihan teknologi inilah kita tetap bisa saling terhubung, tetap produktif dan kreatif meskipun harus bekerja dari rumah. Namun, tidak dapat dipungkiri dengan semakin canggihnya teknologi, maka semakin besar pula risiko serangan siber yang bisa terjadi.

Berdasar data dari National Cyber Security, dalam empat bulan pertama di tahun 2020 saja sudah tercatat ada 88 juta cyber attack yang terjadi di Indonesia. Bahkan, seiring dengan pertambahan pelaku e-commerce, diprediksi kerugian akibat serangan siber global bisa mencapai angka 6 triliun US dollar. Dengan fakta ini tentunya mendatangkan sebuah kebutuhan mendesak untuk meningkatkan cyber security Indonesia

Para pelaku bisnis, khususnya UKM dinilai sebagai korban yang potensial karena dianggap kurang memperhatikan security dan perlindungan data informasi pelanggan. Dalam sebuah konferensi pers, Manager Field System Engineer Web Fraud Protection, Andre Iswanto menyebutkan ada lima ancaman cyber yang paling umum bagi pelaku bisnis online, antara lain:

1. MALWARE

Malware adalah alat yang paling sering dimanfaatkan para penjahat siber di seluruh dunia untuk mendapatkan akses pada sistem dan data rahasia. Sebagai pelaku bisnis, sebaiknya kamu aware dengan modus operandi ini, karena malware kerap disusupkan ke laman situs e-commerce untuk mencuri data para pelanggan.

2. SERBUAN TRAFIK

Jenis serangan yang sering dilakukan lainnya adalah serbuan trafik. Cara ini seringkali dimanfaatkan para penjahat cyber untuk membuat sistem jaringan suatu web kewalahan. 

3. SERANGAN APLIKASI

Serangan aplikasi dilakukan dengan menggunakan kredensial dan informasi curian. Serangan ini biasa terjadi pada situs e-commerce dan perbankan dengan memanfaatkan celah-celah keamanan di dalam aplikasi web tersebut. Modus operandinya adalah dengan mengarahkan pelanggan pada situs web palsu yang digunakan untuk mencuri informasi pribadi pelanggan. Data inilah yang nantinya akan digunakan oleh penjahat cyber.

Baca Juga: 10 Langkah Jitu Menghindari Cyber Attack

4. ANCAMAN ORANG DALAM

Ancaman juga bisa terjadi di dalam perusahaan sendiri. Apabila akses masuk ke dalam situs perusahaan tidak begitu aman, maka para penjahat akan lebih mudah mengakses berbagai data rahasia perusahaan melalui akun karyawan.

5. SERANGAN BOTNET

Kejahatan cyber satu ini merupakan skema yang cukup canggih. Pasalnya, para penjahat cyber harus memanfaatkan serangan bruteforce serta algoritma dan botnet yang canggih untuk mencuri berbagai data transaksi milik korban, lalu menjualnya secara online.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan jika ancaman kejahatan cyber juga kian berkembang seiring semakin canggihnya teknologi. Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menghindari kejahatan cyber adalah dengan memprediksi apa yang mungkin dilakukan oleh peretas dan mengidentifikasi kelemahan sistem negara. Sudah ada banyak lembaga yang menyadari kebutuhan akan strategi keamanan cyber untuk menangani risiko-risiko yang mungkin mengancam bisnis mereka. Kamu bisa mulai mempelajari tentang cyber security Indonesia dengan kuliah di IDS Digital College jurusan teknik informatika atau jurusan sistem informasi. Dengan begitu, kamu bisa ikut berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan awareness masyarakat akan kejahatan siber yang mengancam. Untuk informasi lebih lanjut kamu bisa kunjungi website kami, ya!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat